Tampilkan postingan dengan label Aktiva Lancar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktiva Lancar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2015

Seperti Ini PENGERTIAN KAS dalam Akuntansi

Pengertian Kas - Istilah kas atau yang juga sering ditulis cash sudah seringkali kita dengar, familiar ditelinga yang memiliki arti tunai atau dibayar secara langsung menggunakan uang. Lawan kata kas (cash) adalah kredit (dibayarkan kemudian, ntah itu dicicil atau dibayar sekaligus).

pengertian kas
KAS
Di dalam pengertian akuntansi, Kas atau cash merupakan sebuah sebutan untuk account (rekening) yang sifatnya paling lancar dalam kelompok asset (aktiva)

Didalam penerapan bookkeepping (pembukuan), kas dipecah/dibagi lagi menjadi beberapa rekening (account), dengan beberapa variasi

Ada yang membagi :

Petty Cash (Kas Kecil) dan General Cash (Kas Umum)
Petty Cash (Kas Keci) ldan Checking Account (Kas Bank)

Juga ada pula yang membagi

Petty Cash (Kas Kecil), Cash Bank A, Bank B

Pemecahan akun kas ini dimaksudkan agar mempermudah pengawasan dan proses pemeriksaan, sehubungan dengan pen-distribusi-an kas itu sendiri. Umumnya, pemecahan rekening akun kas ini terjadi hingga pada tingkatan general ledger (buku besar) saja, dan sedangkan pada Neraca umumnya dijadikan satu kelompok saja yaitu akun Kas (Cash). Ini dilakukan supaya laporannya menjadi lebih sederhana serta mudah dipahami bagi pengguna laporan

Lalu, bagaimana hubungan antara Kas/Cash (account) dengan "kas" (Cash : tunai)?

Tentu saja sangat berhubungan

Cash payment merupakan pembayaran yang berasal dari kas (Cash Account), yang berarti atas sebuah transaksi pembayaran yang menggunakan/berbasis Cash Payment akan mempengaruhi Cash Account (rekening kas)

Pengertian Kas menurut Ahli 


Pengertian kas adalah modal kerja yang sifatnya sangat likuid (lancar). Semakin besar jumlah nominal kas yang terdapat pada suatu perusahaan artinya makin tinggi tingkat likuiditasnya. Dalam akuntansi, kas diklasifikasikan kedalam Aktiva Lancar

Ikan Akuntansi Indonesia (IAI) mengungkapkan pengertian kas sebagai berikut:
“Kas terdiri atas saldo kas (Cash On Hand), rekening giro, atau setara kas (Cash Equivalent) adalah sebuah investasi yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek dan bisa dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko atas perubahan nilai yang signifikan”.
Ini menandakan bahwa perusahaan memiliki resiko yang relatif lebih kecil untuk tidak bisa memenuhi kewajiban (hutang) finansialnya. Namun hal ini tidak berarti sebuah perusahaan harus terus berusaha mempertahankan persediaan kas dengan jumlah yang sangat besar, karena makin besar rekening kas itu artinya makin besar dana yang menganggur (tidak digunakan) dan nantinya akan memperkecil laba perusahaan yang akan didapat.

Pun sebaliknya apabila perusahaan hanya mengejar aktivitas mencari laba/keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor yang lainnya maka seluruh kas yang dimiliki akan dalam keadaan bekerja (digunakan). Apabila ini terjadi, artinya perusahaan akan mengalami posisi illikuid (tidak lancar) jika sewaktu waktu ada penagihan kewajiban (hutang) yang jatuh tempo dan perusahaan tidak sanggup untuk membayar dikarenakan tidak memiliki persediaan kas baik di bank ataupun di brankas perusahaan.



Sabtu, 10 Januari 2015

Kas Kecil Metode Fluktuasi | Contoh Soal Sistem Fluktuasi

Sebelumnya telah dibahas pengertian kas kecil dan kas kecil metode impress
kali ini  yang akan kita bahas tentang tentang kas kecil sistem flutuasi

Kas kecil metode sistem fluktuasi, atau yang juga banyak disebut sebagai:

Fluctuation Fund System (Sistem dana Berubah)


Pada  sistem dana berubah ini menyatakan bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan namun jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya ketika manajemen membuat keputusan pertama kali perusahaan menetapkan nominal kas kecil sebesar Rp 5 Juta.

Lalu kas kecil tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan lalu kemudian kas kecil diisi kembali.

Saat pengisian kembali, jika menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah nominal kas kecil harus sama dengan jumlah kas kecil awal (saldo awal)

Sedangkan pada kas kecil sistem fluktuasi, jumlah nominal pengisian kas kecilnya tidak harus sama dengan saldo awalnya, tapi bisa kurang atau lebih.

Contoh Soal pencatatan kas kecil sistem flutuasi

PT. Astria Bersama menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil.

Kas tersebut mulai dibuka pada tanggal 2 Desember 2014 dengan menerima uang sebanyak Rp 4.000.000 dari Kas.

Untuk selanjutnya kas kecil diisi setiap tanggal 15 dan 30.

Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan desember 2014 adalah sebagai berikut:

3 desember      Dibeli materai Rp 300.000
8 desember      Dibayar rekening listrik Rp 320.000 dan air Rp 230.000
11 desember    Dibayar biaya iklan pada harian kompas Rp 250.000
14 desember    Dana kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 disetor kembali ke kas
15 desember    Dana kas kecil diisi kembali.
19 desember    Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
21 desember    Dibayar biaya telepon Rp 350.000
27 desember    Dibeli perlengkapan kantor Rp 650.000
29 desember    Dibayar untuk pengobatan karyawan yang sakit Rp 200.000
29 desember    Dibayar biaya angkut barang Rp 130.000
30 desember    Dana kas kecil diisi kembali.

Diminta:
Buatlah Jurnal umum, jika menggunakan Metode Fluktuasi (Fluctuation Fund System)

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Pembentukan dana Kas Kecil ]
02/12/2014
KasKecil Rp4.000.000
Kas Rp4.000.000
[ pengeluaran dana kas kecil langsung di catat ]
03/12/2014
Perlengkapan Kantor Rp300.000
Kas Kecil Rp300.000
08/12/2014
Biaya Listrik Rp320.000
BiayaAir Rp230.000
Kas Kecil Rp550.000
11/12/2014
Biaya Iklan Rp250.000
Kas Kecil Rp250.000
[ Penurunan saldo kas kecil ]
14/12/2014 Kas Rp500.000
Kas Kecil Rp500.000
[ Pengisian kembali dana kas kecil ]
15/12/2014 KasKecil Rp1.100.000
Kas Rp1.100.000
pencatatan pengeluaran kas kecil ]
19/12/2014 | Biaya angkut Rp240.000
Kas Kecil Rp240.000
21/12/2014 | Biaya Telepon Rp350.000
Kas Kecil Rp350.000
27/12/2014 | Perlengkapan Kantor Rp650.000
Kas Kecil Rp650.000
29/12/2014 | Biaya Rupa rupa Rp200.000
Kas Kecil Rp200.000
29/12/2014 | Biaya angkut Rp 130.00
Kas Kecil Rp130.000
[ pengisian kembali dana kas kecil ]
30/12/2014 | KasKecil Rp1.570.000
Kas Rp1.570.000


Demikian contoh soal kas kecil metode fluktuasi apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah atau pun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar. 

Jumat, 09 Januari 2015

Kas Kecil Metode Impress | Contoh Soal Metode Impress

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai  Kas Kecil kali ini saya akan melanjutkan dengan contoh soal mengenai kas kecil metode Imprest

Sekilas mengenai Kas Kecil Metode Imprest atau disebut juga SISTEM DANA TETAP

Imprest Fund System atau Sistem Dana Tetap Adalah metode pembukuan petty cash dimana jumlah rekening kas kecilnya tidak berubah alias tetap. 

Apabila terjadi pengeluaran kas kecil, pemegang petty cash tidak serta merta melalukan pencatatan atas transaksinya, tetapi sebatas mengumpulkan bukti bukti transaksi pengeluaran.

Sekali lagi ingat, TIDAK melakukan pencatatan saat transaksi !
Jika dana petty cas mau habis barulah pemegang kas kecil pencatatan transaksi dengan berdasar bukti transaksi ekonomi yang telah dikumpulkan.

Kemudian mengajukan pembentukan kembali dana cas kecil pada bendahara yang nominalnya sesuai dengan pembukuan dan bukti transaksi, sehingga jumlah dana kas kecilnya tetap sama seperti semula.

Langkah langkah operasional kas kecil metode impres :
  1. Pembentukan dana kas kecil, pemegang petty cash diberi sejumlah uang guna pembayaran transaksi atau pengeluaran yang tidak material yang diprediksi bisa memenuhi kebutuhan dengan jangka waktu tertentu.
  2. Penggunaan kas kecil untuk pembayaran transaksi pengeluaran pengeluaran. 
  3. Saat dana kas kecil tidak ada (habis), kas kecil diisi kembali dengan jumlah nominal yang sama dengan jumlah pengeluaran atas transaksi yang terjadi

Contoh Soal Kas Kecil Metode Imprest | Sistem Dana Tetap



PT Astria Bersama menetapkan kas kecil untuk pembayaran pengeluaran dalam nominal yang kecil. 

Kas kecil tersebut dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 dengan menerima uang sebesar Rp 2.500.000 dari akun kas.

Berikutnya, kas kecil akan diisi lagi pada setiap tanggal 15 dan 30. Transaksi transaksi pengeluaran yang menggunakan kas kecil selama bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

03 januari     Dibeli materai Rp 300.000
08 januari     Pembayaran beban listrik Rp 320.000 dan air Rp 280.000
11 januari     Dibayar biaya iklan di koran jawa pos Rp 250.000
14 januari     Kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 sehingga disetor kembali ke kas
15 januari     Dana kas kecil diisi kembali.
19 januari     Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
21 januari     Dibayar biaya telepon Rp 360.000
29 januari     Dibayar untuk biaya pengobatan staf yang sakit Rp 200.000
30 januari     Dana kas kecil diisi kembali.


Catatlah Jurnal umum,  dengan menggunakan Metode Impress 

Tanggal
Keterangan Debit Kredit
Pembentukan dana Kas Kecil ]
01/01/2015 Kas Kecil Rp2.500.000
Kas Rp2.500.000
[pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
03/01/2015 ------ ------ ------ ------
08/01/2015 ------ ------ ------ ------
11/01/2015 ------ ------ ------ ------
[Penurunan saldo' kas kecil dan dikembalikan ke akun kas]
14/12/2014 Kas Rp500.000
Kas Kecil Rp500.000
Pengisian kembali dana kas kecil ]
15/12/2014 Perlengkapan Kantor Rp300.000
Biaya Listrik Rp320.000
Biaya Air Rp280.000
Biaya Iklan Rp250.000
Kas Rp1.150.000
[pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
19/01/2015 ------ ------ ------ ------
21/01/2015 ------ ------ ------ ------
29/01/2015 ------ ------ ------ ------
pengisian dana kas kecil ]
30/01/2015 B. Angkut Rp240.000
Biaya Telepon Rp360.000
B rupa rupa Rp200.000
Kas Rp800.000

Demikian Contoh Soal Kas Kecil Metode Impres. apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah ataupun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar. 

Sabtu, 20 Desember 2014

Apa itu Petty Cash ? (Kas Kecil)

Pengertian Kas Kecil - suatu hari kawan saya yang sedang kerja di sebuah perusahaan lumayan besar, disuruh beli minuman, camilan, dan beberapa alat tulis oleh bosnya karena secara mendadak ada relasi bisnis yang lumayan penting buat bosnya datang ke kantornya.

Belilah si teman saya itu, tapi sebelumnya dia minta uang ke staff bendahara dulu..  selesai masalah

Namun teman saya itu bertanya, kok gampang banget ambil uang di kantornya? untuk keperluan beli camilan? apa emang di alokasikan atau campur2 uangnya bosnya?

Nah untuk itulah kita akan berbicara kas kecil atau yang juga disebut petty cash

petty cash
kas kecil atau petty cash

Pengertian Kas Kecil atau Definisi Petty Cash


Pengertian Kas kecil atau petty cash adalah uang yang dicadangkan oleh entitas bisnis/perusahaan untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran yang bersifat rutin namun jumlah nominalnya relatife kecil, serta tidak material.

Petty Cash mempunyai beberapa karakteristik yaitu :
  • Jumlah nominalnya dibatasi, tidak lebih ataupun tidak kurang dari jumlah nominal tertentu yang sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. 
Tentunya masing - masing perusahaan menetapkan jumlah nominal yang berbeda beda sesuai dengan kebijakan dan skala operasional perusahaan.
    • Digunakan untuk mendanai transaksi yang bernominal kecil yang rutin terjadi setiap hari, ribet juga kan kalau misalnya ada keperluan seperti keperluan ATK yang jumlahnya tidak seberapa dan tiap saat selalu keluar biayanya jika harus mengambil uang harus berprosedur prosedur dulu?

      Tujuan Kas Kecil


      Ada beberapa tujuan dibentuknya kas kecil, berikut diantaranya :
      • Menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian di kantor
      • Menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak.
      • Meringankan beban staff karyawan dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi bisnis pimpinan. 
      • Mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terencana sebelumnya.

        Pembayaran Kas Kecil


        Pembayaran melalui kas kecil dilakukan untuk suatu hal seperti berikut:
        • Pengeluaran kas kecil biasanya telah ditentukan batas maksimalnya setiap terjadi pengeluaran
        • Pengeluaran tidak diperbolehkan untuk pemberian pinjaman (utang) kepada staf
        • Bukti pengeluaran kas kecil harus ditanda-tangani oleh bagian pemegang petty cash
        • Apabila ada bukti pembayaran, seperti kuitansi, faktur atau bukti pendukung yang lain harus dilampirkan juga pada bukti pengeluaran kas.

          Pengisian Kas Kecil


          Jadi apabila jumlah nominal uang yang terdapat dalam akun kas kecil telah menipis, maka dana kas kecil harus diisi lagi dengan cara sebagai berikut:
          • Pemegang petty cash mengajukan permintaan kepada bendahara kas
          • Pemegang petty cash menyiapkan daftar pengeluaran yang telah dilampiri bukti transaksi atas pengeluaran kas kecil.
          • Jika telah sesuai dengan ketentuan, bendahara kas memberikan tanda persetujuan kepada formulir permintaan tersebut dan memberi dana sebesar jumlah nominal kas kecil yang sudah dikeluarkan.

          Metode Pencatatan Petty Cash / Kas Kecil


          Didalam akuntansi, ada dua metode yang umumnya digunakan dalam pencatatan kas kecil

          1. Sistem Dana Tetap | Imprest Fund System 


          Metode Sistem Dana Tetap ini merupakan metode pembukuan kas kecil dimana rekening kas kecil jumlahnya SELALU TETAP.

          Setiap pengeluaran kas yang terjadi, pemegang petty cash tidak serta merta langsung mencatatnya, tetapi hanya sekedar mengumpulkan bukti transaksi pengeluarannya.

          Dan pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, apabila dana petty cash hampir habis, baru dilakukan pencatatan pembukuan berdasarkan pada bukti transaksi pengeluaran yang telah dikumpulkan.

          Kemudian pemegang kas kecil melakukan pengajuan pembentukan kembali dana kas kecil kepada bendahara kas sebesar nominal yang telah dikeluarkan menurut pembukuan dan bukti transaksi pengeluaran.

          Sehingga jumlah nominal dana kas kecil tetap seperti jumlah kas kecil semula.

          Langkah-langkah operasional metode impress sbb:

          • Pembentukan dana kas kecil dimana pemegang kas kecil diberi sejumlah uang tunai yang nantinya untuk pembayaran atas pengeluaran yang diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan dalam dalam waktu tertentu.
          • Dana kas kecil digunakan untuk pembayaran transaksi pengeluaran . 
          • Setelah dana kas kecil habis/hampir habis, kasir membentuk kembali dana kas kecil, mengisinya sebesar jumlah nominal pengeluaran yang terjadi.
          Untuk contoh soal, silahkan baca di contoh soal kas kecil metode impress

          2. Sistem Dana Berubah | Fluctuation Fund System 


          Sistem dana berubah sering disebut juga sistem fluktuasi atau pun dana mengambang.

          Sistem ini menghendaki bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan akan tetapi sesuai dengan kebutuhan.

          Misalnya, ketika pertama kali membuat kebijakan, perusahaan menetapkan jumlah nominal kas kecil sebesar Rp 5 Juta kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemudian kas kecil diisi kembali.

          Ketika waktu pengisian, jika perusahaan menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah kas kecil harus sama jumlahnya dengan saldo awal kas kecil.

          Namun pada metode sistem dana berubah, jumlah pengisian kembali kas kecil tidak harus sama dengan jumlah nominal saldo awalnya, jadi bisa kurang atau lebih.
          untuk contoh soal, silahkan baca di contoh soal kas kecil metode fluktuasi
          Baiklah, apa sudah ada pandangan mengenai kas kecil ? semoga artikel ini membantu anda


          Senin, 27 Oktober 2014

          Aktiva Lancar atau Aset Lancar (Current Assets)

          Pengertian Aktiva Lancar


          Aktiva Lancar - Salah satu jenis aktiva atau Aset adalah Aset Lancar, Pengertian Aktiva Lancar  adalah uang tunai atau kas dan aset kekayaan lainnya yang diharapkan bisa dikonversi menjadi kas maupun dijual/dikonsumsi habis dalam waktu tidak lebih dari satu tahun buku.

          Kriteria Aset lancar menurut PSAK 1
          Berdasarkan PSAK yang kita anut, Aset Lancar memiliki kriteria kriteria sebagai berikut:
          Aset Lancar
          Aktiva Lancar
          1. Entitas usaha mengharapkan untuk menggunakan atau mengeluarkan (menjual) aktiva dalam kurun siklus normal kurang dari satu tahun buku. Contoh piutang usaha yang jatuh tempo pembayarannya kurang dari satu tahun buku. atau contoh yang lain lagi adalah meja kursi, adalah aset lancar bagi perusahaan mebel, karena merupakan persediaan yang akan dijual tetapi jika dimiliki bukan perusahaan mebel misal perusahaan manufaktur meja kursi akan dicatat sebagai aset tetap (peralatan) karena perusahaan tersebut tidak memiliki tujuan untuk menjual meja kursi, hanya digunakan sebagai peraltan  untuk mendukung operasi perusahaan.
          2. Entitas usaha mempunyai aktiva yang ditujukan untuk diperdagangkan.
          3. Entitas usaha akan merealisasikan aktiva dalam rentang waktu periode satu tahun buku (12 bulan) setelah laporan. misalnya piutang karyawan dimana perusahaan akan menerima pembayarannya dalam tempo satu tahun buku setelah periode pelaporan.
          4. Kas (cash) atau setara kas kecuali yang dibatasi sehingga tidak bisa digunakan membayar kewajiban paling tidak satu tahun buku. setara kas ialah investasi oleh entitas yang bersifat jangka pendek dan likuid, untuk dijadikan uang kas sangat mudah dan cepat dengan nominal yang bisa ditentukan dan resiko perubahan nilainya sangat tidak signifikan.
          Aset Lancar
          Aktiva Lancar

          Setalah melihat beberapa kriteria tersebut, berikut contoh contoh yang termasuk dalam aktiva lancar adalah :
          • Kas dan Setara Kas 
          Kas ini bisa dibilang aktiva lancar yang paling lancar, Kas atau setara kas ini simpel sebenarnya, sesuatu apapun yang bisa ditabungkan di Bank serta bisa dengan mudah ditarik/diambil setiap saat (sewaktu waktu) dalam bentuk kas itu dianggap Cash/kas. contohnya: uang, check (belum ditarik/diuangkan) juga uang kas yang ada disimpan di bank. tetapi, sertifikat depisito tidak termasuk dalam kas karena adanya pembatasan waktu dalam penarikan. agar sebuah account bisa disebut aset lancar, kas wajib ada/tersedia untuk segera digunakan
          kas yang disimpan yang bertujuan untuk tidak digunakan dalam periode atau dibatasi penggunaannya dalam siklus normal operasi perushaan tidak disebut aset lancar, yang diklasifiksikan "setara kas" ialah investasi jangka pendek perusahaan yang sifatnya likuid, siap dikonversikan dalam bentuk kas dengan nilai yang bisa diukur pasti, juga mendekati jatuh tempo (umumnya tempo pencairan paling lama 3 bulan),perubahan suku bunga tidak mengubah nilainya secara signifikan contohnya reksadana pasar uang.
          Dalam Pengertian Akuntansi, kas adalah sebutan untuk account yang sifatnya paling likuid (lancar). 
          • Investasi Jangka Pendek yang Diperdagangkan
          Investasi  yang ditujukan dijual kembali dalam jangka waktu yang  pendek untuk mendapatkan gain atau keuntungan. investasi ini juga merupakan aset lancar, contohnya efek sekuritas, aset deriative yang dibeli dengan maksud untuk dijual kembali.
          • Piutang Dagang | Accounts Receivable
          Aktiva lancar berikutnya adalah piutang. Piutang adalah tagihan kepada seseorang atau badan usaha yang muncul karena operasi normal entitas usaha. contoh piutang adalah piutang pada perusahaan rekanan (afiliasi) piutang pada pelanggan dll. apabila nanti ada penurunan nilai piutang karena return penjualan, piutang yang tidak bisa ditagih maupun diskon, harus dicantumkan dan dijelaskan dengan rinci didalam penjelasan laporan keuangan perusahaan.
          •  Persediaan | Inventory
          Persediaan merupakan aktiva yang tersimpan, baik untuk dijual (misal persediaan barang dagang) maupun untuk digunakan oleh entitas itu sendiri (misal bahan baku) dalam rentang waktu operasi normal entitas usaha. penentuan nilai persediaan perusahaan ini bisa menggunakan metode FIFA dan metode weighted average cost (rata rata tertimbang) dan dicantumkan dalam penjelasan laporan keuangan perusahaan. .
          • Beban Dibayar Dimuka | Prepaid Expenses
          Beban dibayar dimuka juga merupakan aktiva lancar, beban dibayar dimuka merupakan aset yang diperoleh karena adanya pembayaran yang manfaat dan pemakaian ekonominya tidak habis dipakai dalam satu periode, contohnya sewa gedung yang dibayar dahulu dimuka, pembayaran asuransi dimuka.
          Begitulah kira kira Pengertian Aset Lancar atau Aktiva Lancar, semoga artikel ini bermanfaat.