Kamis, 05 Februari 2015

Harga Pokok Penjualan Metode FIFO

Perhitungan Harga Pokok Penjualan (COGS) Metode FIFO


Setelah sebelumnya perhitungan harga pokok penjualan metode rata rata (average), kali ini kita bahas contoh soal harga pokok penjualan metode FIFO, FIFO yang merupakan akronim dari First In First Out, adalah barang dagang yang masuk lebih dulu, itulah yang harus dijual lebih dulu.

Contoh Soal:

Masih dengan contoh soal yang sama dengan sebelumnya, pada Harga Pokok Penjualan metode rata rata (average method), saya akan tulis kembali:

UD Albirin Asri yang merupakan sebuah toko yang berdagang menjual beras pada tanggal 1 April mempunyai persediaan sejumlah 1 kwintal (100 kg) beras senilai Rp 300.000. tampak beberapa transaksi yang terlihad pada buku catatan UD Albirin Asri seperti berikut:

DateTransaksiKuantitasUnit PriceJumlah
01-Apr
Penjualan
404.500180.000
10-Apr
pembelian
303.10093.000
10-Apr
Penjualan
664.650302.000
20-Apr
pembelian
253.20080.000
30-Apr
pembelian
403.250130.000
30-Apr
Penjualan
254.875121.875

Dan inilah rangkumannya

Rangkuman
Total Pembelian 95 303.000
Total Penjualan 130 604.000

Transaksi pada 1 April:
Karena persediaan barang pada tanggal 1 April 2015 hanya bersaldo awal 100 kg,  maka 40 kg dijual menggunakan unit cost

Saldo Awal = 300.000 : 100 = Rp 3.000
Total COGS 1 April = Rp 3.000 x 40 kg = Rp 120.000
Persediaan Akhir = Rp 300.000 - 120.000 = Rp 180.000

Transaksi 10 April:
Pembelian barang dagang 30 kg sesenilai Rp 3.100 per kg, total pembelian : Rp 93.000
Terjual barang dagang 65 kg, akan unit cost yang mana yang digunakan?

Karena pada 01 April telah terjual 40 kg, sisa barang dagang yang sebelumnya menggunakan unit price hanya sisa 60 kg, dan tidak cukup untuk menutupi transaksi penjualan yang sebanyak 65 kg, jadi:
60 kg barang dagang menggunakan unit price Rp 3.000
5 kg barang dagang mempergunakan unit price Rp 3.100

Total COGS 10 April 2015:

60 x Rp 3.000  = Rp180.000
5 x Rp 3.100  = Rp15.000
Total COGS Rp195.500

Apabila dibuatkan tabel, akan tampak seperti ini:

FIFO METHOD
Date/Acc 01-Apr 10-Apr 10-Apr 20-Apr 30-Apr Total
Opening Balance Qty 100 60 30 25 50 50
Rp 300.000 180.000 93.000 77.500 157.500 157.500
Purchase Qty 30 30 25 40 95
U/Prx 3.100 3.100 3.200 3.250
Rp 93.000 93.000 80.000 130.000 303.000
Sold (COGS) Qty 40 60 5 25 130
U/Prx 3.000 3.000 3.100 3.100
Rp 120.000 180.000 15.500 77.500 393.000
Closing Balance Qty 60 30 25 50 65 65
Rp 180.000 93.000 77.500 157.500 210.000 210.000

Summary :
Opening Balance 100 300.000
Purchase 95 303.000
Sold (COGS) 130 393.000
Closing Balance 65 210.000

Notes:
Coba perhatikan summarynya, Bila hendak diuji, silahkan pergunakan rumus COGS seperti yang telah dilakukan pada postingan sebelumnya pada metode Average Method

Itulah sekilas contoh soal harga pokok penjualan metode FIFO, selanjutnya kita menggunakan Harga Pokok Penjualan Metode LIFO sekaligus mengenai kajian pajak tentang harga pokok penjualan pada usaha dagang, pada artikel berikutnya :
Harga Pokok Penjualan Metode LIFO


PENGERTIAN MANAJEMEN, Ini Penjelasannya !

Pengertian Manajemen - Kata MANAJEMEN sudah tak asing lagi di telinga

Apa Itu Manajemen ?  

Pengertian Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa inggris, "Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin.
"Manajemen adalah sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara bekerja secara bersama sama dengan orang - orang dan sumber daya yang dimiliki organisasi."
Ya, secara sederhana pengertian manajemen bisa diartikan seperti itu

Bagaimana definisi manajemen menurut para ahli ?
Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli


Mary Parker F.
"Pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain."

George R. Terry
" Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya."

Koontz
"Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu."
Koontz menambahkan, ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun masing masing saling melengkapi.

Stoner
"Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan."

Wilson
" Manajemen adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis."

Oey Liang Lee
" Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan."

Lawrance A Appley
" Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain."

Masih kurang? masih banyak ahli atau pakar yang lain, dengan susunan kata kata yang berbeda, namun benang merahnya masih tetap sama.
Manajemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi.
Aktivitas tersebut bisa berupa pengorganisasian yang meliputi : Perencanaan - Penyusunan - Pengusahaan - dan Pengawasan dengan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi supaya tujuannya terealisasi.

Contoh kalau dalam sebuah perusahaan, tujuannya adalah LABA, dan pada organisasi pemerintahan tujuannya adalah pemaksimalan layanan publik dll.

Proses Fungsi Manajemen


Umumnya, ada beberapa proses dan fungsi yang biasa diimplementasikan dalam kegiatan manajemen

1. Perencanaan


Perencanaan adalah sebuah proses mendifinisikan tujuan dari organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut dan merancang aktivitas kerja organisasi tersebut.

Perencanaan bisa diartikan upaya dalam mengantisipasi adanya kecenderungan di masa mendatang dan penentuan sebuah strategi yang tepat agar bisa merealisasikan tujuan organisasi.

2. Pengorganisasian


Pengorganisasian adalah proses yang meliputi bagaimana strategi yang sudah dirumuskan pada saat tahap perencanaan digambarkan pada sebuah struktur organisasi yang tangguh, sesuai, dan lingkungan yang kondusif.

Pengorganisasian bisa memberikan kepastian bahwa pihak pihak yang berada dalam organisasi bisa bekerja bersama sama dengan efektif dan efisien.

3. Pengarahan


Pengarahan adalah tahap dimana program diimplementasikan supaya bisa dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi.

Pengarahan sebuah upaya dalam memotivasi pihak pihak tersebut agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat tinggi.

4 Pengendalian


Pengendalian adalah upaya untuk memastikan semua kegiatan yang dijalankan bisa berjalan dengan semestinya, sesuai dengan tahap dan target yang telah ditetapkan walaupun ada beberapa perubahan perubahan minor yang bisa terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.

Jenis Jenis Manajemen


Umumnya, dalam sebuah perusahaan jenis jenis manajemen dibagi menjadi Empat (4), antara lain:

Untuk detail masing masing telah saya posting, silahakan klik pada masing masing jenis manajemen di tulisan diatas. Semoga tulisan pengertian manajemen ini bermanfaat untuk anda.


Rabu, 04 Februari 2015

Harga Pokok Penjualan | Cost of Goods Sold - Basic

Pengertian Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan adalah semua biaya yang muncul dalam rangka menghasilkan suatu produk hingga produk tersebut siap dijual. dengan bahasa sederhana, Harga Pokok Penjualan yang biasa disingkat HPP merupakan biaya yang dikeluarkan dalam suatu proses produksi barang dan jasa yang dapat dihubungkan secara langsung dengan aktivitas prosess yang membuat produk barang dan jasa siap jual.

harga pokok penjualan
Harga Pokok Penjualan HPP

Struktur Harga Pokok Penjualan


Dari definisi Harga Pokok Penjualan diatas, bisa kita dapatkan strukture dasar dalam harga pokok penjaualan umumnya terdiri dari tiga elemen besar:
  • Persediaan atau Inventori
  • Tenaga Kerja Langsung atau Direct Labour Cost
  • Biaya Overhead (Overhead Cost)

Persediaan | Inventory


Dalam perusahaan dagan, element persediaan (inventory) hanya terdiri atas Persedian Barang Jadi saja, dikenal dengan istilah Inventori

Sedangkan pada perusahaan manufakture, elemen persediaan meliputi:
  • Raw Materials (Persedian Bahan Baku)
  • Work In Process atau WIP (Persidiaan Barang Dalam Proses)
  • Inventory (Persediaan Barang Jadii)

Elemen Persediaan yang dimaksud adalah besarnya Persediaan Terjual. Untuk mengetahui besaran nilai jumlah persediaan yang telah terjual, maka beberapa unsur dibawah ini perlu diketahui lebih dulu:
  • Persidiaan Awal
  • Pembelian (dalam usaha dagang)
  • Harga Pokok Produksii (dalam perusahaan manufakture)
  • Persediaan Akhir.
  • Persediaan yang digunakan atau disebut juga Barang Tersedia untuk Dijual

Persediaan Awal

Persediaan Awal merupakan nilai jumlah persediaan yang telah dimiliki sebelum proses pada periode berjalan dimulai. Artinya, persediaan telah ada dahulu sebelum operasi pada periode sekarag dimulai

Pembeliaan

Perlu diingat, bahwa yang diakui adalah merupakan pengeluaran atau 'cost yang terjadi', sehingga jumlah pembelian yang diakui sebesar cost yang muncul saja, ini diwujudkan dalam bentuk Pengeluaran Kas ataupun pengakuan Utang Dagang. jadi besarnya nilai pembelian yang diakui sebesar nilai net purchase atau nilai bersihnya saja. Hal seperti ini perlu dipertegas karena dalam prakteknya sangat sering perusahaan sbagai pembeli, ntah itu pembelian untuk barang jadi (dalam perusahaan dagnag) ataupun dalam pembelian raw material (bahan baku) dalam perusahaan manufakture mendapatkan diskon (potongan harga), atau bisa terjadi juga return barang (pengembalian) kepada penjual. untuk mendapatkan nilai bersihnya (net purchase) maka diperlukan strukture menjadi,:
  • Gross Purchases (atau biasanya tertulis Purchase saja)
  • Discount (potongan harga)
  • Return (pengembalian barang)
  • Net Purchase (pembelian bersih)

Persediaan Akhir

Persediaan akhir merupakan besarnya nilai persediaan yang dibukukan sebagai 'persediaan' pada akhir periode

Persediaan yang Digunakan atau Persediaan Tersedia Untuk Dijual

Persediaan tersedia untuk dijual (BTOD) merupakan besarnya nilai persediaan:
  • Barang dagang yang terjual, ini berlaku untuk usaha dagang
  • Besarnya Raw Maeterial atau bahan baku yang digunakan & barang dagan yang terjual, ini berlaku untuk perusahaan manufakture.

Direct Labour Cost (Tenaga Kerja Langsung).


Tenaga Kerja Langsung merupakan upah yang diberikan atau dibayarkan kepada karyawan/tenaga kerja yang terlibat secara langsung dalam aktivitas pengolahan barang dagang. Disebut Biaya Tenaga Kerja Langsung apabila besar kecilnya upah yang dibayar terrgantung pada jumlah unit produk yang dihasilkan

Biaya yang dikelompokkan kedalam direct labor cost merupakan tenaga kerja yang bayarannya berdasarkan pada: Upah Satauan atau Upah Harian per jam

Dalam direct labor yang dibayar dengan upah satuan bisa kita lihat dengan jelas sekali kalau tenaga kerja model ini bisa dibebankan secara langsung pada produk yang dihasilkan

Apabila upah yang dibayar berdasar pada jumlah jam kerja,maka umumnya perusahaan sudah menentukan satuan jumlah yang harus diproduksi untuk rentang waktu tertentu baik itu perjam atau perhari. sehingga di akhir perhitungan bisa diketahui berapa besar biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan untuk satu unit produk dan total biaya tenaga kerja langsung untuk akumulasi produk yang diproduksi/dihasilkan.

Dalam perusahaan dagang yang kecil, biaya tenaga kerja langsung cenderung sulit agar dapat dialokasikan dengan semestinya, sehingga biaya tenaga kerja langsung hanya dapat ditemukan pada perusahaan manufaktur atau perusahaan tambang.

Overhead Cost


Biaya Overhead adalah biaya yang muncul selain dari elemen elemen yang telah disebut diatas, biasanya diistilahkan dengan indirect cost. jenisnya sangat bervariasi tergantung dari skala usaha, jenis usaha serta jenis sumber daya yang digunakan oleh perusahaan. yang paling sering ditemui dalam usaha manufakture ataupun usaha dagang ialah:
  • Biaya Sewa/rental cost
  • Depresiasi Mesin dan Peralatan. 
  • Penyusutan Gedung Pabrik. 
  • Biaya Listrik dan Air pabrik  atau Factory’s Utilities
  • Biayta Pemeliharaan Pabrik dan mesin (Maintenance)
  • Biaya Pengemasan (Packaging)
  • Gudang
  • Sampelproduksi (Preproduction sampling)
  • Biaya/Ongkos kirim
  • Kontainer (Continer)

Siklus serta Alur Jurnal Harga Pokok Penjualan


Inventory

Inventori yang ada pada neraca periode sebelumnya menjadi persediaan awal di periode saat ini. Apabila persediaan berhasil terjual diperiode berjalan, maka persedian tersebut di-biaya-kan serta diakui sebagai HPP (harga pokok penjualan).

Proses pem-bebanan persediaan dilakukan saat barang diserahkan (terjual) dengan penjurnalan seperti ini:

Debet | HPP
Kredit |
Inventory

Notes:
Untuk membebankan persediaan terjual kedalam HPP, jurnal tersebut:
  • Sisi Debet akan menambah HPP pada laporan laba rugi
  • Sisi Kredit akan menguraangi persediaan dalam neraca pada akhir periode.
Jurnal diatas berpasangan dengan jurnal:

Debit|Kas atau Piutang
Kredit|Penjualan

Notes: guna mengakui adanya penjualan serta piutang atau penerimaan kas pada periode tsb

Apabila dalam periode yang sama ada penambahan persediaan karena pembelian barang dagang, maka pembelian itu menambah jumlah nilai inventory (persediaan barang dagang). jurnal atas pembelian tersebut dicatat:

Debit|Inventory
Kredit|Kas / Utang Dagang


Notes:
Sisi Debit menambah nilai persediaan dalam neraca
Sisi Kredit mengurangi kas atau menambah akun utang dagang di neraca

Dan apabila sebagian dari barang tersebut terjual, maka bagian persediaan yang terjual akan dibebankan kepada HPP seperti alur pertama tadi dan jurnalnya sama saja.

Barang Dalam Proses dan Bahan Baku (Work In Process & Raw Material)


Dalam perusahaan manufakture, selain persediaan barang jadi, terdapat juga work in process atau persediaan barang dalam proses serta persediaan raw material (bahan baku)

Persediaan barang dalam proses dan raw material yang ada dalam neraca periode lalu akan jadi persediaan awal di periode berjalan. apabila persediaan terpakai ketika aktivitas pada periode berjalan, maka persediaan yang telah terpakai tersebut dibebankan pada harga pokok penjualan, dengan penjurnalan:

Jurnal untuk Raw Material (Bahan Baku):

Debit | Persediaan Barang Dalam Proses
Kredit | Persediaan Bahan Baku

Jurnal untuk barang dalam proses:

Debit | Inventory
Kredit | Persediaan Barang Dalam Proses


Apabila terjadi suatu pembelian bahan baku, maka pembelian itu akan menambah persediaan raw material dalam neraca, pembelian tersebut dijurnal dengan:

Debit | Bahan Baku
Kredit | Kas / Utang Dagang


Selanjutnya, apabila sebagian dari raw material yang dibeli tadi digunakan, maka dicatat dengan jurnal sama seperti pembebanan persedian baan baku kedalam persediaan barang dalam proses diatas.

Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead (direct labor cost and over head cost)


Biaya tenaga kerja langsung diakumulasikan raw material usage serta work in proces usage akan menghaslkan Harga Pokok Produksi, dan selanjutnya Harga pokok poroduksi dan inventori akan menghasilkan Harga Pokok Penjualan

Perhitungan Dasar HPP | Harga Pokok Penjualan


perhitungan HPP bisa dirumuskan dengan berikut ini:

HPP = Inventori Usage + Direct Labor Cost + Overhead Cost.

Inventori Usage bisa diturunkan menjadi:

Saldo Awal + Pembelian atau Penambahan – Saldo Akhir

Pembelian bisa diturunkan menjadi:

Purchases atau invoice - Discount - Return


Format Pelaporan Harga Pokok Penjualan


Melihat Strukture, alur serta perhitungan HPP seperti tadi, maka format laporan HPP bisa kita construct.  namun contoh bentuk laporannya nanti saja pada postingan berikutnya.. kali ini sudah terlalu panjang pengantar tentang HPP. supaya enak dibaca saya posting pada postingan berikutnya yang bisa anda baca di
Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang


Selasa, 03 Februari 2015

Analisa Break Even Point | Pengertian BEP

Pengertian Break Even Point


Break Even Point, pernah dengar istilah apa tersebut ?

Pengertian Break Even Point adalah kondisi dalam suatu operasi entitas bisnis tidak menghasilkan laba, pun tidak mengalami kerugian.

Dalam bahasa sederhana: IMPAS (pendapatan = beban). Break Even Point seringkali disingkat BEP dalam penyebutannya agar mudah oleh kebanyakan orang.

analisa Break Even Point
Break Even Point
Ok, saya kutipkan beberapa pengertian Break Even Point menurut beberapa ahli:

S Munawir | 2002
Titik BEP (Break Even Point) atau juga titik pulang pokok adalah suatu kondisi operasi perusahaan tidak mendapatkan laba dan juga tidak mengalami kerugian (Total Biaya = Total Pendapatan)
Abdullah | 2004
Abdullah menyatakan Analisis BEP yang juga disebut Cost Volume Profit analysis bagi manajemen suatu perusahaan menjadi sangat penting dalam pengambilan suatu keputusan keuangan, yaitu :
  • Untuk menetapkan angka minimal yang harusnya diproduksi oleh perusahaan supaya tidak menyebabkan kerugian
  • Menetapkan target angka penjualan yang harusnya bisa dicapai guna memperoleh laba tertentu
  • Menetapkan penurunan penjualan yang bisa ditoleransi supaya perushaaan tidak mengalami kerugian
Purba | 2002
Purba menyatakan Break Even Point berdasar kepada suatu pernyataan yang sederhana, berapa jumlah unit produksi yang harusnya dijual guna menutupi semua biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut
PS Djarwanto | 2002
BEP adalah suatu kondisi impas yaitu bila telah tersusun perhitungan laba-rugi entitas bisnis pada periode tertentu, dan entitas tersebut tidak memperoleh keuntungan juga tidak mengalami kerugian.
Harahap | 2004
Pengertian BEP menurut Harahap, 2004 adalah suatu kondisi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian artinya semua biaya biaya yang telah dikeluarkan untuk operasi produksi bisa ditutupi oleh pendapatan dari penjualan produk.
Garrison dan Noreen | 2004
Pengertian Break Even Point menurut Garrison & Noreen, 2004 adalah suatu tingkat penjualan yang dibutuhkan untuk menutupi total biaya biaya operasional yang dikeluarkan dimana BEP tersebut adalah earning before interest and tax (laba sebelum bunga dan pajak)

Langka awal dalam penentuan BEP adalah dengan membagi HPP (harga pokok penjualan) dan biaya operasional menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya tetap merupakan fungsi waktu, bukan fungsi jumlah penjualan yang umumnya ditetapkan berdasar kontrak,
Contohnya sewa gedung. 
Sedangkan biaya variabel bergantung secara langsung dengan penjualan bukan fungsi waktu.
Contohnya beban angkut barang

Manfaat Break Even Point


Berikut beberapa manfaat dari Break Even Point :
  • Sebagai alat dalam perencanaan untuk menghasilkan laba
  • BEP menyediakan informasi tentang berbagai tingkat jumlah volume suatu penjualan dan hubungannya dengan potensi mendapatkan laba berdasarkan tingkat volume penjualan yang bersangkutan
  • Untuk mengevaluasi laba entitas secara keseluruhan.
  • Mengganti tebalnya sistem laporan dengan grafik yang sangat mudah dibaca atau pun dimengerti.

    Komponen-komponen yang memiliki peran pada BEP adalah biaya.

    Biaya di sini merupakan biaya tetap dan biaya variabel, dimana dalam praktiknya untuk menentukan atau memisahkan suatu jenis biaya apakah itu termasuk biaya tetap atau variabel bukan hal yang mudah.

    Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan satu unit produk

    Jadi apabila tidak melakukan aktivitas produksi maka biaya variabel ini tidak akan muncul,

    Sedangkan biaya tetap merupakan biaya yang keluar untuk semua aktivitas entah itu untuk produksi atau pun bukan untuk produksi.

    Tujuan utama dari suatu perusahaan salah satunya adalah mendapatkan keuntungan,

    Untuk memperoleh keuntungan/laba secara maksimal bisa dilakukan dengan beberapa langka berikut :
    • Menekan sebisa mungkin biaya produksi atau biaya operasional sekecil kecilnya, serendah rendahnya tetapi tingkat harga, kualitas maupun kuantitas-nya tetap dipertahankan sebisanya.
    • Penentuan harga jual sedemikian rupa menyesuaikan tingkat keuntungan yang diinginkan/dikehendaki
    • Volume kegiatan ditingkatkan dengan semaksimal mungkin

    Kegunaan dari Break Even Point


    Di atas sudah dijabarkan analisa BEP penting bagi pimpinan manajemen suatu perusahaan untuk bisa mengetahui berapa tingkat produksi dimana total biaya yang dikeluarkan akan sama dengan total jumlah penjualan.

    Dengan kata lain, dengan BEP manajemen akan tahu hubungan antara produksi, harga jual, penjualan, biaya, laba atau pun rugi sehingga bisa mempermudah manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan.

    Asumsi Break Even Point


    Analisis BEP akan berguna bila asumsi asumsi dasar dipenuhi, berikut diantaranya:
    • Biaya biaya yang dikeluarkan entitas bisa dikelompokkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.
    • Besar kecilnya biaya variabel secara total berubah ubah secara proporsional dengan tingkat volume produksi atau pun penjualan, hal ini mengartikan bahwa biaya variable per unit adalah tetap
    • Besar kecilnya biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan dalam volume produksi atau pun penjualan. 
    Ini mengartikan biaya tetap per unit berubah ubah dengan adanya perubahan pada volume kegiatan.
      • Jumlah unit yang terjual (unit produk) sama dengan angka per unit produk yang dihasilkan/diproduksi.
      • Harga jual per unit tidak akan berubah dalam periode tertentu
      • Perusahaan hanya menghasilkan satu jenis produk. Jika lebih dari satu jenis produk, komposisi masing masing jenis produk diasumsikan tetap (konstan)

        Analisis BEP juga bisa digunakan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan beberapa keputusan mengenai:
        • Jumlah produk minimal yang harus terjual supaya perusahaan tidak menderita kerugian
        • Jumlah minimal penjualan yang harus tetap dipertahankan supaya perusahaan tidak menderita kerugian
        • Besar kecilnya penurunan penjualan yang bisa ditoleransi agar perusahaan tak mengalami kerugian
        • Guna mengetahui efek dari sebuah perubahan harga, biaya atau pun tingkat volume penjualan terhadap keuntungan/laba yang didapat.

          BEP juga bisa dipergunakan dalam 3 cara yang terpisah, tetapi masih saling berhubungan satu sama lainnya, yaitu digunakan untuk:
          • Menganalisis program otomatis dimana suatu entitas akan melakukan operasi dengan cara lebih mekanis serta otomatis dan mengganti biaya variabel dengan biaya tetap
          • Mengamati/menelaah impak dari suatu perluasan tingkat aktivitas operasi secara umum
          • Membuat suatu keputusan mengenai jenis produk baru yang harus dicapai apabila perusahaan  menginginkan BEP dalam suatu proyek yang diusulkan

          Kita bisa menggunakannya menjadikan rumus untuk mengetahui hal hal seperti berikut ini
          • Hubungan antara biaya, penjualan serta laba
          • Mengetahui struktur biaya variable dan biaya tetap.
          • Bisa mengetahui kemampuan dalam merendahkan atau menekan biaya dan batasan dimana suatu perusahaan tidak mengalami rugi dan juga laba.
          • Mengetahui hubungan antara volume, biaya, harga serta laba

            Analisis BEP bisa memberikan penerapan yang cukup luas untuk menguji aktivitas aktivitas yang diusulkan di dalam mempertimbangkan beberapa alternatif atau tujuan pengambilan suatu keputusan yang lain.

            Analisa BEP bukan sekedar semata mata hanya untuk mengetahui kondisi perusahaan yang Impas atau break even saja
            Tetapi analisa break even point bisa memberikan informasi kepada para pimpinan perusahaan mengenai berbagai tingkat volume penjualan dan juga hubungannya dengan potensi atau kemungkinan mendapatkan keuntungan menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

            Kelemahan dari Analisa Break Even Point.


            Walaupun Analisa Break Even Point ini telah banyak dipergunakan oleh berbagai perusahaan, namun tidak bisa menafikan bahwa analisa break even point ini memiliki beberapa kelemahan.

            Kelemahan yang paling menonjol dari analisa BEP adalah asumsi mengenai linearity, klasifikasi biaya dan pada penggunaan terbatas dalam rentang waktu yang tidak panjang.


            Pendapatan Diterima Dimuka | Prepaid Income

            Pengertian Pendapatan Diterima di Muka


            Pendapatan Diterima Dimuka atau Prepaid Income adalah pendapatan dari suatu barang ataupun jasa yang masih belum diterima.

            Saat kapan sebuah pendapatan harus diakui sibagai pendapatan di terima dimuka ? saat kapan pendapatan diakui sebagai pendapatan jasa atau penjualan aja ? Apabila terjadi ketidaksesuaian pengakuan suatu pendapatan, apa yang seharusnya dilakukan ? Ok, mari kita bahas :)

            Pendapatan Diterima Dimuka
            Pendapatan Diterima Dimuka
            Menilik dari pengertian diawal tadi, pendapatan diterima dimuka kelihatannya sangat simpel, sederhana serta mudah kan ?

            Namun kenyataannya pada masa saat ini, sektor sektor bisnis usaha makin bervariasi, jenis jasa atau barang, sistem dalam pembayaran, maupun alat pembayarannya yang makin bermacam macam memaksa penerapan pencatatan akuntansi jadi makin komplek juga rumit, tak sesederhana pengertian itu tadi. dibutuhkan "mix" dan "match". Tetapi hanya jika konsep akuntansi dasar telah dipahami secara benar, diputar putar, dibolak balik bagaimanapun juga, benang merah-nya tidak akan berubah, alias tetap sama

            Pengakuan Pendapatan Diterima Dimuka.


            Coba anda perhatikan sebuah contoh berikut:

            25 February 2015 UD Kras mendapatkan order 1.000 pcs pasang sepatu yang berharga @ Rp 50.000 per pasang sepatu. sesuai rencana, pengiriman order tersebut dilakukan secara bertahap, jadwalnya seperti dibawah ini:

            Tanggal  Jenis Kuantitas Harga  Jumlah
            Pengiriman Barang (pasang) (Rp) (Rp)
            02-Mar-15 Sepatu 300 50.000 15.000.000
            15-Mar-15 Sepatu 300 50.000 15.000.000
            31-Mar-15 Sepatu 400 50.000 20.000.000
            Total 50.000.000


            Dari order diatas, pada tanggal yang sama, UD Kras menerima uang sebesar Rp 30.000.000 untuk Dp-nya, dan sisa pembayarannya akan diterima saat tiap kali barang telah diserahkan ke pemesan.

            Dari transaksi tersebut, tanggal 25 February 2015 UD Kras melakukan penjurnalan seperti berikut :

            Debit | Kas 30.000.000
            Debit | Piutang 20.000.000
            Kredit | Penjualan 50.000.000 (50.000 x 1.000)

            Pertanyaan:
            Apakah jurnal tersebut apakah telah sesuai ?

            Jawabannya kita tunda dulu :D sementara kita lanjut ke pembahasan selanjutnya.

            Pengakuan Penjualan atau Pendapatan Jasa.

            Suatu pendapatan jasa ataupun penjualan diakui ketika barang ataupun jasa telah diserahkan, paling lambat ketika kas sudah diterima. apabila barang atau jasa telah diserahkan ke kostumer, namun pembayaran atau kas masih belum diterima, maka penjualan dicatat dengan cara mendebit akun piutang. namun apabila kas telah diterima, penjualan atau pendapatan jasa tentunya dicatat dengan cara mendebet akun kas. 

            Didalam contoh kasus diatas tadi, bukankah pembayaran dengan kas telah diterima ? itu artinya penjualan sudah sangat bisa diakui kan ? yup betul, kas telah diterima namun barang (dalam contoh ini sepatu) yang diorder belum diserahkan ke pemesan sehingga penjualan masih belum bisa diakui.

            Lho, kenapa jika barang atau jasa masih belum diserahkan, penjualan atau pendapatan jasa tidak diakui dulu?

            Ingat, didalam dunia akuntansi, prinsip kesesuaian masih berlaku, bisa disandingkan ( the matching principle ). yang berarti tiap pengorbanan ekonomi (beban/biaya/pengeluaran) yang diakui harus disandingkan dengan gain atau manfaat yang ditimbulkannya pada periode waktu yang sama. Sederhananya, tiap beban yang muncul hendaknya bisa disandingkan dengan penjualan atau pendaptan yang diperoleh, pun sebaliknya untuk tiap pendapatan mestinya bisa disandingkan dengan beban (expenses) yang muncul.

            Dalam kasus UD Kras tersebut diatas, UD Kras telah mengakui adanya pendapatan padahal sepatu (barang) masih belum diserahkan pada kliennya yang memesan. UD Kras masih belum melakukan produksi, kan baru saja orderan sepatu itu diterima ? 
            praktis, UD Kras belum ada beban atau biaya yang muncul akibat orderan barang pesanan sepatu tersebut.

            Dengan model pencatatan UD Kras diatas, apa saja ekse yang muncul akibat ketidaksesuaian pencatatan tersebut?

            Karena ketika tanggal 25 February UD Kras mengakui penjualan senilai Rp 30.000.000 padahal beban atau biaya belum ada yang keluarkan, maka dalam laporan laba-rugi periode 1-29 februari 2015, UD Kras akan terlihat adanya Laba, setidak-nya senilai Rp 30.000.000

            Sedangkan pada periode selanjutnya, 1-30 Maret 2015 UD Kras akan mencatat biaya atau beban secara terus menerus guna merealisasikan produksi orderan yang pembayaran-nya telah dibukukan dalam laporan laba rugi periode sebelumnya, sehingga saat penutupan buku 31 Maret 2015 UD Kras akan mengalami/membukukan kerugian (Lost) yang besarnya setidaknya sama dengna biaya dan beban yang muncul selama bulan tersebut. apabila ditampilkan dalam bentuk grafik, maka trend performa yang dihasikan akan terlihat tidak wajar. akan terjadi fluktuasi yang bisa dibilang drastis dari bulan february ke periode bulan maret 2015.

            Lalu harusnya kapan dan juga bagaimana melakukan suatu pengakuan yang lebih sesuai supaya trend performa laporan laba-rugi terlihat wajar?

            Tips-nya:
            Tiap suatu transaksi pendapatan yang masih belum menimbulkan biaya/beban dicatat pada akun atau rekening yang ada pada Neraca

            Didalam contoh kasus UD Kras diatas lebih baik dicatat (lihat jadwal pengiriman barang dan pembayaran diatas):

            Saat 25 February 2015 | pertama kali memperoleh pembayaran dijurnal:

            Debit | Kas 30.000.000
            Kredit | Pendapatan Diterima Dimuka 30.000.000

            Saat Tanggal 02 Maret 2015 | Pengiriman sepatu pertama dijurnal/dicatat:

            Debit | Harga Pokok Penjualan Rp xxxx
            Kredit | Persediaan Rp xxxx

            Debit | Pendapatan Diterima Dimuka 15.000.000
            Kredit | Penjualan 15.000.000


            Notes:
            Penjualan diakui ketika barang telah dikirim, dan penjualan yang telah terjadi sudah bisa disandingkan dengan biaya dan beban yang muncul pada periode yang sama, yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan). Coba perhatikan akun pendapatan diterima dimuka. dengan penjurnalan tanggal 02 maret 2015, maka saldo pendapatan diterima dimuka hanya tinggal senilai Rp 15.000.000 saja.


            Pencatatan ketika pengiriman pesanan sepatu ke-2. 15 Maret 2015:

            Debit | Harga Pokok Penjualan Rp.xxxx
            Kredit | Persediaan Rp.xxxx

            Debit | Pendapatan Diterima Dimuka 15.000.000
            Kredit | Penjualan 15.000.000


            Notes:
            Penjualan dijurnal-dicatat senilai 15.000.000 dengan men-debit akun pendapatan diterima dimuka, jadi total penjualan adalah 30.000.000 dan saldo akun pendaptan diterima dimuka akan menjadi NOL.

            Pencatatan 31 Maret 2015 | pengiriman terakhir, belum terima pembayan:

            Debit | Harga Pokok Penjualan Rp.xxxx
            Kredit | Persediaan Rp.xxxx

            Debit | Piutang 20.000.000
            Kredit | Penjualan 20.000.000


            Pencatatan 01 April 2015 | pembayaran telah diterima:

            Debit | Kas 20.000.000
            Kredit | Piutang 20.000.000

            Notes:
            Ketika pengiriman yang terakhir atau yang ke-3, barang telah diserahkan dan penjualan bisa di match (dilawankan) dengan HPP (harga pokok penjualan) sehingga wajar bila terakui sbgai penjualan. pun bila kas juga belum diterima, kan bisa men-debit akun Piutang.

            Kesimpulan Pendapatan Diterima Dimuka


            Apabila diperhatikan penjurnalan diatas, bisa kita lihat pada tiap pengakuan sebuah penjualan mesti bersandingan dengan pengakuan HPP (harga pokok penjualan) atau yang disebut cost factor yang dilegalisasi dengan perpindahan fisik barang yang terefleksikan pada akun persediaan yang saldonya makin berkurang (ada disisi kredit). inilah esensi dari Matching Principle dalam dunia akuntansi.

            Apakah ketidaksesuaian pencatatan yang telah dilakukan oleh UD Kras pada awal transaksi perlu untuk dibuatkan sebuah adjustment entry ?

            Jawaban: Tergantung 

            Tergantung apabila ketika pengiriman sepatu (barang) yang pertama dan ke-2 UD Kras hanya mengakui HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan meng-kredit akun Persediaan saja dan tidak mencatat penjualan lagi, maka tidak mutlak diperlukan sebuah adjustment entry.

            Lho, Kenapa ?

            UD Kras hanya terlalu dini (awal) mengakui sebuah penjualan yang dalam akuntansi hal ini diistilahkan "Early Revenue Recognition" yang masih dikelompokkan kedalam 'Miss Statement', masih belum digolongkan " Material Issue ". Pun hanya terjadi pada periode tahun buku akuntansi yang sama, dimana pendapatan yang diakui pada bulan february (revenue overstatement) akan diimbangi oleh beban pada bulan maret (cost overstatement). hanya saja performa trendnya terlihat tidak wajar, lain cerita apabila kasus yang terjadi adalah 'Premature revenue recognition', yaitu sebuah pengakuan pendapatan atas ssuatu "potensi pendapatan" atau hanya berupa komitment, maka hal tersebut termasuk golongan 'Material Issue'. Tetapi, tetap saja, pencatatan seperti UD Kras lakukan pada awal awal tadi sebaiknya tidak dilakukan, lebih baik dihindari karena apabila terjadi pada akhir tahun buku akan menjadi sangat merepotkan.


            Senin, 02 Februari 2015

            Pengertian Pasiva

            PENGERTIAN PASIVA DALAM AKUNTANSI


            Dalam dunia akuntansi, pengertian Pasiva adalah suatu pengorbanan ekonomi suatu entitas bisnis yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis dimasa mendatang.

            Pengorbanan di masa mendatang ini muncul karena aktivitas usaha.

            Pasiva atau  liabilites merupakan kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada pihak ke-3

            Komponen termasuk digolongkan kedalam pasiva adalah MODAL dan UTANG

            Passiva dilihat dari jangka waktu umumnya dikelompokkan dalam :
            • Current Liabilities (Hutang jangka pendek)
            • Long Term Liabilities (Hutang jangka panjang)

              Current Liabilities | Hutang Jangka Pendek


              Current Liabilities atau utang jangka pendek merupakan utang yang sesegera mungkin harus dibayarkan paling lambat selama satu tahun buku.

              Utang jangka pendek jenis jenisnya antara lain:

              Wesel Bayar atau Utang Wesel
              Wesel yang harus dibayarkan kepada pihak dimana pernah berikan kepadanya.
              Umumnya umur wesel bayar adalah selama 30, 60 atau 90 hari.
              Account Payable atau Hutang Dagang
              Account Payable merupakan utang kepada supplier atau rekanan perusahaan
              Utang ini timbul karena pembelian barang bahan baku atau yang lainnya dalam rangka operasional perusahaan kepada supplier belum dibayarkan.
              Beban yang masih harus dibayar
              Semua biaya yang masih belum dilunasi dalam suatu periode akuntansi tertentu, contohnya utang gaji, utang upah maupun utang biaya yang lain.
              Differed Revenue (Penghasilan yang ditangguhkan)
              Differed Revenue adalah penghasilan perusahaan yang semestinya belum menjadi hak perusahaan.
              Unearned Revenue (Pendapatan Diterima Dimuka)
              Pendapatan diterima dimuka merupakan suatu bentuk kewajiban yang ditimbulkan karena entitas atau perusahaan menerima uang dimuka atau terlebih dahulu
              Sedangkan kewajiban atas barang atau jasa masih belum direalisasikan atau belum dilakukan.
              Payable Deviden (Utang Deviden)
              Utang Devidan merupakan bagian laba enitas atau perusahaan yang dibagikan/diberikan kepada pemilik saham namun belum dibayar pada saat neraca disusun.
              Non Interest Bearing Notes (Wesel Bayar tak Berbunga)
              Kewajiban ini merupakan nilai nominal dikurangi dengan diskonto-nya

              Long Term Liabilities | Utang Jangka Panjang


              Utang yang digolongkan kedalam long term liabilities adalah semua hutang yang tempo pembayaran-nya relatif lama.

              Beberapa akun yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang adalah :
              • Bank Loan (utang bank)
              Utang bank adalah pinjaman modal kerja untuk perusahaan dari bank. 
              Biasanya digunakan untuk ekspansi atau hal hal strategis lainnya.
                • Mortgages Payable (Utang Hipotik),
                Utang pinjaman bank dengan menggunakan harta tetap (aset tetap) perusahaan sebagai jaminan.
                • Bonds Payable ( Hutang obligasi)
                Kewajiban yang ditimbulkan karena perusahaan menerbitkan serta menjual oligasi. 
                Obligasi adalah surat berharga yang berfungsi sebagai surat bukti yang menyatakan pemegang surat obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada entitas bisnis/perusahaan yang  mengeluarkannya. 
                Pemilik/pemegang obligasi akan memperoleh bunga tetap secara berkala yang biasa disebut dengan istilah kupon.
                • Long Term Loan (Kredit Noveltasi)
                Kewajiban berupa pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank atau lembaga keuangan  lain..
                • Suberdinated Loan (Hutang Suberdiresi)
                Kewajiban dari pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tanpa ada bunga.
                • Payable Leasme (Utang Sewa Dana)
                Utang yang diperoleh dari perusahaan asing untuk pembelian sebuah aset tetap yang umumnya dicicil dalam rentang waktu panjang.
                • Holding Company Loan (Utang Pemegang Saham) 
                Kewajiban yang umumnya diberikan oleh perusahaan induk kepada anak perusahaan atau perusahaan afiliasi yang baru untuk operasional perusahaan yang dikendalikannya.
                • Long Termen Lent Liabilities (Utang Sewa Jangka Panjang)
                Utang perusahaan yang masih harus dibayar dalam tempo atau waktu yang relatif lama.

                  Modal


                  Modal (Capital) atau yang juga disebut ekuitas adalah salah satu komponen dari pasiva.

                  Modal didapat/diperoleh dari selisih total aktiva/aset dengan kewajiban (liabilities).

                  Selisih ini adalah hak dari pemilik perusahaan.


                  Baik, itu tadi pasiva menurut pengertian akuntansi, semoga artikel ini bermanfaat.

                  Terima kasih banyak.


                  Sabtu, 31 Januari 2015

                  Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi Akuisisi Saham

                  Konsolidasi atas Akuisisi Saham | Consolidating Stock Acquisition


                  Didalam proses akuisisi saham, perusahaan yang mengakuisisi hanya berurusan dengan shareholder atau para pemegang saham, dan tidak berurusan dengan perusahaan yang diakuisisi (investee).

                  Contoh Soal: Akuisi Saham | Stock Acquisition

                  Kita akan mmenggunakan contoh soal yang pertama , dipostingan yang sebelumnya, namun yang di beli bukan net asetnya tetapi adalah sahamnya, dan Rp 500.000 dibayarkan kepada share holder (pemegang saham). ini saya cantumkan kembali neraca sebelum terjadi akuisisi.


                  PT Astrea Balance Sheet
                  AssetsLiabilities and Equity
                  Cash800.000Current Liabilities150.000
                  Account Receivable300.000Bonds Payable500.000
                  Inventory100.000Common Stock100.000
                  Equipment150.000Retained Earnings600.000
                  Total1.350.000Total1.350.000
                  PT Nick Balance Sheet
                  AssetsLiabilities and Equity
                  Account Receivable200.000Current Liabilities100.000
                  Inventory100.000Common Stock200.000
                  Equipment300.000Retained Earnings300.000
                  Total600.000Total600.000


                  Atas akuisisi saham tersebut PT Astrea akan menjurnalnya sebagai berikut:

                  Investmen in Subsidiary 500000,-
                  Cash 500000,-

                  Dan kita perhatikan dalam penjurnalan ini tidak ada mencatat penambahan aktiva ataupun hutang (liabiliteis). melainkan hanya tercatat sebagai investasi, Mengapa?

                  Ini dikarenakan yang diakuisisi hanya saham saja, dimana saham yang senilai Rp 500.000,- merefleksikan atau mencerminkan dari nilai aktiva bersihnya juga. ini menunjukkan hak kontrol atau hak kendali didapatkan dengan cara membeli saham PT Nick

                  Kita memerlukan kertas kerja seperti dibawah ini untuk membuat neraca konsolidasi:

                  Trial Balance Elimination & Consolidated
                  Adjustment Balance
                   Astrea PT Nick Dr Cr Sheed
                  Cash 300.000 - - - 300.000
                  Account Receivable 300.000 200.000 - - 500.000
                  Inventory 100.000 100.000 - - 200.000
                  Investment in PT Nick 500.000 - - 500.000 -
                  Equipment 150.000 300.000 - - 450.000
                  Goodwill - - - - -
                  - -
                  Current Liabilities -150.000 -100.000 - - -250.000
                  Bonds Payable -500.000 - - - -500.000
                  Common Stock PT Nick - -200.000 -200.000 - -
                  Retained Earning PT Nick - -300.000 -300.000 - -
                  Common Stock PT Astrea -100.000 - - - -100.000
                  Retained Earning PT Astrea -600.000 - - - -600.000
                  Total 500.000 500.000 -


                  Melihat kertas kerja laporan konsolidasi diatas. mungkin ada pertanyaan, mengapa ada perlakuan eliminasi?

                  Perlu untuk disadari, PT Nick telah menjadi subsidiary PT Astrea, Neraca konsolidasi diatas disusun oleh PT Astrea (Bukunya PT Astrea) untuk menyatukan laporan keuangan PT Nick dan PT Astrea yang mulanya terpisah, Apakah mungkin PT Astrea menanam investasi pada perusahaan dia sendiri? tentu saja tidak, maka dari itu perlu dilakukan eliminasi.

                  Pun dengan ekuitas pemegang saham perusahaan investee, perlu dilakukan eliminasi karena aset ataupun kewajibannya adalah milik perusahaan Astrea itu sendiri selaku perusahaan induk.

                  Jurnal Eliminasi nya adalah seperti dibawah ini:

                  Common Stock PT Nick 200.000
                  Retained Earning PT Nick 300.000
                  Investmen in PT Nick 500.000

                  Saya pikir untuk basic Laporan keuangan konsolidasi sudah cukup. bagaimana apabila nilai buku perusahaan investee tidak sama dengan harga pasarnya? bagaimana apabila proses akuisisi dilakukan dengan cara mengeluarkan bond, saham dan ada extraordinary items? bagaimana apabila hak kempilikan kurang dari 100%? laporan konsolidasi setelah terjadi akuisisi? dan banyak pertanyaan selanjutnya yang lebih kompleks, jika ada waktu saya ingin memberi contoh soalnya juga, namun harap bersabar, karena kesibukan di dunia nyata, tak mungkin saya posting secepat kilat.  hehe
                  terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.