Sabtu, 10 Januari 2015

Kas Kecil Metode Fluktuasi | Contoh Soal Sistem Fluktuasi

Sebelumnya telah dibahas pengertian kas kecil dan kas kecil metode impress
kali ini  yang akan kita bahas tentang tentang kas kecil sistem flutuasi

Kas kecil metode sistem fluktuasi, atau yang juga banyak disebut sebagai:

Fluctuation Fund System (Sistem dana Berubah)


Pada  sistem dana berubah ini menyatakan bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan namun jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya ketika manajemen membuat keputusan pertama kali perusahaan menetapkan nominal kas kecil sebesar Rp 5 Juta.

Lalu kas kecil tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan lalu kemudian kas kecil diisi kembali.

Saat pengisian kembali, jika menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah nominal kas kecil harus sama dengan jumlah kas kecil awal (saldo awal)

Sedangkan pada kas kecil sistem fluktuasi, jumlah nominal pengisian kas kecilnya tidak harus sama dengan saldo awalnya, tapi bisa kurang atau lebih.

Contoh Soal pencatatan kas kecil sistem flutuasi

PT. Astria Bersama menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil.

Kas tersebut mulai dibuka pada tanggal 2 Desember 2014 dengan menerima uang sebanyak Rp 4.000.000 dari Kas.

Untuk selanjutnya kas kecil diisi setiap tanggal 15 dan 30.

Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan desember 2014 adalah sebagai berikut:

3 desember      Dibeli materai Rp 300.000
8 desember      Dibayar rekening listrik Rp 320.000 dan air Rp 230.000
11 desember    Dibayar biaya iklan pada harian kompas Rp 250.000
14 desember    Dana kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 disetor kembali ke kas
15 desember    Dana kas kecil diisi kembali.
19 desember    Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
21 desember    Dibayar biaya telepon Rp 350.000
27 desember    Dibeli perlengkapan kantor Rp 650.000
29 desember    Dibayar untuk pengobatan karyawan yang sakit Rp 200.000
29 desember    Dibayar biaya angkut barang Rp 130.000
30 desember    Dana kas kecil diisi kembali.

Diminta:
Buatlah Jurnal umum, jika menggunakan Metode Fluktuasi (Fluctuation Fund System)

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Pembentukan dana Kas Kecil ]
02/12/2014
KasKecil Rp4.000.000
Kas Rp4.000.000
[ pengeluaran dana kas kecil langsung di catat ]
03/12/2014
Perlengkapan Kantor Rp300.000
Kas Kecil Rp300.000
08/12/2014
Biaya Listrik Rp320.000
BiayaAir Rp230.000
Kas Kecil Rp550.000
11/12/2014
Biaya Iklan Rp250.000
Kas Kecil Rp250.000
[ Penurunan saldo kas kecil ]
14/12/2014 Kas Rp500.000
Kas Kecil Rp500.000
[ Pengisian kembali dana kas kecil ]
15/12/2014 KasKecil Rp1.100.000
Kas Rp1.100.000
pencatatan pengeluaran kas kecil ]
19/12/2014 | Biaya angkut Rp240.000
Kas Kecil Rp240.000
21/12/2014 | Biaya Telepon Rp350.000
Kas Kecil Rp350.000
27/12/2014 | Perlengkapan Kantor Rp650.000
Kas Kecil Rp650.000
29/12/2014 | Biaya Rupa rupa Rp200.000
Kas Kecil Rp200.000
29/12/2014 | Biaya angkut Rp 130.00
Kas Kecil Rp130.000
[ pengisian kembali dana kas kecil ]
30/12/2014 | KasKecil Rp1.570.000
Kas Rp1.570.000


Demikian contoh soal kas kecil metode fluktuasi apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah atau pun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar. 

Jumat, 09 Januari 2015

Teori Laporan Keuangan Konsolidasi | Part 2

Laporan Keuangan Konsolidasi | Teori


Postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan Laporan Keuangan Konsolidasi part 1 sebelumnya, juga sangat berhubungan dengan postingan tentang Merger dan Akuisisi

Sebelum membahas teknikal-nya

Mari kita membahas teorinya terlebih dahulu mengenai laporan keuangan konsolidasi karena akan susah mengetahui tentang detail langkah teknis-nya sebelum mengetahui teorinya bukan ?

Sebelum-nya saya sudah pernah sampaikan tentang merger dan akuisisi, penggabungan usaha memiliki berbagai skema yang bisa dilakukan sesuai dengan tujuan dan maksud dari penggabungan itu sendiri.

Memperoleh kendali entitas usaha lain merupakan salah satu tujuan penggabungan entitas usaha.

Biasanya dilakukan dengan membeli mayoritas saham perusahaan investee dengan tanpa melikuidasi / membubarkan-nya.
Laporan Konsolidasi
Syarat wajib Laporan Konsolidasi hrus disusun adalah saat salah satu entitas yang bergabung mempunyai kendali atas entitas usaha (perusahaan) lain.

Perusahaan investor atau yang bisa disebut sebagai acquirer (perusahaan induk) adalah yang menyusun-nya.

Pengendalian atas perusahaan investee diperoleh jika salah satu entitas usaha yang bergabung memiliki lebih dari 50 persen hak suara pada perusahaan yang lain

Kecuali jika bisa dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun kepemilikan lebih dari 50 %.

Laporan tersebut harus didasarkan pada substansi dari peristiwa ekonomi dan tidak menyesatkan pihak yang berkepentingan.

Apabila saham yang dibeli seluruhnya (100%), maka laporan keuangan konsolidasi mudah saja disusun.

Kita hanya menggabungkan saja kedua atau lebih hasil operasional perusahaan, guna menghasilkan 1 laporan keuangan, (skema perusahaan induk - perusahaan cabang).

Akan tetapi, persoalan muncul manakala investor membeli saham perusahaan investee kurang dari 100 persen

Artinya masih ada hak bagi perusahaan investee walaupun kecil atau sangat kecil (minoritas)

Persoalan seperti itu pada akhirnya menimbulkan teori-teori dalam proses penyusunan lap. keuangan konsolidasi, berikut di antarnya:

Teori Perusahaan Induk [Proprietary Theory]


Teori ini merupakan teori yang pertama diaplikasikan dalam sejarah penyusunan laporan konsolidasi.

Teori berdasar pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi merupakan perluasan dari laporan keuangan induk perusahaan.

Maka dari itu laporan keuangan konsolidasi dibuat berdasarkan sudut pandang pemegang saham perusahaan induk.

Artinya bahwa laporan keuangan konsolidasi hanya dibuat untuk kepentingan pemegang saham perusahaan induk.

Termasuk laba bersih laporan keuangan konsolidasi adalah ukuran laba rugi untuk perusahaan induk saja.

Namun sayangnya, teori ini menjadi tidak aplikatif saat kepemilikan atas perusahaan investee tidak sampai 100 persen. maka akan muncul ketidak-konsistenan pada perlakuan akuntansi-nya. contoh :
  • Kepemilikan yang minoritas merupakan kewajiban dilihat dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk (kepemilikan minoritas dimasukkan dalam kelompok kewajiban), namun pada kenyataannya kewajiban yang dimaksud di sini bukanlah kewajiban yang berdasarkan pada konsep kewajiban pada umumnya atau yang lazim
  • Laba kepemilikan minoritas dianggap sebagai beban dari sudut pandang stockholder induk perusahaan, beban yang dimaksud tidaklah memenuhi kriteria lazimnya beban (beban yang lazim)

    Teori Entitas [Entity Theory]


    Dalam Teori ini hendak menjawab solusi atas persoalan yang muncul dalam Teori Perusahaan Induk [Proprietary Theory]
    • Teori Entitas merefleksikan sudut pandang keseluruhan perusahaan (induk-anak)
    • Laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba laporan konsolidasi
    • kepemilikan minoritas adalah bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi
    • Ekuitas dan laba anak perusahaan ditentukan terhadap seluruh pemegang saham sehingga laba secara total dapat di distribusikan secara konsisten kepada pemegang saham mayoritas juga pemegang saham minoritas.
    • Seluruh aset bersih perusahaan anak di-konsolidasi-kan pada nilai wajar berdasarkan pada harga yang dibayar oleh perusahaan induk untuk kepemilikannya. 
    Hal ini bertujuan untuk menjamin konsistensi penilaian aset bersih kepemilikan mayoritas dan juga kepemilikan minoritas

      Kita bisa lihat, Teori Entitas ini seolah memaksakan kepemilikan minoritas berkepentingan atas laporan keuangan konsolidasi.

      Padahal sebenarnya kepemilikan minoritas tidak memerlukan-nya.

      Laba bersih dianggap suatu komponen dari ekuitas di neraca laporan keuangan konsolidasi.

      Dan ini tidaklah relevan.

      Teori Kontemporer [Contemporary Theory]


      Teori Kontemporer ini berada diantara Teori Perusahaan Induk dan Teori Entitas.

      Hal ini bisa kita lihat dari pendekatan yang dipakai dalam penyusunan laporan konsolidasi:
      • Dalam laporan keuangan konsolidasi, posisi keuangan disajikan sebagai hasil operasional usaha dari perusahaan tunggal, akan tetapi disusun terutama buat kepentingan pemegang saham dan kreditor perusahaan induk.
      • Laba bersih konsolidasi merupakan laba untuk stockholder induk perusahaan.
      • Laba kepemilikan minoritas merupakan pengurang dalam penentuan laba bersih konsolidasi, tapi bukan berarti menjadi beban seperti Teori Perusahaan Induk. 
      Ini sebagai perwujudan alokasi realisasi laba perusahaan keseluruhan kepada pemegang saham baik mayoritas maupun minoritas.
        • Ekuitas kepemilikan minoritas dianggap sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi, dan dilaporkan dalam jumlah tunggal karena laporan konsolidasi tidak akan memberikan manfaat kepada kepemilikan minoritas
        • Aset bersih anak perusahaan di-konsolidasi-kan pada nilai buku aset ditambahkan dengan kelebihan investasi induk perusahaan atas nilai buku aset anak perusahaan. dan selisih-nya di amortisasi pada periode periode berikutnya.

        Ok, ketiga teori di atas merupakan teori tentang dasar penyusunan laporan konsolidasi yang menuai banyak pro dan kontra, namun, FASB cenderung lebih ada di tengah-tengahnya, seperti dalam statemen FASB No 94 yang menyatakan bahwa :
        • Kepemilikan minoritas dimasukkan sebagai komponen yang terpisah dari ekuitas neraca konsolidasi
        • Laba kepemilikan minoritas bukanlah beban atau kerugian, tapi sebagai pengurang laba bersih konsolidasi untuk menghitung besaran laba mayoritas
        • Laporan konsolidasi harus menyajikan laba bersih untuk kepemilikan mayoritas dan juga laba bersih untuk kepemilikan minoritas.

        Oke, saya kira cukup di sini teori laporan keuangan konsolidasi -nya.

        Bagaimana cara dan prosedur untuk menghasilkan laporan konsolidasi ?

        Akan saya posting di artikel berikutnya.

        Kas Kecil Metode Impress | Contoh Soal Metode Impress

        Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai  Kas Kecil kali ini saya akan melanjutkan dengan contoh soal mengenai kas kecil metode Imprest

        Sekilas mengenai Kas Kecil Metode Imprest atau disebut juga SISTEM DANA TETAP

        Imprest Fund System atau Sistem Dana Tetap Adalah metode pembukuan petty cash dimana jumlah rekening kas kecilnya tidak berubah alias tetap. 

        Apabila terjadi pengeluaran kas kecil, pemegang petty cash tidak serta merta melalukan pencatatan atas transaksinya, tetapi sebatas mengumpulkan bukti bukti transaksi pengeluaran.

        Sekali lagi ingat, TIDAK melakukan pencatatan saat transaksi !
        Jika dana petty cas mau habis barulah pemegang kas kecil pencatatan transaksi dengan berdasar bukti transaksi ekonomi yang telah dikumpulkan.

        Kemudian mengajukan pembentukan kembali dana cas kecil pada bendahara yang nominalnya sesuai dengan pembukuan dan bukti transaksi, sehingga jumlah dana kas kecilnya tetap sama seperti semula.

        Langkah langkah operasional kas kecil metode impres :
        1. Pembentukan dana kas kecil, pemegang petty cash diberi sejumlah uang guna pembayaran transaksi atau pengeluaran yang tidak material yang diprediksi bisa memenuhi kebutuhan dengan jangka waktu tertentu.
        2. Penggunaan kas kecil untuk pembayaran transaksi pengeluaran pengeluaran. 
        3. Saat dana kas kecil tidak ada (habis), kas kecil diisi kembali dengan jumlah nominal yang sama dengan jumlah pengeluaran atas transaksi yang terjadi

        Contoh Soal Kas Kecil Metode Imprest | Sistem Dana Tetap



        PT Astria Bersama menetapkan kas kecil untuk pembayaran pengeluaran dalam nominal yang kecil. 

        Kas kecil tersebut dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 dengan menerima uang sebesar Rp 2.500.000 dari akun kas.

        Berikutnya, kas kecil akan diisi lagi pada setiap tanggal 15 dan 30. Transaksi transaksi pengeluaran yang menggunakan kas kecil selama bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut:

        03 januari     Dibeli materai Rp 300.000
        08 januari     Pembayaran beban listrik Rp 320.000 dan air Rp 280.000
        11 januari     Dibayar biaya iklan di koran jawa pos Rp 250.000
        14 januari     Kas kecil dianggap terlalu besar Rp 500.000 sehingga disetor kembali ke kas
        15 januari     Dana kas kecil diisi kembali.
        19 januari     Dibayar biaya angkut pembelian Rp 240.000
        21 januari     Dibayar biaya telepon Rp 360.000
        29 januari     Dibayar untuk biaya pengobatan staf yang sakit Rp 200.000
        30 januari     Dana kas kecil diisi kembali.


        Catatlah Jurnal umum,  dengan menggunakan Metode Impress 

        Tanggal
        Keterangan Debit Kredit
        Pembentukan dana Kas Kecil ]
        01/01/2015 Kas Kecil Rp2.500.000
        Kas Rp2.500.000
        [pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
        03/01/2015 ------ ------ ------ ------
        08/01/2015 ------ ------ ------ ------
        11/01/2015 ------ ------ ------ ------
        [Penurunan saldo' kas kecil dan dikembalikan ke akun kas]
        14/12/2014 Kas Rp500.000
        Kas Kecil Rp500.000
        Pengisian kembali dana kas kecil ]
        15/12/2014 Perlengkapan Kantor Rp300.000
        Biaya Listrik Rp320.000
        Biaya Air Rp280.000
        Biaya Iklan Rp250.000
        Kas Rp1.150.000
        [pengeluaran kas kecil tidak dicatat saat terjadi transaksi]
        19/01/2015 ------ ------ ------ ------
        21/01/2015 ------ ------ ------ ------
        29/01/2015 ------ ------ ------ ------
        pengisian dana kas kecil ]
        30/01/2015 B. Angkut Rp240.000
        Biaya Telepon Rp360.000
        B rupa rupa Rp200.000
        Kas Rp800.000

        Demikian Contoh Soal Kas Kecil Metode Impres. apabila ada yang salah baik dalam pencatatan, jumlah ataupun penulisan, silahkan koreksi dengan berkomentar. 

        Kantor Akuntan Publik di Indonesia

        Kantor Akuntan Publik di Indonesia


        Sebelumnya saya sudah tulis artikel tentang pengertian dan syarat syarat mendirikan KAP di Indonesia, yang saya tulis dipostingan ini : Kantor Akuntan Publik



        KAP di Indonesia - Berikut beberapa kantor akuntan publik atau yang biasa disingkat KAP yang bisa dibilang salah sekian terbaik dan terbesar yang aktif dan melayani perusahaan perusahaan besar di Indonesia.

        Sepuluh KAP yang saya kira yang bagus menurut saya.. urutan berdasar alfabet ya. juga link kantor akuntan publik nya saya sertakan.

        1. BKD
        2. BDO USA
        3. CBIZ (Mayer Hoffman McCann)
        4. Crowe Horwath
        5. Deloitte – KAP Osman Bing Satrio
        6. Ernst & Young – KAP Purwantono, Sarwoko, Sandjaja
        7. Grant Thornton
        8. KPMG – KAP Sidharta, Sidharta, Widjaja
        9. PwC (Pricewaterhouse Coopers) – KAP Haryanto Sahari
        10. RSM (McGladrey & Pullen)
        Silahkan langsung klik link untuk menuju ke website masing masing kantor akuntan publik tersebut untuk lebih mengetahui profil dan detail lainnya.

        Bagaimana dengan KAP lokal yang tidak besar?

        Banyak juga kok, bahkan sangat banyak terutama di kota kota besar pasti ada KAP lokal skala low-middle.

        Bisa di cari di google dengan kata kunci kantor akuntan publik plus nama kotanya. Auditor di dalamnya juga saya kira sama saja.

        Semoga list mengenai Kantor Akuntan Publik di Indonesia ini berguna :)

        PENGERTIAN AKUNTANSI | Definisi Akuntansi Menurut Ahli

        Pengertian Akuntansi - Akuntansi Keuangan dalam bisnis dan dinamika perusahaan memiliki peranan yang signifikan terutama untuk memberikan informasi keuangan sebagai dasar dan pendukung dalam pengambilan sebuah keputusan dalam suatu perusahaan.

        Bermacam macam kepentingan, keputusan, dan juga penggunaan informasi keuangan dalam perusahaan membuat ilmu akuntansi mengalami perkembangan.

        Informasi yang dihasilkan bukan hanya sebatas pada pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen,

        Namun juga sebagai instrumen pendukung pengambilan suatu keputusan di masa mendatang

        Dan juga sebagai peramalan laba.

        Sederhananya, pengertian akuntansi keuangan bisa kita lihat seperti berikut ini
        " Akuntansi keuangan adalah sebagai alat bantu dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi dan juga detail keuangan "
        Pengertian Akuntansi
        Pengertian Akuntansi
        Peranannya sangat mencolok dalam membantu melancarkan tugas manajemen,

        Khususnya dalam kaitan melaksanakan fungsi suatu perencanaan dan pengawasan dalam entitas.

        Pada kesempatan kali ini saya akan menulis beberapa pengertian akuntansi keuangan dan tujuan akuntansi keuangan yang utama.

        Ada beberapa definisi akuntansi keuangan dari beberapa sudut yang akan saya bahas agar lebih lengkap.


        Definisi Akuntansi Keuangan dari Sudut Pemakai:

        Akuntansi keuangan di definisikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang menyajikan suatu informasi yang diperlukan untuk melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan ekonomi secara efisien.

        Informasi yang dihasilkan umumnya diperlukan untuk:
        • Membuat suatu perencanaan, pengawasan yang efektif serta pengambilan sebuah keputusan ekonomi oleh manajemen.
        • Pertanggungjawaban manajemen entitas bisnis kepada para pemilik/investor, kreditor, pemerintah dan pihak yang membutuhkan lainnya.
          Dari pengertian akuntansi keuangan tersebut, bisa disimpulkan beberapa hal berikut :
          • Akuntansi keuangan dijalankan dalam suatu entitas bisnis
          Informasi yang dihasilkannya berupa informasi keuangan entitas tersebut.
            • Informasi akuntansi dipergunakan dalam pengambilan suatu keputusan internal entitas (manajemen), juga untuk pengambilan suatu keputusan oleh pihak ekstern organisasi (pemilik/investor, kreditor serta pihak eksternal lainnya).

              Pengertian Akuntansi dari Sudut Proses Kegiatan:

              Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian/penggolongan, pelaporan serta penganalisaan data keuangan suatu entitas/organisasi.

              Definisi ini menunjukkan kegiatan akuntansi adalah tugas yang kompleks

              Meliputi berbagai macam kegiatan.
              • Mengidentifikasi data yang berhubungan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil.
              • Memproses dan atau menganalisa data-data yang relevan.
              • Mengolah data menjadi suatu informasi handal yang bisa digunakan untuk pengambilan keputusan.
              American Accounting Asociation (AAA) mengartikan akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasikan, mengukur serta melaporkan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian serta keputusan yang jelas, tegas bagi pihak yang membutuhkan dan menggunakan informasi ekonomi tersebut

              Pengertian Akuntansi
              Pengertian Akuntansi

              Jika disimak, akuntansi keuangan ini memiliki beberapa sudut pandang:
              • Bahwa akuntansi keuangan adalah suatu proses yang terdiri dari peng-identifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi. (pada bagian ini menjelaskan mengenai kegiatan akuntansi).
              • Bahwa informasi tersebut diharapkan bisa bermanfaat dalam suatu penilaian dan pengambilan keputusan mengenai entitas yang bersangkutan. (menjelaskan fungsi dari akuntansi).

              Tujuan Akuntansi Keuangan
                Tujuan utama dari akuntansi keuangan adalah memberikan suatu informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak yang mempunyai kepentingan baik dari internal ataupun eksternal.

                Maksud dari kesatuan ekonomi adalah badan usaha.

                Sebuah perusahaan atau entitas bisnis sekiranya perlu membuat/menciptakan suatu metode pencatatan atas aktivitas, pengklasifikasian, analisa serta pengendalian atas kegiatan dan transaksi ekonomi.

                Kemudian membuat laporannya guna menghasilkan informasi akuntansi. aktivitas akuntansi meliputi :
                • Pengidentifikasian serta pengukuran data yang berhubungan/relevan untuk pengambilan keputusan.
                • Memproses data yang bersangkutan lalu kemudian melaporkan informasi yang dihasilkan.
                • Meng-komunikasi-kan informasi yang dihasilkan kepada pihak pemakai laporan akuntansi.
                Demikianlah beberapa pengertian akuntansi, semoga artikel ini bermanfaat.

                Dan apabila ada koreksi, silahkan tinggalkan pesan


                Sabtu, 20 Desember 2014

                Apa itu Petty Cash ? (Kas Kecil)

                Pengertian Kas Kecil - suatu hari kawan saya yang sedang kerja di sebuah perusahaan lumayan besar, disuruh beli minuman, camilan, dan beberapa alat tulis oleh bosnya karena secara mendadak ada relasi bisnis yang lumayan penting buat bosnya datang ke kantornya.

                Belilah si teman saya itu, tapi sebelumnya dia minta uang ke staff bendahara dulu..  selesai masalah

                Namun teman saya itu bertanya, kok gampang banget ambil uang di kantornya? untuk keperluan beli camilan? apa emang di alokasikan atau campur2 uangnya bosnya?

                Nah untuk itulah kita akan berbicara kas kecil atau yang juga disebut petty cash

                petty cash
                kas kecil atau petty cash

                Pengertian Kas Kecil atau Definisi Petty Cash


                Pengertian Kas kecil atau petty cash adalah uang yang dicadangkan oleh entitas bisnis/perusahaan untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran yang bersifat rutin namun jumlah nominalnya relatife kecil, serta tidak material.

                Petty Cash mempunyai beberapa karakteristik yaitu :
                • Jumlah nominalnya dibatasi, tidak lebih ataupun tidak kurang dari jumlah nominal tertentu yang sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. 
                Tentunya masing - masing perusahaan menetapkan jumlah nominal yang berbeda beda sesuai dengan kebijakan dan skala operasional perusahaan.
                  • Digunakan untuk mendanai transaksi yang bernominal kecil yang rutin terjadi setiap hari, ribet juga kan kalau misalnya ada keperluan seperti keperluan ATK yang jumlahnya tidak seberapa dan tiap saat selalu keluar biayanya jika harus mengambil uang harus berprosedur prosedur dulu?

                    Tujuan Kas Kecil


                    Ada beberapa tujuan dibentuknya kas kecil, berikut diantaranya :
                    • Menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian di kantor
                    • Menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak.
                    • Meringankan beban staff karyawan dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi bisnis pimpinan. 
                    • Mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terencana sebelumnya.

                      Pembayaran Kas Kecil


                      Pembayaran melalui kas kecil dilakukan untuk suatu hal seperti berikut:
                      • Pengeluaran kas kecil biasanya telah ditentukan batas maksimalnya setiap terjadi pengeluaran
                      • Pengeluaran tidak diperbolehkan untuk pemberian pinjaman (utang) kepada staf
                      • Bukti pengeluaran kas kecil harus ditanda-tangani oleh bagian pemegang petty cash
                      • Apabila ada bukti pembayaran, seperti kuitansi, faktur atau bukti pendukung yang lain harus dilampirkan juga pada bukti pengeluaran kas.

                        Pengisian Kas Kecil


                        Jadi apabila jumlah nominal uang yang terdapat dalam akun kas kecil telah menipis, maka dana kas kecil harus diisi lagi dengan cara sebagai berikut:
                        • Pemegang petty cash mengajukan permintaan kepada bendahara kas
                        • Pemegang petty cash menyiapkan daftar pengeluaran yang telah dilampiri bukti transaksi atas pengeluaran kas kecil.
                        • Jika telah sesuai dengan ketentuan, bendahara kas memberikan tanda persetujuan kepada formulir permintaan tersebut dan memberi dana sebesar jumlah nominal kas kecil yang sudah dikeluarkan.

                        Metode Pencatatan Petty Cash / Kas Kecil


                        Didalam akuntansi, ada dua metode yang umumnya digunakan dalam pencatatan kas kecil

                        1. Sistem Dana Tetap | Imprest Fund System 


                        Metode Sistem Dana Tetap ini merupakan metode pembukuan kas kecil dimana rekening kas kecil jumlahnya SELALU TETAP.

                        Setiap pengeluaran kas yang terjadi, pemegang petty cash tidak serta merta langsung mencatatnya, tetapi hanya sekedar mengumpulkan bukti transaksi pengeluarannya.

                        Dan pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, apabila dana petty cash hampir habis, baru dilakukan pencatatan pembukuan berdasarkan pada bukti transaksi pengeluaran yang telah dikumpulkan.

                        Kemudian pemegang kas kecil melakukan pengajuan pembentukan kembali dana kas kecil kepada bendahara kas sebesar nominal yang telah dikeluarkan menurut pembukuan dan bukti transaksi pengeluaran.

                        Sehingga jumlah nominal dana kas kecil tetap seperti jumlah kas kecil semula.

                        Langkah-langkah operasional metode impress sbb:

                        • Pembentukan dana kas kecil dimana pemegang kas kecil diberi sejumlah uang tunai yang nantinya untuk pembayaran atas pengeluaran yang diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan dalam dalam waktu tertentu.
                        • Dana kas kecil digunakan untuk pembayaran transaksi pengeluaran . 
                        • Setelah dana kas kecil habis/hampir habis, kasir membentuk kembali dana kas kecil, mengisinya sebesar jumlah nominal pengeluaran yang terjadi.
                        Untuk contoh soal, silahkan baca di contoh soal kas kecil metode impress

                        2. Sistem Dana Berubah | Fluctuation Fund System 


                        Sistem dana berubah sering disebut juga sistem fluktuasi atau pun dana mengambang.

                        Sistem ini menghendaki bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan akan tetapi sesuai dengan kebutuhan.

                        Misalnya, ketika pertama kali membuat kebijakan, perusahaan menetapkan jumlah nominal kas kecil sebesar Rp 5 Juta kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemudian kas kecil diisi kembali.

                        Ketika waktu pengisian, jika perusahaan menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah kas kecil harus sama jumlahnya dengan saldo awal kas kecil.

                        Namun pada metode sistem dana berubah, jumlah pengisian kembali kas kecil tidak harus sama dengan jumlah nominal saldo awalnya, jadi bisa kurang atau lebih.
                        untuk contoh soal, silahkan baca di contoh soal kas kecil metode fluktuasi
                        Baiklah, apa sudah ada pandangan mengenai kas kecil ? semoga artikel ini membantu anda


                        Minggu, 14 Desember 2014

                        Pengertian Audit

                        Pengertian Audit - Apa itu audit? Pasti sudah sering dengar atau paling tidak pernah dengar. ditelevisi pun juga sudah banyak kata kata audit bermunculan

                        Lalu bagaimana pengertian audit menurut para ahli? Mari kita simak


                        Pengertian Audit Menurut A Statement of Basic Auditing Concepts atau yang disingkat ASOBAC menyatakan
                        Audit merupakan sebuah proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti kejadian ekonomi secara objektif mengenai kebijakan serta aktivitas ekonomi untuk menentukan tingkat kecocokan/kesesuaian antara pernyataan dengan kriteria yang telah ditetapkan dan menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan..

                        PSAK : 2006

                        Audit adalah suatu proses sistematis yang secara objektif memperoleh serta mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang aktivitas ekonomi untuk lebih meyakinkan tingkat keterkaitan hubungan antara asersi atau pernyataan dengan kenyataan kriteria yang sudah ditetapkan dan menyampaikann hasilnya kepada pihak yang memiliki kepentingan.

                        Sukrisno Agoes : 1996:01

                        Audit merupakan suatu pemeriksaan terhadap laporan yang sudah disusun oleh manajemen serta catatan catatan pembukuan disertai bukti bukti pendukung yang dilakukan secara sistematik dan kritis oleh pihak yang independen, yang bertujuan bisa memberikan suatu pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

                        Arens dan Loebbecke : 1996:1

                        Arens dan Loebbecke memberikan definisi bahwa Audit adalah suatu proses pengumpulan serta pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang bisa diukur mengenai entitas bisnis yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk bisa menentukan serta melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

                        ya begitulah pengertian audit menurut beberapa pakar ahli. lalu bagaimana menurut anda?
                        apa audit itu?

                        Singkat kata, menurut saya, audit adalah proses memeriksa, pihak yang memeriksa disebut Auditor

                        Apa yang diperiksa? laporan keuangan

                        Kenapa harus diperiksa? karena yang menyusun laporan keuangan tidak serta merta selalu benar atau tidak ada kesalahan

                        Bagaimana memeriksanya? lakukan Audit !!

                        Namun tentu tak sesederhana itu, masih banyak detail lainnya yang sangat panjang untuk dibahas

                        Ok, demikian artikel tentang pengertian audit semoga bermanfaat