Senin, 12 Januari 2015

Penjualan Aktiva Tetap | Perlakuan Akuntansi Penjualan Aset

Penjualan Aset Tetap


Penarikan Aktiva - Dalam kondisi kondisi tertentu, suatu perusahaan menghadapi kondisi yang tak biasa dalam operasinya hingga mengharuskan atau memutuskan untuk melakukan PENJUALAN ASET TETAP.

Padahal, tujuan awal perusahaan dalam membeli aset tetap tersebut adalah untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama umur manfaat ekonominya demi mempertahankan kelangsungan usaha, baik itu untuk tempat, peralatan, untuk produksi maupun kegunaan lainnya.

Intinya aset tetap pada awalnya tidak ditujukan untuk di jual kembali.
Penghapusan Aktiva
Penghapusan Aktiva Tetap
Dalam kondisi tertentu, banyak alasan perusahaan harus memutuskan untuk melakukan penjualan aset tetap, kondisi kondisi seperti:
  • Perusahaan berganti jenis produk, sehingga mesin atau peralatan tertentu tidak dapat digunakan dan mubazir
  • Membutuhkan dana atau kekurangan dana, untuk bayar utang atau modal kerja
  • Perusahaan ditutup karena alasan tertentu dan tidak berproduksi kembali
  • Upgrade aktiva tetap, misal mobil yang sudah tua tua yang maintenance mahal diganti dengan yang baru, atau komputer yang sudah tidak mendukung lagi diganti dengan yang lebih canggih
 
    Penjualan Aktiva Tetap merupakan salah satu jenis penarikan aktiva.

    Bagaimana prosedur dan Perlakuan akuntansi nya?

    Perlakuan Akuntansi Pejualan Aset Tetap


    Dua langkah yang dilakukan dalam prosedur penjualan aset tetap:
    1. Update Nilai Buku Aset Tetap yang dijual
    2. Hapus Aset Tetap
    Tentu juga dengan beberapa beberapa langkah detilnya

    Contoh Kasus:
    Pada tanggal 6 Juli 2015, PT.Bunaji menjual mesin produksi-nya dengan harga Rp 150.000.000.
    Mesin ini di beli pada 02 February 2012 dan saat itu harga pembeliannya menghabiskan Rp 240.000.000.
    Beberapa catatan tambahan:
    PT. Bunaji memakai metode garis lurus dalam perhitungan penyusutan aset tetap tanpa nilai sisa (nilai residu)
    Mesin diperkirakan memiliki umur ekonomis 10 Tahun.
    Berikut posisi Aset Mesin PT Bunaji per 31 Des 2014:

    Harga Perolehan = Rp 240.000.000
    Akumulasi penyusutan = (Rp.70.000.000)
    ----------------------------------------
    Nilai Buku Mesin = Rp 170.000.000



    Langkah Langkahnya:

    # 1. Update Nilai Buku Aset Tetap 

    • Menghitung penyusutan dari tangal 01 Januari – 6 Juli 2015
    Mesin di jual tanggal 6 Juli 2015, dimana tanggal 6 belum melewati setengah bulan, maka untuk bulan Juli dianggap mesin belum digunakann selama 1 bulan penuh, dan bulan juli penyusutan tidak perlu di hitung
    Penyusutan hanya dihitung hingga bulan juni saja.
    Penyusutan 1 Jan – 6 Juli 2015 :
    6/12 x (240.000.000/10) = Rp 12.000.000
    Lalu jurnal beban penyusutan tersebut :


    Depreciation Rp12.000.000

    Accum.Deprec Rp12.000.000

    Jurnal tersebut menambah biaya penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan mesin sebesar Rp 12.000.000

    Sehingga "Accum Deprec Mesin" per tanggal 6 Juli 2015 adalah sebagai berikut :
    Accum Deprec per 31 Dec 2014 + Accum Deprec 01 Jan - 6 Juli '15 
    Rp 70.000.000 +  Rp 12.000.000
    = Rp 82.000.000
    Dan nilai Buku Aktiva Tetap Mesin per 6 Juli 2015 adalah :
    Rp 240.000.000 – Rp 82.000.000 = Rp 158.000.000


    Langkah berikutnya adalah penghapusan

    # 2. Penghapusan Aktiva Tetap Mesin


    Aset Tetap Mesin dihapus dengan jurnal :

    Kas / Piutang 150.000.000
    Accum Deprec Mesin 82.000.000
    Rugi Penjualan Aktiva 8.000.000
    Aktiva Tetap Mesin 240.000.000

    Notes:
    • Menghapus Aset Tetap Mesin dan juga akumulasi penyusutannya. penghapusan ini terjadi karena posting aset tetap mesin dimasukkan di kredit dan akumulasi penyusutan dicatat ke sisi Debit.
    • Mencatat kas masuk/mengakui piutang sebesar harga penjualan, 
    Jika transaksi penjualannya dibayar tunai, maka akun kas yang di pakai, tetapi jika opsinya penjualan secara kredit, maka piutang yang dipakai.
    • Mengakui Rugi penjualan aset tetap mesin sebesar selisih nilai buku terbaru/terupdate dengan harga nilai penjualan
     
        Bagaimana jika aset tetap dijual dengan harga diatas nilai buku aktiva setelah di update?

        Ya tinggal di balik saja jurnalnya, dari rugi menjadi akun Laba

        # 3. Pelaporan laba-rugi Penjualan Aset Tetap

        Laba/Rugi Penjualan Aset Tetap dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi, didalam klasifikasi Pendapatan Lain lain.

        Apabila ada kesalahan atau kekeliruan pada tulisan, penjumlahan dan yang lainnya pada tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar :)

        Minggu, 11 Januari 2015

        Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi

        Di dalam dunia akuntansi. akuntan mempunyai suatu etika yang harusnya dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota. Kode Etik IkatanAkuntan Indonesia ditujukan untuk digunakan sebagai panduan serta aturan bagi selmua anggota, ntah itu anggota yang berpraktek menjadi akuntan publik, terjun ddidalam lingkungan dunia bisnis/usaha, instansi pemerintahan, ataupun berada di lingkup pendidikan dalam memenuhi tanggungjawab profesionalnya. baca: Etika Profesi Akuntansi
        Namun, pada dunia nyata, pelanggaran atas etika etika yang sudah ditetapkan keraplah terjadi, berikut beberapa contoh kasus etika profesi akuntansi yang pernah terjadi yang saya kutip dari beberapa media, terutama media online.

        Kasus Etika Profesi Akuntansi 1 | Kasus PT Muzatek Jaya 2004

        Kasus pelanggaran atas Standar Profesional Akuntan Publik, muncul kembali. Menteri Keuangan langsung memberikan sanksi pembekuan.
        Menkeu Sri Mulyani telah membekukan ijin AP (Akuntan Publik) Drs Petrus M. Winata dari KAP Drs. Mitra Winata dan Rekan selama 2 tahun yang terhitung sejak 15 Marit 2007, Kepala Biro Hubungan Masyaraket Dep. Keuangan, Samsuar Said saat siaran pers pada Selasa (27/3), menerangkan sanksi pembekuan dilakukan karena AP tersebut melakukan suatu pelanggaran atas SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik).  
        Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan audit terhadap Laporan Keuangan PT. Muzatek Jaya pada tahun buku 31 December 2004 yang dijalankan oleh Petrus. Dan selain itu Petrus juga melakukan pelanggaran terhadap pembatasan dalam penugasan audit yaitu Petrus malaksanakan audit umum terhadap Lap. keuangan PT. Muzatek Jaya dan PT. Luhur Arta Kencana serta kepada Apartement Nuansa Hijau mulai tahun buku 2001. hingga tahun 2004.

        Kasus Etika Profesi Akuntansi 2 | Kasus PT KAI 2006

        Komisaris PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengungkapkan bahwa ada manipulasi laporan keuangan dalam PT KAI yang seharusnya perusahaan mengalami kerugian tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan.
        “Saya mengetahui ada sejumlah pos-pos yang seharusnya dilaporkan sebagai beban bagi perusahaan tapi malah dinyatakan sebagai aset perusahaan, Jadi disini ada trik-trik akuntansi,” kata Hekinus Manao, salah satu Komisaris PT. KAI di Jakarta, Rabu.
        contoh kasus etika akuntansi
        contoh kasus etika profesi akuntansi
        Dia menyatakan, hingga saat ini dirinya tidak mau untuk menandatangani laporan keuangan tersebut karena adanya ketidak-benaran dalam laporan keuangan itu
        “Saya tahu bahwa laporan yang sudah diperiksa akuntan publik, tidak wajar karena sedikit banyak saya mengerti ilmu akuntansi yang semestinya rugi tapi dibuat laba,” lanjutnya.
        Karena tidak ada tanda-tangan dari satu komisaris PT KAI, maka RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Kereta Api harus dipending yang seharusnya dilakukan pada awal Juli 2006.

        Kasus Etika Profesi Akuntansi 3 | Kasus Kredit Macet BRI Cabang Jambi 2010

        Kredit Macet Hingga Rp. 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat. 
        Seorang akuntan publik yang menyusun laporan keuangan Raden Motor yang bertujuan mendapatkan hutang atau pinjaman modal senilai Rp. 52 miliar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi pada tahun 2009 diduga terlibat dalam kasus korupsi kredit macet. Terungkapnya hal ini setelah Kejati Provinsi Jambi mengungkap kasus tersebut pada kredit macet yang digunakan untuk pengembangan bisnis dibidang otomotif tersebut. Fitri Susanti, yang merupakan kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI Cabang Jambi yang terlibat kasus tersebut, Selasa [18/5/2010] menyatakan, setelah klien-nya diperiksa dan dicocokkan keterangannya dengan para saksi-saksi, terungkap adaa dugaan keterlibatan dari Biasa Sitepu yang adalah sebagai akuntan publik pada kasus ini.

        Hasil pemeriksaan yang kemudian dikonfrontir keterangan tersangka dengan para saksi Biasa Sitepu, terungkap ada terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam pengajuan pinjaman modal ke BRI Cabang Jambi.
        Ada 4 aktivitas data pada laporan keuangan tersebut yang tidak disajikan dalam laporan oleh akuntan publik sehingga terjadi kesalahan dalam proses kreditnya dan ditemukan dugaan korupsi-nya

        “Ada 4 aktivitas laporan keuangan Raden Motor yang tidak dimasukan kedalam laporan keuangan yang diajukan ke Bank BRI, hingga menjadi sebuah temuan serta kejanggalan dari pihak kejaksaan untuk mengungkap kasus kredit macet ini.” tegas Fitr. Keterangan serta fakta tsb. terungkap setelah tersangka Effendi Syam, diperiksa dan dibandingkan keterangannya dengan keterangan saksi Biasa Sitepu yang berperan sebagai akuntan publik dalam kasus ini di Kejati Jambi. Seharusmya data-data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan harus lengkap, tetapi didalam laporan keuangan yang diberikan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data-data yang diduga tidak disajikan dengan seharusnya dan tidak lengkap oleh akuntn publik.

        kasus etika akuntansi
        contoh kasus etika profesi akuntansi
        Tersangka Effendi Syam berharap penyidik di Kejati Jambi bisa melaksanakan pemeriksaan dan mengungkap kasus secara adil dan menetapkan pihak pihak yang juga terlibat dalam kasus tersebut, sehingga semuanya terungkap. Sementara itu, penyidik Kejaksaan masih belum mau berkomentar lebih banyak atas temuan tersebut.

        Kasus kredit macet itu terungkap, setelah pihak kejaksaan menerima laporan tentang adanya penyalah-gunaan kredit yang diajukan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor. Sementara ini pihak Kejati Jambi masih menetapkan 2 tersangka, yaitu Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor yang mengajukan kredit dan Effedi Syam dari pihak BRI cabang jambi sebagai pejabat yang menilai pengajuan sebuah kredit.
        sumber: kompas.com

        Kasus Etika Profesi Akuntansi 4 | Mulyana W Kusuma - Anggota KPU 2004

        Kasus anggota KPU ini terjadi pada tahun 2004, Mulyana W Kusuma yan menjadi seorang anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) diduga telah menyuap anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang ketika itu melaksanakan audit keuangan terhadap pengadaan logistik pemilu. Logistik pemili tersebut berupa kotak suara, amplop suara, surat suara, tinta, serta tekhnologi informasi. Setelah pemeriksaan dilaksanakan, BPK meminta untuk dilakukan suatu penyempurnaan laporan. Setelah penyempurnaan laporan dilakukan, BPK menyatakan bahwa laporan yang dihasilkan lebih baik dari laporan sebelumnya, kecuali mengenai laporan teknologi informasi. Maka disepakati laporan akan dilakukan periksaan kembali satu (1) bulan setelahnya.
        kode etik akuntansi contoh kasus
        pelanggaran kode etik akuntansi
        Setelah satu bulan terlewati ternyata laporannya tak kunjung selesai dan akhirnya diberikan tambahan waktu. Di saat penambahan waktu ini terdengar kabar mengenai penangkapan Mulyana W Kusuma. Dia ditangkap karena tuduhan akan melakukan tindakan penyuapan kepada salah satu anggota tim auditor dari BPK, yaitu Salman Khairiansyah. Tim KPK bekerja sama dengan pihak auditor BPK dalam penangkapan tersebut. Menurut Khoiriansyah, dia bersama Komisi Pemberantas Korupsi mencoba merangkap usaha penyuapan yang dilakukan oleh Mulyana menggunakan perekam gambar pada 2 kali pertemuan.
        Penangkapan Mulyana ini akhirnya menimbulkan pro-kontra. Ada pihak yang memberikan pendapat Salman turut berjasa dalam mengungkap kasus ini, tetapi lain pihak memberikan pendapat Salman tak sewajarnya melakukan tindakan tersebut karena hal yang dilakukan itu melanggar kode etik.

        Kasus Etika Profesi Akuntansi 5 | Kasus Malinda Dee - Citibank

        Malinda Memalsukan Tandatangan Nasabah
        Malinda Dee, 47 tahun, Terdakwa atas kasus pembobolan dana Citybank, terbukti diketahui memindahkan beberapa dana nasabah dengan memalsukan tandatangan nasabah didalam formulir transfer. Kejadian ini terungkap didalam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Selasa [8/11/2011]. "Sebagian tandatangan yang tertera pada blangko formulir transfer adalah tanda-tangan nasabah." ujar Tatang Sutarma, Jaksa Penuntut Umum.
        pelanggaran etika akuntansi
        pelanggaran etika akuntansi
        Malinda berhasil memalsukan tandatangan Rohli bin Pateni. Pemalsuan dilakukan hingga 6 kali pada formulir transfer Citibank nomor AM 93712 yang bernilai 150.000 dollar AS pada tanggal 31 Agustus 2010. Pemalsuan tanda tangan dilakukan juga di formulir nomor AN 106244 yang dikirim ke PT. Eksklusif Jaya Perkasa sebesar Rp. 99 juta. Dalam transaksi transfer ini, Malinda  dee menulis "Pembayaran Bapak Rohli untuk pembayaran interior", pada kolom pesan.
        Pemalsuan tanda tangan yang lain pada formulir nomor AN 86515 tanggal 23 Desember 2010 dengan penerima PT. Abadi Agung Utama. "Penerima Bank Artha Graha senilai Rp. 50 juta dan pada kolom pesan tertulis DP pembelian unit 3 lantei 33 combin unit." baca jaksa penuntut umum. Juga dengan menggunakan nama serta tanda-tangan palsu Rohli, Malinda Dee mengirim uang sebesar Rp. 250 juta pada formulir AN 86514 kepada PT. Samudera Asia Nasional tanggal 27 December 2010 dan AN 61489 sebesar nilai yang sama pada tanggal 26 January 2011. Pun pemalsuan dalam formulir AN 134280 pengiriman kepada Rocky Deany C. Umbas senilai Rp. 50 juta tanggal 28 January 2011 pembayaran pemasangan CCTV, milik Rohli.
        Adapun tanda-tangan palsu beratas nama korban N. Susetyo Sutadji dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu dalam formulir Citibank No AJ 79026, AM 122339, AM 122330, AM 122340, dan juga AN 110601. Malinda mengirim uang senilai Rp. 2 miliar kepada PT. Sarwahita Global Management, Rp. 361 juta kepada PT. Yafriro International, Rp. 700 juta kepada Leonard Tambunan. Dan 2 transaksi yang lain sebesar Rp. 500 juta dan Rp 150 juta dikirimkan kepada Vigor AW. Yoshuara secara berurutan.
        "Hal ini telah sesuai dengan keterangan saksi Rohli dan N. Susetyo Sutadji dan saksi Surjati T. Budiman serta telah sesuai BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Labaratoris Kriminalistis Bareskrim Polri." jelasnya. Pengiriman uang serta pemalsuan tanda-tangan ini tidak  di sadari oleh ke-2 nasabah tersebut.  
        sumber kompas.com 
        demikian contoh kasus etika profesi akuntansi, sudah selayaknya aturan diperketat untuk memenuhi kualitas hasil seorang akuntan

        Etika Profesi Akuntansi

        etika profesi akuntan
        etika profesi akuntansi

        Etika Profesi Akuntansi


        Dalam dunia lembaga akuntansi, ada yang namanya kode etik profesi akuntansi, seorang akuntan profesional harus memiliki Etika Profesi Akuntansi.

        Di Indonesia, kode etik ini di gawangi oleh organisasi profesi akuntansi, Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI )

        Tujuan dari kode etik profesi akuntansi ini diantaranya adalah :
        • Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
        • Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
        • Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
        • Untuk meningkatkan mutu profesi.
        • Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
        • Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
        • Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
        • Menentukan baku standar

        .Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia, meliputi 3 bagian:
        1. Prinsip Etika,
        2. Aturan Etika, dan
        3. Interpretasi Aturan Etika

        Prinsip Etika memberikan dasar kerangka bagi aturan etika yang mengatur suatu pelaksanaan jasa profesionall oleh anggota.

        Prinsip Etika disahkan oleh kongres serta berlaku untuk seluruh anggotanya

        Sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan mengikat hanya kepada anggota Himpunan yang bersangkutan.

        Interpretasi Aturan Etika adalah interpretasi yang ditetapkan oleh Badan yang di bentuk oleh Himpunan setelah mendengarkan/memerhatikan tanggapan dari anggota dan juga pihak berkepentingan yang lain

        Kemudian digunakan sebagai panduan menerapkan Aturan Etika tanpa bermaksud untuk membatasi lingkup dan juga penerapan nya.

        Prinsip Etika Profesi Akuntan


        1.      Tanggung Jawab Profesi.
        Ketika melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang profesional, setiap anggota harus mempertimbangkan moral dan juga profesional di dalam semua kegiatan yang dilakukan.
        2.      Kepentingan Publik,
        Setiap anggota harus senantiasa bertindak dalam krangka memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan yang diberikan publik, serta menunjukkan komitmen nya sebagai profesional.
        3.      Integritas
        Untuk meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota wajib memenuhi tanggung jawabnya sebagai profesional dengan tingkat integritas yang setinggi mungkin
        4.      Obyektivitas
        Setiap anggota berkwajiban untuk menjaga tingkat ke-obyektivitas-nya dan terbebas dari benturan-benturan kepentingan dalam menjalankan tugas kewajiban profesional
        5.      Kompetensi dan sifat kehati-hatian profesional
        Setiap anggota wajib menjalankan jasa profesional dengan kehati hatian, kompetensi dan ketekunan
        Juga berkwajiban untuk mempertahankan keterampilan profesional pada tingkatan yang dibutuhkan
        Ini untuk memastikan bahwa klien mendapatkan manfaat dari jasa profesional yang diberikan dengan kompeten berdasar pada perkembangan praktik, legislasi serta teknik yang mutakhir.
        6.      Kerahasiaan
        Anggota harus menghormati kerahasiaan informasi selama melaksanakan jasa profisional
        Tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan informasi tersebut jika tanpa persetujuan terlebih dahulu
        Kecuali memiliki hak atau kewajiban sebagai profesional atau juga hukum untuk mengungkapkan informasinya.
        7.      Perilaku Profesional
        Tiap anggota wajib untuk berperilaku konsisten dengan reputasi yang baik dan menjauhi kegiatan/tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi.
        8.      Standar Teknis
        Anggota harus menjalankan jasa profesional sesuai standar teknis dan standar profesional yang berhubungan/relevan.
        Setiap anggota wajib untuk melaksanakan penugasan dari klien selama penugasan tersebut tidak berseberangan dengan prinsip integritas dan prinsip objektivitas

        Dalam kode etik yang telah disebutkan pada Etika Profesi Akuntansi sudah diatur bagaimana para akuntan harus bertindak.

        Namun pada kenyataan, penyimpangan oleh para akuntan banyak terjadi.

        Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan tentu saja berdampak buruk terhadap nama baik maupun tingkat kredibilitas akuntan dimata publik. 

        Silahkan baca juga: Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi yang pernah terjadi, pelanggaran pelanggarannya dan yang lainnya.


        Sabtu, 10 Januari 2015

        Siapa Pengguna Laporan Keuangan?

        Laporan Keuangan bisa dibilang wajib hukumnya untuk perusahaan perusahaan skala besar menengah bahkan skala kecil. begitu banyak pihak yang membutuhkannya.

        Siapa saja pengguna laporan keuangan ?

        Umumnya, pihak pihak yang membutuhkan laporan keuangan akuntansi dikelompokkan ke dalam 2 kelompok

        Pertama dari INTERNAL perusahaan itu sendiri

        Kedua dari EKSTERNAL perusahaan atau pihak yang berada diluar perusahaan.

        Pengguna Laporan Keuangan
        Pengguna Laporan Keuangan

        A. Pihak Internal Perusahaan


        Pihak internal perusahaan merupakan pihak yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.

        Terutama oleh manajer, manajer dalam divisi apapun itu !

        Laporan keuangan akuntansi sangat penting bagi manajer.

        Laporan keuangan digunakan untuk mengambil keputusan kebijakan dalam operasi perusahaan bagi seorang manajer.

        Baik itu keputusan keputusan strategis perusahaan dan rencana rencana yang akan dijalankan untuk memaksimalkan keuntungan.

        Semuanya berasal dari laporan keuangan sebagai bahan dasarnya.

        B. Pihak Eksternal Perusahaan


        Pengguna laporan keuangan dari eksternal perusahaan ini banyak sekali.

        Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dirilis oleh IAI tahun 2002:2-3, pengguna laporan keuangan dari luar perusahaan berikut diantaranya:
        • Investor
        Seorang investor atau penanam modal dalam perusahaan juga dengan para penasihatnya berkepentingan mengetahui hasil dari investasi mereka,
        Juga dengan segala resiko yang melekat dan mungkin akan ditimbulkan dari investasi yang telah mereka keluarkan untuk perusahaan.
        Kepentingannya sangat sederhana, mendapatkan laba.
        Dan juga memutuskan apakah mereka tetap akan menjadi investor, mengurangi jumlah kepemilikan saham atau bahkan menarik diri (menjual saham) dari perusahaan.
        Investor juga tertarik dengan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden untuk mereka.
        • Karyawan
        Karyawan perusahaan atau kelompok yang mewakili suara mereka juga membutuhkan informasi mengenai tingkat profitabilitas dan tingkat kestabilitas perusahaan.
        Karyawan ingin tahu informasi untuk mengetahui kemampuan perusahaan-nya dalam memberikan tingkat upah atau gaji mereka.
        Karyawan juga ingin tahu tentang informasi kesempatan kerja dan informasi manfaat pensiun.
        • Kreditur
        Pemberi pinjaman atau kreditur ingin tahu apakah pinjaman yang telah mereka berikan dan juga bunganya bisa dibayarkan ketika sudah jatuh tempo nanti.
        Pemberi pinjaman ini bisa Bank atau lembaga bukan Bank atau individu dan entitas lainnya.
        • Pemasok (rekanan) dan kreditor usaha 
        Pemasok atau rekanan seperti pemasok bahan baku bagi perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk mengambil keputusan apakah jumlah nominal yang terutang akan terbayar saat tiba jatuh tempo nanti.
        Kreditor usaha memerlukan informasi untuk kepentingan apabila perusahaan yang diutangi adalah pelanggan utama perusahaan pemasok, dan kelangsungan hidup pemasok ini tergantung pada mereka.
        • Pemerintah
        Kepentingan pemerintah dominan berkaitan dengan pajak,
        Pemerintah butuh laporan keuangan perusahaan untuk mengatur aktivitasnya, menyusun data data statistik untuk kepentingan negara tentunya.
        Dan yang utama adalah menetapkan kebijakan pajaknya.
        Akuntansi yang digunakan di sini berbeda antara laporan akuntansi keuangan perusahaan, biasa disebut dengan Akuntansi Perpajakan
        • Pelanggan
        Jika suatu pelanggan terlibat dalam suatu perjanjian jangka panjang dengan perusahaan, mereka juga membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan
        • Masyarakat
        Sebuah perusahaan bisa memberi pengaruh terhadap masyarakat dalam beberapa cara
        Contohnya jumlah orang yang menjadi pekerja di perusahaan, perlindungan untuk penanam modal dalam negeri.
        Informasi keuangan perusahaan bisa membantu masyarakat menyediakan info atau trend perkembangan terakhir tentang rangkaian aktivitas perusahaan..
        • Tukang Parkir
        Nah yang satu ini sepertinya tidaktermasuk.. hehe intemezo saja :)
        Ok, demikian tentang Siapa Pengguna Laporan Keuangan, bisa ditambahkan sendiri jika dirasa ada pihak lain yang belum disebutkan.


        Kas Kecil Metode Fluktuasi | Contoh Soal Sistem Fluktuasi

        Sebelumnya telah dibahas pengertian kas kecil dan kas kecil metode impress
        kali ini  yang akan kita bahas tentang tentang kas kecil sistem flutuasi

        Kas kecil metode sistem fluktuasi, atau yang juga banyak disebut sebagai:

        Fluctuation Fund System (Sistem dana Berubah)


        Pada  sistem dana berubah ini menyatakan bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan namun jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

        Misalnya ketika manajemen membuat keputusan pertama kali perusahaan menetapkan nominal kas kecil sebesar Rp 5 Juta.

        Lalu kas kecil tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan lalu kemudian kas kecil diisi kembali.

        Saat pengisian kembali, jika menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah nominal kas kecil harus sama dengan jumlah kas kecil awal (saldo awal)

        Sedangkan pada kas kecil sistem fluktuasi, jumlah nominal pengisian kas kecilnya tidak harus sama dengan saldo awalnya, tapi bisa kurang atau lebih.

        Contoh Soal pencatatan kas kecil sistem flutuasi

        PT. Astria Bersama menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil.

        Kas tersebut mulai dibuka pada tanggal 2 Desember 2014 dengan menerima uang sebanyak Rp 4.000.000 dari Kas.

        Untuk selanjutnya kas kecil diisi setiap tanggal 15 dan 30.

        Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan desember 2014 adalah sebagai berikut:

        3 desember      Dibeli materai Rp 300.000
        8 desember      Dibayar rekening listrik Rp 320.000 dan air Rp 230.000
        11 desember    Dibayar biaya iklan pada harian kompas Rp 250.000
        14 desember    Dana kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 disetor kembali ke kas
        15 desember    Dana kas kecil diisi kembali.
        19 desember    Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
        21 desember    Dibayar biaya telepon Rp 350.000
        27 desember    Dibeli perlengkapan kantor Rp 650.000
        29 desember    Dibayar untuk pengobatan karyawan yang sakit Rp 200.000
        29 desember    Dibayar biaya angkut barang Rp 130.000
        30 desember    Dana kas kecil diisi kembali.

        Diminta:
        Buatlah Jurnal umum, jika menggunakan Metode Fluktuasi (Fluctuation Fund System)

        Tanggal Keterangan Debit Kredit
        Pembentukan dana Kas Kecil ]
        02/12/2014
        KasKecil Rp4.000.000
        Kas Rp4.000.000
        [ pengeluaran dana kas kecil langsung di catat ]
        03/12/2014
        Perlengkapan Kantor Rp300.000
        Kas Kecil Rp300.000
        08/12/2014
        Biaya Listrik Rp320.000
        BiayaAir Rp230.000
        Kas Kecil Rp550.000
        11/12/2014
        Biaya Iklan Rp250.000
        Kas Kecil Rp250.000
        [ Penurunan saldo kas kecil ]
        14/12/2014 Kas Rp500.000
        Kas Kecil Rp500.000
        [ Pengisian kembali dana kas kecil ]
        15/12/2014 KasKecil Rp1.100.000
        Kas Rp1.100.000
        pencatatan pengeluaran kas kecil ]
        19/12/2014 | Biaya angkut Rp240.000
        Kas Kecil Rp240.000
        21/12/2014 | Biaya Telepon Rp350.000
        Kas Kecil Rp350.000
        27/12/2014 | Perlengkapan Kantor Rp650.000
        Kas Kecil Rp650.000
        29/12/2014 | Biaya Rupa rupa Rp200.000
        Kas Kecil Rp200.000
        29/12/2014 | Biaya angkut Rp 130.00
        Kas Kecil Rp130.000
        [ pengisian kembali dana kas kecil ]
        30/12/2014 | KasKecil Rp1.570.000
        Kas Rp1.570.000


        Demikian contoh soal kas kecil metode fluktuasi apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah atau pun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar. 

        Jumat, 09 Januari 2015

        Teori Laporan Keuangan Konsolidasi | Part 2

        Laporan Keuangan Konsolidasi | Teori


        Postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan Laporan Keuangan Konsolidasi part 1 sebelumnya, juga sangat berhubungan dengan postingan tentang Merger dan Akuisisi

        Sebelum membahas teknikal-nya

        Mari kita membahas teorinya terlebih dahulu mengenai laporan keuangan konsolidasi karena akan susah mengetahui tentang detail langkah teknis-nya sebelum mengetahui teorinya bukan ?

        Sebelum-nya saya sudah pernah sampaikan tentang merger dan akuisisi, penggabungan usaha memiliki berbagai skema yang bisa dilakukan sesuai dengan tujuan dan maksud dari penggabungan itu sendiri.

        Memperoleh kendali entitas usaha lain merupakan salah satu tujuan penggabungan entitas usaha.

        Biasanya dilakukan dengan membeli mayoritas saham perusahaan investee dengan tanpa melikuidasi / membubarkan-nya.
        Laporan Konsolidasi
        Syarat wajib Laporan Konsolidasi hrus disusun adalah saat salah satu entitas yang bergabung mempunyai kendali atas entitas usaha (perusahaan) lain.

        Perusahaan investor atau yang bisa disebut sebagai acquirer (perusahaan induk) adalah yang menyusun-nya.

        Pengendalian atas perusahaan investee diperoleh jika salah satu entitas usaha yang bergabung memiliki lebih dari 50 persen hak suara pada perusahaan yang lain

        Kecuali jika bisa dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun kepemilikan lebih dari 50 %.

        Laporan tersebut harus didasarkan pada substansi dari peristiwa ekonomi dan tidak menyesatkan pihak yang berkepentingan.

        Apabila saham yang dibeli seluruhnya (100%), maka laporan keuangan konsolidasi mudah saja disusun.

        Kita hanya menggabungkan saja kedua atau lebih hasil operasional perusahaan, guna menghasilkan 1 laporan keuangan, (skema perusahaan induk - perusahaan cabang).

        Akan tetapi, persoalan muncul manakala investor membeli saham perusahaan investee kurang dari 100 persen

        Artinya masih ada hak bagi perusahaan investee walaupun kecil atau sangat kecil (minoritas)

        Persoalan seperti itu pada akhirnya menimbulkan teori-teori dalam proses penyusunan lap. keuangan konsolidasi, berikut di antarnya:

        Teori Perusahaan Induk [Proprietary Theory]


        Teori ini merupakan teori yang pertama diaplikasikan dalam sejarah penyusunan laporan konsolidasi.

        Teori berdasar pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi merupakan perluasan dari laporan keuangan induk perusahaan.

        Maka dari itu laporan keuangan konsolidasi dibuat berdasarkan sudut pandang pemegang saham perusahaan induk.

        Artinya bahwa laporan keuangan konsolidasi hanya dibuat untuk kepentingan pemegang saham perusahaan induk.

        Termasuk laba bersih laporan keuangan konsolidasi adalah ukuran laba rugi untuk perusahaan induk saja.

        Namun sayangnya, teori ini menjadi tidak aplikatif saat kepemilikan atas perusahaan investee tidak sampai 100 persen. maka akan muncul ketidak-konsistenan pada perlakuan akuntansi-nya. contoh :
        • Kepemilikan yang minoritas merupakan kewajiban dilihat dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk (kepemilikan minoritas dimasukkan dalam kelompok kewajiban), namun pada kenyataannya kewajiban yang dimaksud di sini bukanlah kewajiban yang berdasarkan pada konsep kewajiban pada umumnya atau yang lazim
        • Laba kepemilikan minoritas dianggap sebagai beban dari sudut pandang stockholder induk perusahaan, beban yang dimaksud tidaklah memenuhi kriteria lazimnya beban (beban yang lazim)

          Teori Entitas [Entity Theory]


          Dalam Teori ini hendak menjawab solusi atas persoalan yang muncul dalam Teori Perusahaan Induk [Proprietary Theory]
          • Teori Entitas merefleksikan sudut pandang keseluruhan perusahaan (induk-anak)
          • Laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba laporan konsolidasi
          • kepemilikan minoritas adalah bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi
          • Ekuitas dan laba anak perusahaan ditentukan terhadap seluruh pemegang saham sehingga laba secara total dapat di distribusikan secara konsisten kepada pemegang saham mayoritas juga pemegang saham minoritas.
          • Seluruh aset bersih perusahaan anak di-konsolidasi-kan pada nilai wajar berdasarkan pada harga yang dibayar oleh perusahaan induk untuk kepemilikannya. 
          Hal ini bertujuan untuk menjamin konsistensi penilaian aset bersih kepemilikan mayoritas dan juga kepemilikan minoritas

            Kita bisa lihat, Teori Entitas ini seolah memaksakan kepemilikan minoritas berkepentingan atas laporan keuangan konsolidasi.

            Padahal sebenarnya kepemilikan minoritas tidak memerlukan-nya.

            Laba bersih dianggap suatu komponen dari ekuitas di neraca laporan keuangan konsolidasi.

            Dan ini tidaklah relevan.

            Teori Kontemporer [Contemporary Theory]


            Teori Kontemporer ini berada diantara Teori Perusahaan Induk dan Teori Entitas.

            Hal ini bisa kita lihat dari pendekatan yang dipakai dalam penyusunan laporan konsolidasi:
            • Dalam laporan keuangan konsolidasi, posisi keuangan disajikan sebagai hasil operasional usaha dari perusahaan tunggal, akan tetapi disusun terutama buat kepentingan pemegang saham dan kreditor perusahaan induk.
            • Laba bersih konsolidasi merupakan laba untuk stockholder induk perusahaan.
            • Laba kepemilikan minoritas merupakan pengurang dalam penentuan laba bersih konsolidasi, tapi bukan berarti menjadi beban seperti Teori Perusahaan Induk. 
            Ini sebagai perwujudan alokasi realisasi laba perusahaan keseluruhan kepada pemegang saham baik mayoritas maupun minoritas.
              • Ekuitas kepemilikan minoritas dianggap sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi, dan dilaporkan dalam jumlah tunggal karena laporan konsolidasi tidak akan memberikan manfaat kepada kepemilikan minoritas
              • Aset bersih anak perusahaan di-konsolidasi-kan pada nilai buku aset ditambahkan dengan kelebihan investasi induk perusahaan atas nilai buku aset anak perusahaan. dan selisih-nya di amortisasi pada periode periode berikutnya.

              Ok, ketiga teori di atas merupakan teori tentang dasar penyusunan laporan konsolidasi yang menuai banyak pro dan kontra, namun, FASB cenderung lebih ada di tengah-tengahnya, seperti dalam statemen FASB No 94 yang menyatakan bahwa :
              • Kepemilikan minoritas dimasukkan sebagai komponen yang terpisah dari ekuitas neraca konsolidasi
              • Laba kepemilikan minoritas bukanlah beban atau kerugian, tapi sebagai pengurang laba bersih konsolidasi untuk menghitung besaran laba mayoritas
              • Laporan konsolidasi harus menyajikan laba bersih untuk kepemilikan mayoritas dan juga laba bersih untuk kepemilikan minoritas.

              Oke, saya kira cukup di sini teori laporan keuangan konsolidasi -nya.

              Bagaimana cara dan prosedur untuk menghasilkan laporan konsolidasi ?

              Akan saya posting di artikel berikutnya.

              Kas Kecil Metode Impress | Contoh Soal Metode Impress

              Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai  Kas Kecil kali ini saya akan melanjutkan dengan contoh soal mengenai kas kecil metode Imprest

              Sekilas mengenai Kas Kecil Metode Imprest atau disebut juga SISTEM DANA TETAP

              Imprest Fund System atau Sistem Dana Tetap Adalah metode pembukuan petty cash dimana jumlah rekening kas kecilnya tidak berubah alias tetap. 

              Apabila terjadi pengeluaran kas kecil, pemegang petty cash tidak serta merta melalukan pencatatan atas transaksinya, tetapi sebatas mengumpulkan bukti bukti transaksi pengeluaran.

              Sekali lagi ingat, TIDAK melakukan pencatatan saat transaksi !
              Jika dana petty cas mau habis barulah pemegang kas kecil pencatatan transaksi dengan berdasar bukti transaksi ekonomi yang telah dikumpulkan.

              Kemudian mengajukan pembentukan kembali dana cas kecil pada bendahara yang nominalnya sesuai dengan pembukuan dan bukti transaksi, sehingga jumlah dana kas kecilnya tetap sama seperti semula.

              Langkah langkah operasional kas kecil metode impres :
              1. Pembentukan dana kas kecil, pemegang petty cash diberi sejumlah uang guna pembayaran transaksi atau pengeluaran yang tidak material yang diprediksi bisa memenuhi kebutuhan dengan jangka waktu tertentu.
              2. Penggunaan kas kecil untuk pembayaran transaksi pengeluaran pengeluaran. 
              3. Saat dana kas kecil tidak ada (habis), kas kecil diisi kembali dengan jumlah nominal yang sama dengan jumlah pengeluaran atas transaksi yang terjadi

              Contoh Soal Kas Kecil Metode Imprest | Sistem Dana Tetap



              PT Astria Bersama menetapkan kas kecil untuk pembayaran pengeluaran dalam nominal yang kecil. 

              Kas kecil tersebut dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 dengan menerima uang sebesar Rp 2.500.000 dari akun kas.

              Berikutnya, kas kecil akan diisi lagi pada setiap tanggal 15 dan 30. Transaksi transaksi pengeluaran yang menggunakan kas kecil selama bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

              03 januari     Dibeli materai Rp 300.000
              08 januari     Pembayaran beban listrik Rp 320.000 dan air Rp 280.000
              11 januari     Dibayar biaya iklan di koran jawa pos Rp 250.000
              14 januari     Kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 sehingga disetor kembali ke kas
              15 januari     Dana kas kecil diisi kembali.
              19 januari     Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
              21 januari     Dibayar biaya telepon Rp 360.000
              29 januari     Dibayar untuk biaya pengobatan staf yang sakit Rp 200.000
              30 januari     Dana kas kecil diisi kembali.


              Catatlah Jurnal umum,  dengan menggunakan Metode Impress 

              Tanggal
              Keterangan Debit Kredit
              Pembentukan dana Kas Kecil ]
              01/01/2015 Kas Kecil Rp2.500.000
              Kas Rp2.500.000
              [pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
              03/01/2015 ------ ------ ------ ------
              08/01/2015 ------ ------ ------ ------
              11/01/2015 ------ ------ ------ ------
              [Penurunan saldo' kas kecil dan dikembalikan ke akun kas]
              14/12/2014 Kas Rp500.000
              Kas Kecil Rp500.000
              Pengisian kembali dana kas kecil ]
              15/12/2014 Perlengkapan Kantor Rp300.000
              Biaya Listrik Rp320.000
              Biaya Air Rp280.000
              Biaya Iklan Rp250.000
              Kas Rp1.150.000
              [pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
              19/01/2015 ------ ------ ------ ------
              21/01/2015 ------ ------ ------ ------
              29/01/2015 ------ ------ ------ ------
              pengisian dana kas kecil ]
              30/01/2015 B. Angkut Rp240.000
              Biaya Telepon Rp360.000
              B rupa rupa Rp200.000
              Kas Rp800.000

              Demikian Contoh Soal Kas Kecil Metode Impres. apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah ataupun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar.