Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2015

Pengertian Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah - Pernah dengar Akuntansi Syariah ? Apa bedanya dengan akuntansi konvensional ?

Perkembangan transaksi akuntansi syariah akhir akhir ini mengalami kemajuan yang pesat baik pada aktivitas usaha dan juga lembaga keuangan seperti bank, pasar modal, asuransi, lembaga pembiayaan dan yang lainnya yang memiliki basis syariah.

Meningkatnya transaksi syariah membuat Akuntansi Syariah semakin dilirik oleh masyarakat. Lalu, bagaimanakah pengertian Akuntansi Syariah itu sendiri?

Akuntansi Syariah
Akuntansi Syariah

Pengertian Akuntansi Syariah


Secara Etimologis, Akuntansi syariah berawal dari bahasa arab "Muhasabah" yang juga berarti kata "Hisab" yang memiliki arti menimbang, memperhitungkan, mengkalkulasi, mendata atau menghisab yang dalam konteks ini berarti menghitung secara teliti yang harus dicatat kedalam pembukuan tertentu!
Akuntansi Syariah adalah ilmu akuntansi yang lebih berorientasi sosial, tidak hanya menjadi alat dalam mengartikan fenomena fenomena ekonomi yang berukuran moneter, namun juga menjadi sebuah metode yang menjelaskan bagaimana fenomena fenomena ekonomi tersebut berjalan didalam masyarakat berlandaskan ajaran islam

Konsep Akuntansi Syariah secara garis besar hampir sama dengan konsep akuntansi konvensional yang terdiri atas:
  • Entitas Bisnis
  • Kesinambungan
  • Stabilitas Daya Beli Unit Moneter 
  • Periode Akuntansi.

Akuntansi Syariah didalamnya termasuk isu isu yang tidak umum dipikirkan oleh akuntansi konvensional. Salah satu contohnya adalah bentuk perhitungan yang menganjurkan transaksi apa saja yang boleh dan apa yang dilarang. Akuntansi Syariah pada realita bisa terefleksikan pada akuntansi zakat.
Akuntansi Syariah menurut Sofyan S. Harahap pada prinsipnya adalah tentang penggunaan ilmu akuntansi didalam menjalankan syari'ah islam. (yang ditulis dalam bukunya: Akuntansi Sosial Ekonomi dan Akuntansi Islam : 56)

Akuntansi Zakat memperlihatkan proses dimana harta atau kekayaan yang diperoleh oleh perusahaan dengan cara yang halal menurut syariat islam. Hal ini merupakan sebuah contoh dari turunan hisab (perhitungan) yang merupakan bidang dari akuntansi yang menekankan pertanggungjawaban (accountability)

Sama dengan akuntansi konvensional, akuntansi syariah juga bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan dalam mengidentifikasi, mengklarifikasi serta melaporkan kegiatan ekonomi yang nantinya akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi oleh sebuah entitas usaha.

Lalu apa bedannya?

Pembeda terbesar adalah ada pada kegiatan ekonomi yang dilakukan dan dilaporkan, pada akuntansi syariah aktivitas kegiatan ekonomi harus berlandaskan  pada prinsip kaidah kaidah syariah yang ditentukan.

Kegiatan ekonomi yang mengandung riba, judi, penipuan, barang barang yang tidak halal seperti minuman keras, rokok, babi, prostitusi, jual beli ngijo (buah) dan barang atau jasa yang membahayakan maupun yang mengandung kezaliman adalah beberapa contoh yang tidak bisa diterapkan dalam akuntansi syariah

Transaksi yang keluar dari konsep syariah tidak bisa dilakukan pencatatan karena melanggar syarat syariat

Untuk memahami akuntansi syariah maka diperlukan suatu pemahaman yang benar benar berhubungan dengan Islam dan substansinya didalam kehidupan manusia. Tidak sekedar hanya membuat laporan "perusahaan untung berapa"?


Kamis, 18 Juni 2015

Teori Akuntansi Positif

Teori Akuntansi Positif berusaha untuk menjelaskan sebuah proses yang menggunakan pemahaman, pengetahuan dan kebijakan akuntansi yang PALING SESUAI untuk menghadapi kondisi dan keadaan tertentu pada masa yang adakan datang.

Teori Akuntansi Positif memiliki anggapan bahwa tujuan dari sebuah teori akuntansi adalah untuk memberikan penjelasan dan memprediksi praktek akuntansi.

teori akuntansi positif
Teori Akuntansi Positif

Perkembangan teori akuntansi positif ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap teori akuntansi normatif.

Dasar pemikiran yang digunakan untuk menganalisis teori akuntansi pada teori normatif dianggap terlalu sederhana dan tidak memiliki dasar teoritis yang kokoh.

Terdapat 3 alasan mendasar yang kuat atas terjadinya pergeseran teori akuntansi pendekatan normatif ke teori akuntansi positif [Watt and Zimmerman]

Pertama 
Teori akuntansi normatif terlalu fokus terhadap kepentingan investor secara individu daripada kemakmuran masyarakat yang lebih luas
Kedua
Teori akuntansi normatif dirasa tidak mampu menguji teori secara empiris karena didasari pada asumsi atau premis yang keliru sehingga tidak bisa diuji kebenarannya secara empiris.
Ketiga
 Didalam teori akuntansi normatif sangat memungkinkan terjadinya pengalokasian sumber daya ekonomi secara maksimal di pasar modal. 
Melepas sumber daya ke pasar modal dengan mengikuti mekanisme pasar. Informasi akuntansi bisa menjadi sebuah alat pengendali bagi masyarakat didalam mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.

    Lebih lanjut, Watt and Zimmerman mengembangkan teori akuntansi dengan pendekatan positif yang orientasinya lebih kepada penelitian empiris.

    Menjustifikasi berbagai macam metode atau teknik akuntansi yang sekarang dipergunakan atau mencari model yang baru untuk mengembangkan teori akuntansi dikemudian hari.

    Hipotesa Teori Akuntansi Positif


    Watts dan Zimmerman [1990] mengemukakan 3 Hipotesa dari teori akuntansi positif.

    1. Hipotesis Rencana Bonus


    Manajer perusahaan dengan rencana bonus lebih cenderung memilih prosedur akuntansi dengan perubahan keuntungan yang dilaporkan dari periode dimasa depan ke periode saat ini.

    Hipotesis ini cukup beralasan, seorang manajer tentu ingin mendapatkan imbalan yang tinggi.

    Apabila besaran bonus tersebut tergantung pada besar kecilnya laba perusahaan, maka seorang manajer atau siapapun itu tentu akan berusaha memberikan laporan pendapatan bersih setinggi mungkin agar mendapatkan bonus yang tinggi.

    Nah, salah satu caranya adalah dengan memilih dan menentukan kebijakan akuntansi yang bisa meningkatkan laba pada laporan keuangan diperiode tersebut.

    Sesuai dengan karakter proses akrual, hal tersebut bisa menyebabkan penurunan laba perusahaan yang akan dilaporkan pada masa yang akan datang dengan faktor lainnya yang masih tetap sama

    2. Hipotesis Kontrak Hutang


    Hipotesis Kontrak Hutang ini seluruh hal yang lain dalam keadaan tetap, semakin dekat sebuah perusahaan terhadap pelanggaran prinsip akuntansi yang didasari atas sebuah kesepatakan hutang, maka ada kecenderungan semakin besar kemungkinan manajemen perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang melaporkan perubahan laba dari periode masa depan ke periode saat ini.

    3. Hipotesis Biaya Politik


    Semakin besar ongkos politik yang ditanggung oleh perusahaan, maka manajer akan cenderung untuk menggunakan prosedur akuntansi yang menyerah terhadap laba yang dilaporkan pada masa saat ini menuju masa mendatang.

    Dalam pemilihan kebijakan akuntansi dipengaruhi juga oleh dimensi politik perusahaan.


    Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Teori Akuntansi Normatif

    Perbedaan pendekatan serta dasar antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif menyebabkan taksonomi akuntansi.

    Pendekatan Teori akuntansi Normatif menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai sebuah seni yang cenderung deskriptif

    Sedangkan Pendekatan Teori Akuntansi Positif lebih kepada menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai ilmu pengetahuan (Sains).

    Namun tetap, keduanya sama sama sebagai sarana pendekatan teori akuntansi yang diakui !


    Pembahasan TEORI AKUNTANSI

    Teori Akuntansi
    Teori Akuntansi

    Teori Akuntansi

    Pengertian Teori Akuntansi adalah suatu bagian atau cabang dari keseluruhan ilmu akuntansi yang terdiri atas pernyataan yang sistematis sistematis mengenai prinsip serta metodologi yang membedakannya dengan praktek. Teori akuntansi merupakan sebuah sistem yang bersifat konprehensif diamana didalamnya termasuk postulat serta teori yang saling berkaitan.

    Dapat dikatakan juga bahwa teori akuntansi merupakan konsep yang menyajikan dengan sistematis mengenai gambaran fenomena fenomena akuntansi dan menjelaskan hubungan diantara vairabel yang ada didalam struktur akuntansi yang nantinya bisa dengan jelas menerangkan serta meramalkan fenomena fenomena yang akan mungkin terjadi.

    Hendriksen, seorang ahli akuntansi mengemukakan teori akuntansi sebagai sebuah susunan prinsip yang bisa memberi kerangka acuan secara umum darimana sebuah praktek akuntansi bisa dinilai, Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi, teknologi, sosial serta ilmu pengetahuan yang cepat.

    Tidak ada atau ditemukan teori akuntansi yang sangat lengkap di setiap kurun waktu. Teori akuntansi harus meliputi seluruh literatur akuntansi yang memberi pendekatan yang saling berbeda antara satu dengan yang lain

    American Accounting Association (AAA) menyatakan bahwa:

    teori akuntansi
    Teori Akuntansi
    • Tidak ada satupun teori akuntansi yang lengkap yang bisa mencakup serta memeuhi seluruh keinginan di waktu dan keadaan dengan efektif.
    • Pada literatur akuntansi yang ada, isinya bukan merupakan teori akuntansi, namun kumpulan teori teori yang bisa dirumuskan mengatasi perbedaan perbedaan persyaratan yang diinginkan oleh para pengguna laporan keuangan

    Menemukan rumus teori akuntansi tidak bisa dengan hanya mengandalkan teori akuntansi, mempergunakan literatur akuntansi serta disiplin ilmu yang lain yang masih relevan. Namun teori akuntansi adlaah instrumen yang sangat penting didalam penyusunan dan memverifikasikan prinsip akuntanisi yang dipergunakan didalam menyusun laporan keuangan untuk diinformasikan kepada penggunanaya.

    Fungsi Teori Akuntansi


    Vernon Kam [1986] menyatakan bahwa fungsi teori akuntansi adalah sebagai berikut ini:
    1. Menjadi pegangan untuk lembaga penyusunan standar akuntansi didalam menyusun standartnya
    2. Memberi kerangka rujukan dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi dalam hal tidak terdapat standar resmi
    3. Menentukan batas didalam hal melaksanakan judgment didalam penyusunan sebuah laporan keuangan
    4. Meningkatkan keyakinan dan pemahaman pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang terdapat pada laporan keuangan
    5. Meningkatkan mutu kualitas laporan keuangan yang bisa diperbandingkan kehandalannya

    Sedangkan Hendriksen [1982] menyatakan tentang fungsi teori akuntansi sebagai berikut:
    1. Memberi kerangka rujukan yang digunakan sebagai dasar dialam menilai prosedur serta praktek akuntansi
    2. Memberi pedoman mendasar pada praktek dan prosedur akuntansi yang baru

    Sifat Teori Akuntansi


    Teori Akuntansi memiliki sifat sifat yang diungkapkan beberapa ahli seperti berikut ini:
    1. Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi
    2. Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun sebuah kerangka umum
    3. Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta menjawab semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek akuntansi
    4. Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang beda
    5. Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun kejadian akuntansi yang tidak bisa diketahui dengan pasti
    6. Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi

    Metode dalam Perumusuan Teori Akuntansi


    Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat dari Belkaoui dan Godfrey seperti beriktu ini:

    1. Metode Deskriptif | Pragmatic


    Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa dirumuskan, metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini

    2. Metode Psychological Pragmatic


    Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntansi yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sebagai behavioral accounting

    3. Metode Normatif | 1950 - 1960


    Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak

    4. Metode Positive | 1970


    Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan sedang berlaku. Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori

    Baca juga:

    Teori Akuntansi di Indonesia


    Hingga saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia.

    Indonesia masih setia mengadopsi pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan. Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori akuntansi.

    Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard). Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang telah mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian. Harmonisasi standart IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan yang bisa dibandingkan dengan yang lain, mempermudah dalam menganalisis kompetisi ataupun hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan.

    Harmonisasi bukannya tanpa hambatan, Nasionalisme, budaya, sistem pemerintahan pada masing masin gnegara yang berbeda tentu menjadi hambatan yang signifikan sehingga akuntansi di Indonesia sulit untuk mengadopsi secara penuh. Perbedaan kepentingan antara perusahaan nasional dengan perusahaan multinasional serta biaya perubahan prinsip akuntansi yang tinggi juga menjadi hambatan tersendiri dalam proses harmonisasi standar akunntasi antar negara


    Selasa, 09 Juni 2015

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi Ternyata Sederhana

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi - Akuntansi merupakan sebuah pengukuran dan usaha memberikan kepastian tentang informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak pihak yang membutuhkan dan nantinya akan dijadikan dasar dalam pengambilan sebuah keputusan yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pengguna laporan.
    Tujuan Akuntansi
    Tujuan Akuntansi Fungsi Akuntansi

    Tujuan Akuntansi


    Akuntansi Memiliki Beberapa tujuan, akuntansi keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) tujuannya adalah sebagai berikut:
    1. Untuk memberi informasi keuangan yang secara handal bisa dipercaya mengenai kewajiban, modal dan sumber ekonomi
    2. Untuk memberi informasi yang terpercaya tentang perubahan perubahan yang ada pada sumber sumber ekonomi sebuah perusahaan yang muncul karena adanya kegiatan usaha
    3. Untuk memberi informasi keuangan yang bisa membantu penggunanya dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam mendapatkan laba
    4. Untuk Memberi informasi penting yang lain tentang perubahan perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban
    5. Untuk menyampaikan sedalam mungkin informasi lain yang masih berkaitan dengan laporan keuangan yang masih relevan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan
    Pengguna laporan keuangan dalam hal ini terdiri dari internal maupun eksternal perusahaan, internal seperti pihak manajemen dan eksternal seperti investor, kreditor, pemerintah dll
    Baca juga: 

    Fungsi Akuntansi


    Berdasarkan tujuan akuntansi tersebut, fungsi akuntansi yang utama adalah sebagai informasi keuangan sebuah entitas.

    Laporan keuangan akuntansi ini bisa terlihat posisi keuangan dan perubahan perubahan apa saja yang terjadi didalamnya yang dirasa sangat dibutuhkan oleh penggunanya yang berasal dari internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan


    Sabtu, 06 Juni 2015

    Bidang Bidang Akuntansi

    bidang bidang akuntansi
    Bidang Bidang Akuntansi

    Bidang Bidang Akuntansi meliputi berbagai klasifikasi, berikut ini bidang bidang akuntansi yang umum diketahui

    Bidang Bidang Akuntansi

    1. Akuntansi Keuangan | Financial Accounting


    Akuntansi Keuangan atau yang seringkali disebut sebagai Akuntansi Umum merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan transaksi transaksi keuangan khusus yang meliputi perubahan aset, hutang (kewajiban) dan modal (ekuitas) perusahaan. Tujuannya tak lain adalah untuk menyajikan data data transaksi keuangan yang telah dilakukan pada suatu periode tertentu yang dilaporkan dalam bentuk Finance Statement (Laporan Keuangan)
    Baca juga Pengertian Akuntansi disini : Akuntansi Keuangan
    Akuntansi Keuangan lebih concern untuk menyajikan laporan keuangan kepada pihak pihak EKSTERNAL perusahaan, semisal investor atau pemegang saham, bank, pemerintah (dirjen pajak) dan yang lainnya yang berkepentingan atas laporan tersebut. Dalam pencatatan seluruh transaksi keuangan yang terjadi, Akuntansi Keuangan wajib mengacu dan berdasar pada prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum yang telah dinyatakan didalam Standar Akuntansi Keuangan.

    2. Akuntansi Manajemen | Management Accounting


    Berbeda dengan Akuntansi Keuangan yang lebih dikhususkan disusun untuk memenuhi informasi pihak pihak eksternal, Akuntansi Manajemen lebih memprioritaskan dan mengkhususkan diri untuk membantu pihak internal perusahaan (baca: manajemen). Akuntansi manajemen memberikan tafsiran informasi informasi yang dibutuhkan manajemen dalam menjalankan aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuan bahkan melibatkan diri dalam penyusunan anggaran untuk masa mendatang. Akuntansi manajemen tidak memerlukan standar standar khusus yang berlaku umum dalam prosesnya.
    Lebih lengkap silahkan baca: Akuntansi Manajemen , baca juga:
    Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan 

    3. Akuntansi Biaya | Cost Accounting


    Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan perencanaan, penetapan serta pengendalian biaya produksi. Objek yang utama akuntansi biaya adalah biaya produksi, jadi jelas akuntansi biaya dipergunakan untuk memproduksi bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi. Aktivitas menghitung biaya biaya yang timbul dalam kegiatan produksi kemudian membandingkannya dengan biaya yang berdasarkan taksiran. Akuntansi biaya hanya terjadi di perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya adalah memproduksi barang mentah menjadi barang jadi. bukan pada perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang.
    Baca lebih lanjut disini: Akuntansi Biaya

    4. Akuntansi Perpajakan | Tax Accounting 


    Akuntansi Perpajakan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan permasalahan perpajakan. Bidang akuntansi ini khusus untuk mempersiapkan data yang dibutuhkan dalam perhitungan pajak. Tujuan akuntansi perpajakan tak lain adalah supaya pajak yang dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan peraturan perudang udangan yang berlaku, bagaimana hubungan sebuah transaksi yang terjadi dengan tarif dan pajak yang ada didalamnya. 
    Baca lebih dalam : Akuntansi Perpajakan
    Dalam banyak kasus, akuntansi perpajakan lebih dominan digunakan untuk meminimalisir jumlah pajak yang terhutang perusahaan dengan teknik teknik yang tidak melanggar peraturan perpajakan. Secara teknis, akuntansi pajak langsung berkaitan dengan masalah perpajakan seperti penghitungan SPT, Pembayaran SPT, entah itu untuk PPh maupun PPn

    5. Akuntansi Pemeriksaan | Auditing


    Audit adalah sebuah bidang akuntansi yang aktivitasnya fokus pada pemeriksaan atas catatan akuntansi secara independen tanpa tekanan dari pihak manapun. Pihak yang melakukan audit biasa disebut dengan "Auditor" yang secara bebas bekerja tanpa adanya pengaruh dari pihak pihak yang berkepentingan. Kegiatan Audit memeriksa seluruh pencatatan transaksi yang telah terjadi dan memastikan apakah pencatatan tersebut sudah sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam melaksanakan tugas, auditor juga emiliki standar auditing yang berlaku secara umum.
    Lebih lengkap silahkan baca: Pengertian Audit

    6. Akuntansi Anggaran | Budgetary Accounting 


    Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan sebuah rencana pengeluaran perusahaan dan kemudian membandingkan dengan pengeluaran aktual. Akuntansi anggaran menguraikan aktivitas keuangan untuk sebuah jangka waktu tertentu yang juga dijalankan dengan sistem analisa dan pengawasan. Sebenarnya akuntansi anggaran ini adalah bagian dari Akuntansi Manajemen

    7. Akuntansi Pemerintah | Goverment Accounting


    Akuntansi Pemerintahan merupakan bidang akuntansi yang dalam penyajian laporan keuangannya dilakukan oleh lembaga pemerintah. Bidang akuntansi ini memberikan informasi melalui data akuntansi dari berbagai aspek pengelolaan administrasi keuangan pemerintah serta melaksanakan pengendalian terhadap pengeluaran anggaran.

    8. Akuntansi Pendidikan | Education Accounting 


    Akuntansi Pendidikan fokus kegiatannya diarahkan kepada bidang pendidikan, semisal terlihat kegiatan belajar mengajar akuntansi, penyusunan kurikulum, penelitian tentang akuntansi serta yang lainnya yang berhubungan dengan perkembangan ilmu akuntansi
    Silahkan baca lebih lanjut tentang profesi akuntan pendidi: Akuntansi Pendidik

    9. Sistem Akuntansi | Accounting System


    Sistem Akuntansi berkaitan dengan penciptaan sebuah prosedur akuntansi dan juga peralatan pendukungnya yang diiringi penentuan langkah didalam pengumpulan serta pelaporan data keuangan. Sistem Akuntansi bisa mempermudah sebuah pengendalian internal perusahaan dan menciptakan arus laporan yang sesuai untuk kebutuhan manajemen

    10. Akuntansi Internasional | International Accounting


    Akuntansi Internasional meliputi permasalahan yang timbul atas transaksi transaksi perdagangan lintas negara (internasional) yang umumnya terjadi pada perusahaan perusahaan multinasional

    Demikianlah 10 Bidang Bidang Akuntansi yang umum diklasifikasikan oleh banyak pihak, semoga tulisan bidang bidang akuntansi ini memberikan manfaat, terima kasih


    Rabu, 04 Maret 2015

    9 Langkah Mudah dalam Siklus Akuntansi

    Siklus Akuntansi


    Siklus Akuntansi - Didalam Pengertian Akuntansi yang seringkali diartikan sebagai suatu seni dalam melakukan pencatatan, pengelompokkan, serta pelaporan atas transaksi keuangan. Rangkaian rangkaian tahap demi setahap itulah yang dinamakan dengan SIKLUS AKUNTANSI atau biasa juga diistilahkan "pembukuan" atau bookeeping

    Apakah akuntansi sama dengan pembukuan/bookkeeping ? Keduanya jelaslah berbeda. Pembukuan selesai dilakukan hanya sampai pada siklus saja, dan sementara akuntansi jauh lebih luas lagi dari sekedar pembukuan, termasuk pemeriksaan (auditing), penyusunan sistem informasi akuntansi, Akuntansi Manajemen, hingga pada aspek perpajakan. bisa dikata pembukuan adalah satu bagian dari akuntansi.

    Pada artikel kali ini akan dibahas langkah langkah apa saja yang ditempuh dalam 1 siklus akuntansi

    siklus akuntansi
    Siklus Akunsi

    9 langkah ini harus dilalui didalam satu Siklus Akuntansi


    Langkah 1

    Mengumpulkan serta Menganalisis Data Transaksi


    Siklus akuntansi awalnya dimulai dari proses pengumpulan data-data transaksi keuangan yang berbentuk bukti transaksi, umumnya kebanyakan orang awam menyebut dengan istilah ‘nota’ walaupun sebenarnya bukti transaksi tak selalu berbentuk nota, bisa juga dalam bentuk yang lainnya semisal kuitansi, surat perjanjian, akte, surat pengakuan piutang atau utang dan yang lainnya

    Berdasarkan bukti transaksi inilah data transaksi keuangan bisa diidentifikasi. Setelah terkumpulnya bukti transaksi, kemudian dianalisis apakah transaksi yang terjadi tersebut sah atau sesuai untuk diakui atau tidak diakui dan berapa jumlah yang harus diakui.

    Contohnya: Pada hari ini PT. Krasak membeli peralatan kantor, dari pembelian peralatan tersebut PT Krasak memperoleh bukti transaksi yaitu berupa nota. Selain itu hari ini juga membayar upah tenaga kerja (buruh) dan atas transaksi pembayaran upah itu, para buruh menandatangani kuitansi, dan seterusnya

    Seluruh bukti transaksi itu tadi oleh pegawai akuntan dikumpulkan kemudian dinilai apakah bukti transaksi yang terjadi tersebut sah atau tidak serta menentukan besaran nilai transaksi yang harusnya di akui.


    Langkah 2

    Mencatat Transaksi | Menjurnal


    Setelah tahap pengumpulan bukti transaksi selesai dan dinilai, langkah berikutnya adalah mencatat atau menjurnal nilai transaksi yang ada pada bukti transaksi dimasukkan ke buku catatan transaksi. Proses ini seringkali disebut dengan kegiatan menjurnal oleh para akuntan.

    Proses menjurnal ini bisa jadi dilakukan tiap kali ada transaksi atau direkap saat sore atau malam hari. Catatan atas transaksi dalam langkah ini dinamakan Jurnal Umum (General Journal). Buku yang menampung catatan atas transaksi ini acapkali disebut buku jurnal umum.


    Langkah 3

    Memindahkan Catatan atas Transaksi ke Buku Besar


    Pada langkah yang sebelumnya. dalam jurnal umum, catatan atas transaksi masih dalam kondisi yang tercampur, berbagai jenis transaksi ditampung kedalam satu catatan. Pada langkah ke-3 ini, catatan atas transaksi tersebut kemudian dipindah ke dalam kelompok akun menyesuaikan dengan jenis transaksi.

    Contohnya: Jenis transaksi penjualan dipindah ke akun penjualan, transaksi pembelian raw material (bahan baku) dimasukkan pada akun persediaan dan utang, transaski pembelian aset dikelompokkan kedalam akun aset tetap, dan seterusnya.

    Kelompok kelompok akun (account) ini disebut dengan Buku Besar atau General Ledger. Pada akun buku besar, satu jenis transaksi dikumpulkan menjadi satu kelompok, semisal akun buku besar penjualan terdiri atas semua transaksi penjualan saja, akun kas terdiri atas transaksi yang hanya berupa kas saja, akun aset tetap terdiri transaksi yang melibatkan aktiva tetap saja.

    dan pada akhir proses ini, kumpulan dari nilai transaksi nantinya akan membentuk nilai akhir yang biasa disebut dengan “saldo akhir”. Saldo akhir ini bisa berupa saldo debet atau saldo kredit, menyesuaikan dengan jenis akunnya
    • Akun kelompok aktiva bersaldo debit.
    • Akun kelompok kewajiban bersaldo kredit
    • Akun kelompok ekuitas bersaldo kredit
    • Akun pendapatan bersaldo kredit
    • Akun beban bersaldo debit

    Notes:

    Didalam akuntansi secara manual proses pemindahan ke buku besar (mungkin) dilakukan tiap ketika menjelang penutupan buku, sehingga saldo akhir buku besar juga baru dapat dilihat. Sedangkan didalam pencatatan akuntansi yang sudah terkomputerisasi proses pemindahannya terjadi tiap kali transaksi dimasukan ke dalam software akuntansi dan saldo akhir bisa secara langsung dilihat sesaat setelah posting dilaksanakan.
    Dan mungkin tulisan ini bisa membantu memudahkan pemahaman: Persamaan Dasar Akuntansi


    Langkah 4

    Membuat Neraca Percobaan | Trial Balance


    Menyusun neraca percobaan umumnya dilakukan tiap menjelang penutupan buku. Apa yang dimaksud neraca percobaan? Dan bagaimana cara membuat neraca percobaan?

    Dijaman sekarang, seluruh perusahaan telah menggunakan sistem double entry yang syaratnya kondisi yang balance (seimbang). setiap ada penambahan pada suatu akun akan selalu disertai pengurangan oleh akun yang lainnya, pun sebaliknya. sebagai implementasii, tiap transaksi dicatat pada dua atau lebih jenis akun sekaligus

    Contohnya PT krasak membeli peralatan kantor seharga Rp 1.000.000. dari transaksi tersebut dicatat menggunakan sistem double entry, dan jurnalnya jadi seperti ini:

    Debit | Aset - Peralatan Kantor Rp1.000.000
    Kredit |
    Kas
    Rp1.000.000

    Notes:

    Atas transaksi pembelian tersebut, membuat nilai aset peralatan kantor bertambah senilai Rp 1.000.000, dan di sisi yang lain akun kas berkurang dengan nominal yang sama, sehingga terjadi kondisi yang seimbang (balance). Jadi, setelah seluruh transaksi terkumpul serta terakumulasi dalam buku besar, penggunaan sistem double entry membuat nilai atau nominal jenis akun yang bersaldi di debit akan slalu sama dengan jenis akun yang bersaldo kredit

    Proses dalam pembuatan neraca percobaan dalam langkah ini dimaksudkan guna melaksanakan percobaan, memastikan nilai jenis akun yang bersaldo debit sama dengan akun yang bersaldi di kredit (seimbang). konkretnya, saldo saldo pada akhir akun bersaldi di debit dijumlahkan dan saldo akun yang negatif juga dijumlahkan kemudian diperbandingkan, apabila jumlahnya sama berarti seimbang atau balance (sudah benar)

    Lalu bagaimana bila jumlahnya tidak sama ? yang harus dilakukan adalah "Disilidiki", cari tahu mengapa jumlahnya tidak sama. Yang jelas, jika tidak sama pastilah ada ketidaksesuaian dalam pencatatan (penjurnalan).


    Langkah 5

    Menyusun (Jurnal) Penyesuaian


    Ada beberapa kemungkinan penyebab atas terjadinya suatu ketidaksesuaian yang membuat jumlah nilai akun yang bersaldo debit dengan akun yang bersaldo kredit menjadi tidak seimbang (tidak sama)
    • Adanya sejumlah transaksi yang masih belum atau tidak dicatat
    • Adanya kesalahan perhitungan, transaksi dicatat dengan nilai yang terlalu besar atau tercatat terlalu kecil
    • Ada transaksi yang tidak dapat diakui sekaligus sebagai akibat dari penerapan sistem akrual. semisal: Atas pembelian aset tetap tidak dapat dibebankan sebagai biaya sekaligus, namun dialokasikan pembebanannya secara bertahap melalui penyusutan aset tetap. Atas pendapatan yang diterima dimuka tidak dapat diakui sekaligus saat diterima, namun harus dialokasikan secara bertahap pada periode berikutnya. Atas beban sewa, beban bunga, pendapatan bunga, pendapatan sewa, dan yang lainnya.

    Untuk seluruh penyebab tersebut, perlu disusun jurnal penyesuaian supaya kesimbangan bisa tercapai untuk jurnal penyesuaian sudah saya tulis sebelumnya, silahkan anda bisa baca di Jurnal Penyesuaian. Setelah jurnal penyesuaian disusun, proses kemudian dilanjutkan ke langkah selanjutnya.


    Langkah 6

    Menyusun Neraca Percobaan Setelah Penyesuaian | Adjusted Trial Balance


    Langkah ke-4 diulangi sekali lagi. Apabila masih saja belum seimbang, maka langkah ke-5 juga harus dulangi. Ke-2 langkah ini akan terus diulang hingga kondisi menjadi balance (seimbang) tercapai.


    Langkah 7

    Menyusun Laporan Keuangan | Financial Statements


    Setelah kesimbangan tadi tercapai, maka Laporan Keuangan (Financial Statement) sudah bisa disusun. Laporan keuangan merupakan salah satu produk yang paling utama dari proses akuntansi, laporan keuangan terdiri atas 4 jenis laporan antara lain:
    • Income Statemen / Profit or Loss Statement (Laporan Laba Rugi)
    • Balance Sheet (Neraca)
    • Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas)
    • Equity Statement (Laporan Perubahan Ekuitas) 


    Langkah 8

    Melakukan Penutupan Buku (Closing The Book)


    Pendapatan dan beban terakumulasi serta dilaporkan untuk periode tertentu (biasanya bulanan, kuarta atau tahunan. kalau bank sepertinya mungkin melaksanakannya setiap hari). supaya ke-2 jenis akun ini tidak tercampur dengan periode selanjutnya, maka diperlukan penutupan akun sehingga saldo menjadi nol pada tiap akhir periode.

    Selisih antara beban dengan pendapatan akan menghasilkan jumlah nilai tertentu. Nah, Nilai itulah yang kita sebut sebagai Laba atau Rugi. Laba terjadi apabila pendapatan yang diperoleh lebih besar dibandingkan beban yang dikeluarkan, sedangkan rugi sebaliknya

    Penutupan dilakukan dengan cara memasukan jurnal pembalik. pendapatan yang umumnya dijurnal pada sisi kredit, pada proses ikali ni ditempatkan pada sisi debit, dan beban yang biasanya ada pada sisi debit, pada proses kali ini ditempatkan pada sisi kredit, sehingga akun pendapatan dan beban akan menjadi 0 (nol)

    Nilai selisih (laba atau rugi) dipindah ke neraca, yaitu akun Laba Peride Sekarang (Current Earning) yang nantinya akan menambah akun Retained Earning (Laba Ditahan).

    Notes: Khusus jurnal pembalik yang untuk menutup pendapatan dan beban juga disebut sebagai jurnal penutup (closing jurnal).

    Setelah langkah langkah ini dilakukan, maka akun pendapatan dan beban akan bernilai 0 (nol). Akun yang masih mempunyai nilai saldo hanya akun yang masuk didalam golongan neraca saja (aktiva dan pasiva). Nilai saldo akun kelompok neraca terus dijumlah/diakumulasi dan dilanjutkan pada period berikutnya.
    Untuk pemahaman yang lebih lengkap silahkan baca: Jurnal Penutup


    Langkah 9

    Membuat Penyesuaian Kembali Pasca Penutupan


    Langkah ke 9 atau yang terakhir dalam siklus akuntansi ini dilaksanakan untuk dua tujuan, yaitu :
    • Guna memastikan seluruh kelompok akun pendapatan dan beban telah ditutup 
    • Memastikan seluruh saldo dalam akun kelompok neraca telah dalam kondisi yang seimbang (balance) dan siap menjadi saldo awal pada pembukaan buku di periode selanjutnya.
    Baca juga: Jurnal Pembalik

    Itulah 9 langkah yang harus dilewati dalam suatu proses akuntansi, yang seringkali disebut dengan pembukuan (bookkeeping). Rangkaian langkah langkah tersebut merupakan satu siklus akuntansi (accounting cycle) dan terus akan berulang pada periode peride selanjutnya sepanjang perusahaan masih tetap beroperasi.

    Kelihatannya tidak terlalu sulit? Pada kenyataannya sebenarnya tidak segampang itu. bisa makin rumit permasalahannya ketika menangani transaksi dalam bidang usaha yang berbeda-beda, pertambangan dan manufakture, retail ataupun perusahaan jasa masing masing mempunyai permasalahan tersendiri dan standar perlakuan yang juga berbeda

    Anda memiliki pertanyaan ataupun sebuah koreksi? silahkan tinggalkan komentar di kolom dibawah ini. Saya berharap tulisan ini bisa memberi gambaran sederhana secara jelas mengenai Siklus Akuntansi


    Minggu, 15 Februari 2015

    Laporan Laba Rugi + Contoh

    LAPORAN LABA RUGI | Income Statement 


    Laporan Laba Rugi merupakan bagian dari suatu laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan dalam suatu periode buku atau periode akutansi yang menyajikan seluruh unsur pendapatan serta beban perusahaan yang pada akhirnya akan menghasilkan kondisi laba bersih atau rugi bersih.

    Laporan laba rugi (profit and lost statement) yang disusun oleh perusahaan memiliki struktur yang terdiri atas pendapatan pada periode berjalan dan seluruh beban perusahaan, baik itu beban usaha ataupun beban diluar usaha perusahaan pada periode berjalan.

    Umumnya, laporan laba rugi memiliki unsur seperti dibawah ini:

    Pendapatan atas penjualan
            Dikurangi oleh Beban Pokok Penjualan
    Laba - Rugi Kotor
            Dikurangi oleh Beban Usaha
    Laba - Rugi Usaha
           Dikurangi atau Ditambah Penghasilan / beban lain
    Laba - Rugi Sebelum Pajak
           Dikurangi oleh Beban Pajak
    Laba - Rugi Bersih (Net Profit or Loss)


    Langkah - Langkah Penyusunan Laporan Laba Rugi Perusahaan


    Laporan laba/rugi didalam rangkaian suatu siklus akuntansi disusun setelah tersusunnya neraca saldo dan adjustment entry (jurnal penyusuaian) atau setelah neraca lajur disusun.
    Pertanyaan: Mengapa laporan laba rugi harus disusun setelah neraca saldo?
    Ini dikarenakan sumber didalam penyusunan laporan laba/rugi berasal dari kolom laba/rugi yang ada pada neraca saldo (kertas kerja).

    Didalam penyusunan laporan laba/rugi perusahaan kita membutuhkan mengutip seluruh saldo rekening pendapatan dan beban didalam kolom laba/rugi yang ada pada neraca saldo.

    Format Laporan Laba Rugi


    Format Laporan Laba Rugi umumnya :

    Pada bagian header laporan laba rugi ditulis identitas perusahaan, jenis laporan keuangan yang disajikan (laporan laba rugi) dan periode tahun laporan

    Kemudian tepat dibawahnya termuat komponen komponen utama laporan laba rugi, yakni
    1. Total Pendapatan
    2. Total Beban
    3. Laba atau Rugi 
    Ketiga komponen ini adalah intisari dari laporan laba rugi perusahaan.

    Komponen total pendapatan dan total beban diperoleh dari neraca saldo (kertas kerja) pada kolom laba/rugi.

    Sedangkan komponen laba atau rugi adalah selisih dari total pendapatan dan total beban

    Apabila pendapatan lebih besar dari beban, maka diakui sebagai laba. Dan sebaliknya apabila pendapatan ternyata lebih kecil daripada total beban maka diakui sebagai rugi.

    Contoh Laporan Laba Rugi


    Berikut ini contoh sederhana dari laporan laba rugi perusahaan :

    klik gambar untuk memperbesar
    contoh laporan laba rugi
    laporan laba rugi
    gambar kami sadur dari zahir accounting

    Adapun penyusunan Laporan Laba Rugi Perusahaan memiliki tujuan seperti berikut:
    • Untuk mengetahui besar kecilnya pajak yang akan ditanggung
    • Untuk mengevaluasi serta menge-check histori dari perolehan laba dari waktu ke waktu
    • Mengecek efektivitas dan efisiensi usaha berdasar pada nilai biaya usaha
    Demikian artikel mengenai Laporan laba Rugi perusahaan yang bisa saya jabarkan, sudah pasti banyak sekali kekurangan tulisan ini. meski demikian saya berharap artikel ini bermanfaat. terima kasih


    Selasa, 03 Februari 2015

    Pendapatan Diterima Dimuka | Prepaid Income

    Pengertian Pendapatan Diterima di Muka


    Pendapatan Diterima Dimuka atau Prepaid Income adalah pendapatan dari suatu barang ataupun jasa yang masih belum diterima.

    Saat kapan sebuah pendapatan harus diakui sibagai pendapatan di terima dimuka ? saat kapan pendapatan diakui sebagai pendapatan jasa atau penjualan aja ? Apabila terjadi ketidaksesuaian pengakuan suatu pendapatan, apa yang seharusnya dilakukan ? Ok, mari kita bahas :)

    Pendapatan Diterima Dimuka
    Pendapatan Diterima Dimuka
    Menilik dari pengertian diawal tadi, pendapatan diterima dimuka kelihatannya sangat simpel, sederhana serta mudah kan ?

    Namun kenyataannya pada masa saat ini, sektor sektor bisnis usaha makin bervariasi, jenis jasa atau barang, sistem dalam pembayaran, maupun alat pembayarannya yang makin bermacam macam memaksa penerapan pencatatan akuntansi jadi makin komplek juga rumit, tak sesederhana pengertian itu tadi. dibutuhkan "mix" dan "match". Tetapi hanya jika konsep akuntansi dasar telah dipahami secara benar, diputar putar, dibolak balik bagaimanapun juga, benang merah-nya tidak akan berubah, alias tetap sama

    Pengakuan Pendapatan Diterima Dimuka.


    Coba anda perhatikan sebuah contoh berikut:

    25 February 2015 UD Kras mendapatkan order 1.000 pcs pasang sepatu yang berharga @ Rp 50.000 per pasang sepatu. sesuai rencana, pengiriman order tersebut dilakukan secara bertahap, jadwalnya seperti dibawah ini:

    Tanggal  Jenis Kuantitas Harga  Jumlah
    Pengiriman Barang (pasang) (Rp) (Rp)
    02-Mar-15 Sepatu 300 50.000 15.000.000
    15-Mar-15 Sepatu 300 50.000 15.000.000
    31-Mar-15 Sepatu 400 50.000 20.000.000
    Total 50.000.000


    Dari order diatas, pada tanggal yang sama, UD Kras menerima uang sebesar Rp 30.000.000 untuk Dp-nya, dan sisa pembayarannya akan diterima saat tiap kali barang telah diserahkan ke pemesan.

    Dari transaksi tersebut, tanggal 25 February 2015 UD Kras melakukan penjurnalan seperti berikut :

    Debit | Kas 30.000.000
    Debit | Piutang 20.000.000
    Kredit | Penjualan 50.000.000 (50.000 x 1.000)

    Pertanyaan:
    Apakah jurnal tersebut apakah telah sesuai ?

    Jawabannya kita tunda dulu :D sementara kita lanjut ke pembahasan selanjutnya.

    Pengakuan Penjualan atau Pendapatan Jasa.

    Suatu pendapatan jasa ataupun penjualan diakui ketika barang ataupun jasa telah diserahkan, paling lambat ketika kas sudah diterima. apabila barang atau jasa telah diserahkan ke kostumer, namun pembayaran atau kas masih belum diterima, maka penjualan dicatat dengan cara mendebit akun piutang. namun apabila kas telah diterima, penjualan atau pendapatan jasa tentunya dicatat dengan cara mendebet akun kas. 

    Didalam contoh kasus diatas tadi, bukankah pembayaran dengan kas telah diterima ? itu artinya penjualan sudah sangat bisa diakui kan ? yup betul, kas telah diterima namun barang (dalam contoh ini sepatu) yang diorder belum diserahkan ke pemesan sehingga penjualan masih belum bisa diakui.

    Lho, kenapa jika barang atau jasa masih belum diserahkan, penjualan atau pendapatan jasa tidak diakui dulu?

    Ingat, didalam dunia akuntansi, prinsip kesesuaian masih berlaku, bisa disandingkan ( the matching principle ). yang berarti tiap pengorbanan ekonomi (beban/biaya/pengeluaran) yang diakui harus disandingkan dengan gain atau manfaat yang ditimbulkannya pada periode waktu yang sama. Sederhananya, tiap beban yang muncul hendaknya bisa disandingkan dengan penjualan atau pendaptan yang diperoleh, pun sebaliknya untuk tiap pendapatan mestinya bisa disandingkan dengan beban (expenses) yang muncul.

    Dalam kasus UD Kras tersebut diatas, UD Kras telah mengakui adanya pendapatan padahal sepatu (barang) masih belum diserahkan pada kliennya yang memesan. UD Kras masih belum melakukan produksi, kan baru saja orderan sepatu itu diterima ? 
    praktis, UD Kras belum ada beban atau biaya yang muncul akibat orderan barang pesanan sepatu tersebut.

    Dengan model pencatatan UD Kras diatas, apa saja ekse yang muncul akibat ketidaksesuaian pencatatan tersebut?

    Karena ketika tanggal 25 February UD Kras mengakui penjualan senilai Rp 30.000.000 padahal beban atau biaya belum ada yang keluarkan, maka dalam laporan laba-rugi periode 1-29 februari 2015, UD Kras akan terlihat adanya Laba, setidak-nya senilai Rp 30.000.000

    Sedangkan pada periode selanjutnya, 1-30 Maret 2015 UD Kras akan mencatat biaya atau beban secara terus menerus guna merealisasikan produksi orderan yang pembayaran-nya telah dibukukan dalam laporan laba rugi periode sebelumnya, sehingga saat penutupan buku 31 Maret 2015 UD Kras akan mengalami/membukukan kerugian (Lost) yang besarnya setidaknya sama dengna biaya dan beban yang muncul selama bulan tersebut. apabila ditampilkan dalam bentuk grafik, maka trend performa yang dihasikan akan terlihat tidak wajar. akan terjadi fluktuasi yang bisa dibilang drastis dari bulan february ke periode bulan maret 2015.

    Lalu harusnya kapan dan juga bagaimana melakukan suatu pengakuan yang lebih sesuai supaya trend performa laporan laba-rugi terlihat wajar?

    Tips-nya:
    Tiap suatu transaksi pendapatan yang masih belum menimbulkan biaya/beban dicatat pada akun atau rekening yang ada pada Neraca

    Didalam contoh kasus UD Kras diatas lebih baik dicatat (lihat jadwal pengiriman barang dan pembayaran diatas):

    Saat 25 February 2015 | pertama kali memperoleh pembayaran dijurnal:

    Debit | Kas 30.000.000
    Kredit | Pendapatan Diterima Dimuka 30.000.000

    Saat Tanggal 02 Maret 2015 | Pengiriman sepatu pertama dijurnal/dicatat:

    Debit | Harga Pokok Penjualan Rp xxxx
    Kredit | Persediaan Rp xxxx

    Debit | Pendapatan Diterima Dimuka 15.000.000
    Kredit | Penjualan 15.000.000


    Notes:
    Penjualan diakui ketika barang telah dikirim, dan penjualan yang telah terjadi sudah bisa disandingkan dengan biaya dan beban yang muncul pada periode yang sama, yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan). Coba perhatikan akun pendapatan diterima dimuka. dengan penjurnalan tanggal 02 maret 2015, maka saldo pendapatan diterima dimuka hanya tinggal senilai Rp 15.000.000 saja.


    Pencatatan ketika pengiriman pesanan sepatu ke-2. 15 Maret 2015:

    Debit | Harga Pokok Penjualan Rp.xxxx
    Kredit | Persediaan Rp.xxxx

    Debit | Pendapatan Diterima Dimuka 15.000.000
    Kredit | Penjualan 15.000.000


    Notes:
    Penjualan dijurnal-dicatat senilai 15.000.000 dengan men-debit akun pendapatan diterima dimuka, jadi total penjualan adalah 30.000.000 dan saldo akun pendaptan diterima dimuka akan menjadi NOL.

    Pencatatan 31 Maret 2015 | pengiriman terakhir, belum terima pembayan:

    Debit | Harga Pokok Penjualan Rp.xxxx
    Kredit | Persediaan Rp.xxxx

    Debit | Piutang 20.000.000
    Kredit | Penjualan 20.000.000


    Pencatatan 01 April 2015 | pembayaran telah diterima:

    Debit | Kas 20.000.000
    Kredit | Piutang 20.000.000

    Notes:
    Ketika pengiriman yang terakhir atau yang ke-3, barang telah diserahkan dan penjualan bisa di match (dilawankan) dengan HPP (harga pokok penjualan) sehingga wajar bila terakui sbgai penjualan. pun bila kas juga belum diterima, kan bisa men-debit akun Piutang.

    Kesimpulan Pendapatan Diterima Dimuka


    Apabila diperhatikan penjurnalan diatas, bisa kita lihat pada tiap pengakuan sebuah penjualan mesti bersandingan dengan pengakuan HPP (harga pokok penjualan) atau yang disebut cost factor yang dilegalisasi dengan perpindahan fisik barang yang terefleksikan pada akun persediaan yang saldonya makin berkurang (ada disisi kredit). inilah esensi dari Matching Principle dalam dunia akuntansi.

    Apakah ketidaksesuaian pencatatan yang telah dilakukan oleh UD Kras pada awal transaksi perlu untuk dibuatkan sebuah adjustment entry ?

    Jawaban: Tergantung 

    Tergantung apabila ketika pengiriman sepatu (barang) yang pertama dan ke-2 UD Kras hanya mengakui HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan meng-kredit akun Persediaan saja dan tidak mencatat penjualan lagi, maka tidak mutlak diperlukan sebuah adjustment entry.

    Lho, Kenapa ?

    UD Kras hanya terlalu dini (awal) mengakui sebuah penjualan yang dalam akuntansi hal ini diistilahkan "Early Revenue Recognition" yang masih dikelompokkan kedalam 'Miss Statement', masih belum digolongkan " Material Issue ". Pun hanya terjadi pada periode tahun buku akuntansi yang sama, dimana pendapatan yang diakui pada bulan february (revenue overstatement) akan diimbangi oleh beban pada bulan maret (cost overstatement). hanya saja performa trendnya terlihat tidak wajar, lain cerita apabila kasus yang terjadi adalah 'Premature revenue recognition', yaitu sebuah pengakuan pendapatan atas ssuatu "potensi pendapatan" atau hanya berupa komitment, maka hal tersebut termasuk golongan 'Material Issue'. Tetapi, tetap saja, pencatatan seperti UD Kras lakukan pada awal awal tadi sebaiknya tidak dilakukan, lebih baik dihindari karena apabila terjadi pada akhir tahun buku akan menjadi sangat merepotkan.


    Selasa, 13 Januari 2015

    Pengertian Serta Alasan Merger dan Akuisisi Perusahaan

    Penggabungan Usaha 


    Merger dan Akuisisi - Pengertian penggabungan usaha adalah aktivitas ekspansi usaha atau perluasan usaha yang dilakukan suatu perusahaan dengan satu atau beberapa perusahaan kedalam satu entitas ekonomi (perusahaan) yang bertujuan untuk memperluas usaha.

    Penggabungan usaha merupakan salah satu dari beberapa strategi dari aktivitas perluasan usaha yang banyak dilakukan, jamak terjadi dimanapun.

    Dalam penggabungan usaha. ada dua pilihan yang bisa dipilih caranya. yaitu MERGER dan AKUISISI.
    merger dan akuisisi
    Merger dan Akuisisi

    Pengertian Merger dan Akuisisi

    Pengertian Merger
    Penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan perusahaan usaha dimana perusahaan membeli aset perusahaan lain dan perusahaan yang dibeli dibubarkan atau berhenti beroperasi.

    Pengertian Akuisisi
    Penggabungan dua tau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan usaha dimana sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain (saham) dan perusahaan yang dibeli tidak dibubarkan alias TETAP ADA.
    Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan bisa dibaca di:  MERGER dan AKUISISI

    Alasan Merger dan Akuisisi


    Penyebab suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha ada banyak kemungkinannya.

    Ada beberapa hal yang sering menjadi penyebabnya, antara lain:

    • Diversifikasi Usaha

    Diversifikasi Usaha atau business diversification adalah salah satu strategi perusahaan untuk menguasai berbagai bidang usaha yang berbeda.
    Diversifikasi usaha ini akan membuka peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih dari usaha lain.
    Sekaligus meminimalkan resiko. Apabila usaha yang satu tak sesuai ekspektasi, ada kemungkinan usaha yang lain lagi mendongkrak kondisi perusahaan.

    • Investasi

    Perusahaan melakukan investasi dengan membeli perusahaan yang profitable dan kemungkinan akan menambah pundi pundi perusahaan di masa yang akan datang.
    Perusahaan memilih penggabungan usaha untuk berharap bahwa akan mendapat banyak keuntungan dimasa yang akan datang.

    • Peningkatan Skala Perusahaan

    Peningkatan skala perusahaan adalah salah satu alasan lain mengapa dilakukan penggabungan usaha.
    Terjadinya penggabungan usaha, akan menambah aset perusahaan
    Jaringan (networking) dan jangkauan pasar juga akan semakin luas dari sebelumnya.
    Dan pada ujungnya perusahaan akan mengalami peningkatan omset.

    • Mengurangi Resiko

    Di dunia ini, tak ada satupun usaha yang tanpa resiko, sudah berlaku umum rumus high risk, high return.
    Resiko tidak bisa dihilangkan dalam dunia bisnis, tapi resiko paling tidak masih bisa di manage.
    Salah satu caranya adalah, dengan melakukan diversifikasi usaha.
    Diversifikasi usaha dengan penggabungan usaha di luar bisnis utamanya adalah salah satu cara mengurangi resiko.

    • Mengontrol Kendali atas Persaingan atau Perusahaan Lain

    Mungkin, dari sekian alasan diatas tadi, mungkin inilah alasan yang paling sering melatarbelakangi suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha.
    Beberapa kemungkinan yang menjadi alasan perusahaan ingin mengontrol kendali atas perusahaan lainnya.
    1. Penetrasi pasar
      Perusahaan perusahaan besar yang terkadang sulit untuk memasuki suatu area pasar tertentu yang menjadi targetnya biasanya melakukan penggabungan usaha ini.
      Contohnya Philiph Moris, perusahaan rokok asal Amerika ingin memasuki pasar rokok di indonesia, sedangkan pasar rokok sudah memiliki budaya dan tradisi tersendiri, sehingga sulit bagi brand baru untuk masuk secara masiv di pasar indonesia
      Philiph moris akhirnya mengakuisis HM Sampoerna yang menjadi pemain utama di pasar rokok tanah air.
      Dengan penggabungan usaha ini. Philiph moris akhirnya bisa menjadi pemain utama di pasar rokok Indonesia juga Asia Tenggara.
      2. Keberlangsungan Supplay Bahan Baku
        Biasanya, perusahaan besar yang susah mendapatkan supplay raw material atau bahan baku yang sektor bisnis ini dikuasai oleh perusahaan lain, akan melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan penyedia raw material tersebut.
        Bisa dengan membeli perusahaannya.
        Supaya suplay bahan baku yang dibutuhkan perusahaan itu terus bisa dikontrol dan terus mendapat suplay yang pasti akan kebutuhan bahan baku.
        3. Mengurangi Kompetitor
          Menguasai atau membeli perusahaan saingan adalah termasuk strategi yang banyak dilakukan untuk memenangi persaingan.
          Contoh perusahaan yang mengakuisisi perusahaan pesaingnya sudah seringkali terjadi. Anda tentu bisa mencarinya di Google.
          Contohnya, indofood yang pada tahun 2013 lalu mengakuisisi perusahaan bernama PT Indofood Mitra Bahari Makmur yang bermain di lini bisnis yang sama.
          Dan juga mengakuisis PT Tirta Bahagia yang bergerak pada industri Air minum kemasan.
          Demikianlah mengenai alasan alasan perusahaan melakukan penggabungan usaha, selanjutnya bahasan dilanjut dengan bentuk bentuk penggabungan usaha serta perlakuan akuntansinya.

          Tapi nanti, sabar dulu, nanti saya akan menulisnya di artikel lain karena keterbatasan waktu saya. :)


          Minggu, 11 Januari 2015

          Etika Profesi Akuntansi

          etika profesi akuntan
          etika profesi akuntansi

          Etika Profesi Akuntansi


          Dalam dunia lembaga akuntansi, ada yang namanya kode etik profesi akuntansi, seorang akuntan profesional harus memiliki Etika Profesi Akuntansi.

          Di Indonesia, kode etik ini di gawangi oleh organisasi profesi akuntansi, Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI )

          Tujuan dari kode etik profesi akuntansi ini diantaranya adalah :
          • Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
          • Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
          • Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
          • Untuk meningkatkan mutu profesi.
          • Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
          • Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
          • Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
          • Menentukan baku standar

          .Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia, meliputi 3 bagian:
          1. Prinsip Etika,
          2. Aturan Etika, dan
          3. Interpretasi Aturan Etika

          Prinsip Etika memberikan dasar kerangka bagi aturan etika yang mengatur suatu pelaksanaan jasa profesionall oleh anggota.

          Prinsip Etika disahkan oleh kongres serta berlaku untuk seluruh anggotanya

          Sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan mengikat hanya kepada anggota Himpunan yang bersangkutan.

          Interpretasi Aturan Etika adalah interpretasi yang ditetapkan oleh Badan yang di bentuk oleh Himpunan setelah mendengarkan/memerhatikan tanggapan dari anggota dan juga pihak berkepentingan yang lain

          Kemudian digunakan sebagai panduan menerapkan Aturan Etika tanpa bermaksud untuk membatasi lingkup dan juga penerapan nya.

          Prinsip Etika Profesi Akuntan


          1.      Tanggung Jawab Profesi.
          Ketika melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang profesional, setiap anggota harus mempertimbangkan moral dan juga profesional di dalam semua kegiatan yang dilakukan.
          2.      Kepentingan Publik,
          Setiap anggota harus senantiasa bertindak dalam krangka memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan yang diberikan publik, serta menunjukkan komitmen nya sebagai profesional.
          3.      Integritas
          Untuk meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota wajib memenuhi tanggung jawabnya sebagai profesional dengan tingkat integritas yang setinggi mungkin
          4.      Obyektivitas
          Setiap anggota berkwajiban untuk menjaga tingkat ke-obyektivitas-nya dan terbebas dari benturan-benturan kepentingan dalam menjalankan tugas kewajiban profesional
          5.      Kompetensi dan sifat kehati-hatian profesional
          Setiap anggota wajib menjalankan jasa profesional dengan kehati hatian, kompetensi dan ketekunan
          Juga berkwajiban untuk mempertahankan keterampilan profesional pada tingkatan yang dibutuhkan
          Ini untuk memastikan bahwa klien mendapatkan manfaat dari jasa profesional yang diberikan dengan kompeten berdasar pada perkembangan praktik, legislasi serta teknik yang mutakhir.
          6.      Kerahasiaan
          Anggota harus menghormati kerahasiaan informasi selama melaksanakan jasa profisional
          Tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan informasi tersebut jika tanpa persetujuan terlebih dahulu
          Kecuali memiliki hak atau kewajiban sebagai profesional atau juga hukum untuk mengungkapkan informasinya.
          7.      Perilaku Profesional
          Tiap anggota wajib untuk berperilaku konsisten dengan reputasi yang baik dan menjauhi kegiatan/tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi.
          8.      Standar Teknis
          Anggota harus menjalankan jasa profesional sesuai standar teknis dan standar profesional yang berhubungan/relevan.
          Setiap anggota wajib untuk melaksanakan penugasan dari klien selama penugasan tersebut tidak berseberangan dengan prinsip integritas dan prinsip objektivitas

          Dalam kode etik yang telah disebutkan pada Etika Profesi Akuntansi sudah diatur bagaimana para akuntan harus bertindak.

          Namun pada kenyataan, penyimpangan oleh para akuntan banyak terjadi.

          Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan tentu saja berdampak buruk terhadap nama baik maupun tingkat kredibilitas akuntan dimata publik. 

          Silahkan baca juga: Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi yang pernah terjadi, pelanggaran pelanggarannya dan yang lainnya.


          Jumat, 09 Januari 2015

          PENGERTIAN AKUNTANSI | Definisi Akuntansi Menurut Ahli

          Pengertian Akuntansi - Akuntansi Keuangan dalam bisnis dan dinamika perusahaan memiliki peranan yang signifikan terutama untuk memberikan informasi keuangan sebagai dasar dan pendukung dalam pengambilan sebuah keputusan dalam suatu perusahaan.

          Bermacam macam kepentingan, keputusan, dan juga penggunaan informasi keuangan dalam perusahaan membuat ilmu akuntansi mengalami perkembangan.

          Informasi yang dihasilkan bukan hanya sebatas pada pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen,

          Namun juga sebagai instrumen pendukung pengambilan suatu keputusan di masa mendatang

          Dan juga sebagai peramalan laba.

          Sederhananya, pengertian akuntansi keuangan bisa kita lihat seperti berikut ini
          " Akuntansi keuangan adalah sebagai alat bantu dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi dan juga detail keuangan "
          Pengertian Akuntansi
          Pengertian Akuntansi
          Peranannya sangat mencolok dalam membantu melancarkan tugas manajemen,

          Khususnya dalam kaitan melaksanakan fungsi suatu perencanaan dan pengawasan dalam entitas.

          Pada kesempatan kali ini saya akan menulis beberapa pengertian akuntansi keuangan dan tujuan akuntansi keuangan yang utama.

          Ada beberapa definisi akuntansi keuangan dari beberapa sudut yang akan saya bahas agar lebih lengkap.


          Definisi Akuntansi Keuangan dari Sudut Pemakai:

          Akuntansi keuangan di definisikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang menyajikan suatu informasi yang diperlukan untuk melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan ekonomi secara efisien.

          Informasi yang dihasilkan umumnya diperlukan untuk:
          • Membuat suatu perencanaan, pengawasan yang efektif serta pengambilan sebuah keputusan ekonomi oleh manajemen.
          • Pertanggungjawaban manajemen entitas bisnis kepada para pemilik/investor, kreditor, pemerintah dan pihak yang membutuhkan lainnya.
            Dari pengertian akuntansi keuangan tersebut, bisa disimpulkan beberapa hal berikut :
            • Akuntansi keuangan dijalankan dalam suatu entitas bisnis
            Informasi yang dihasilkannya berupa informasi keuangan entitas tersebut.
              • Informasi akuntansi dipergunakan dalam pengambilan suatu keputusan internal entitas (manajemen), juga untuk pengambilan suatu keputusan oleh pihak ekstern organisasi (pemilik/investor, kreditor serta pihak eksternal lainnya).

                Pengertian Akuntansi dari Sudut Proses Kegiatan:

                Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian/penggolongan, pelaporan serta penganalisaan data keuangan suatu entitas/organisasi.

                Definisi ini menunjukkan kegiatan akuntansi adalah tugas yang kompleks

                Meliputi berbagai macam kegiatan.
                • Mengidentifikasi data yang berhubungan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil.
                • Memproses dan atau menganalisa data-data yang relevan.
                • Mengolah data menjadi suatu informasi handal yang bisa digunakan untuk pengambilan keputusan.
                American Accounting Asociation (AAA) mengartikan akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasikan, mengukur serta melaporkan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian serta keputusan yang jelas, tegas bagi pihak yang membutuhkan dan menggunakan informasi ekonomi tersebut

                Pengertian Akuntansi
                Pengertian Akuntansi

                Jika disimak, akuntansi keuangan ini memiliki beberapa sudut pandang:
                • Bahwa akuntansi keuangan adalah suatu proses yang terdiri dari peng-identifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi. (pada bagian ini menjelaskan mengenai kegiatan akuntansi).
                • Bahwa informasi tersebut diharapkan bisa bermanfaat dalam suatu penilaian dan pengambilan keputusan mengenai entitas yang bersangkutan. (menjelaskan fungsi dari akuntansi).

                Tujuan Akuntansi Keuangan
                  Tujuan utama dari akuntansi keuangan adalah memberikan suatu informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak yang mempunyai kepentingan baik dari internal ataupun eksternal.

                  Maksud dari kesatuan ekonomi adalah badan usaha.

                  Sebuah perusahaan atau entitas bisnis sekiranya perlu membuat/menciptakan suatu metode pencatatan atas aktivitas, pengklasifikasian, analisa serta pengendalian atas kegiatan dan transaksi ekonomi.

                  Kemudian membuat laporannya guna menghasilkan informasi akuntansi. aktivitas akuntansi meliputi :
                  • Pengidentifikasian serta pengukuran data yang berhubungan/relevan untuk pengambilan keputusan.
                  • Memproses data yang bersangkutan lalu kemudian melaporkan informasi yang dihasilkan.
                  • Meng-komunikasi-kan informasi yang dihasilkan kepada pihak pemakai laporan akuntansi.
                  Demikianlah beberapa pengertian akuntansi, semoga artikel ini bermanfaat.

                  Dan apabila ada koreksi, silahkan tinggalkan pesan