Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2015

3 Tingkatan Level Manajemen

Tingkatan Manajemen - Manajer merupakan seseorang yang bekerja sama dengan orang lain dengan cara mengorganisasikan aktivitas bersama sama untuk merealisasikan keinginan organisasi. Umumnya manajemen mempunyai tanggung jawab dan tugas yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian. Tetapi jika dilihat dari sisi level atau tingkatan manajemen bisa dibagi kedalam tiga kelompok sesuai fungsi dan tugasnya, yaitu:

tingkatan manajemen
Tingkatan Manajemen

Tingkatan Manajemen

1. Manajemen Puncak | Top Level of Management


Manajemen Puncak atau Top Level Management umumnya terdiri atas direksi, CEO (Cheif Executive Officer), GM atau General Manager atau yang sering pula disebut Presiden Direksi (presdir). Direksi merupakan perwakilan dar pemilik perusahaan atau Pemegang Saham, mereka dipilih oleh pemegang saham perusahaan, dan CEO dipilih oleh Dewan Direksi perusahaan.

Ciri ciri dan Peran yang paling utama dari manajemen puncak adalah sebagai berikut:
  • Menentukan rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi
  • Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen dibawahnya yang ada pada organisasi
  • Memobilisasi sumber daya yang dimiliki perusahaan yang tersedia
  • Manajemen puncak umumnya bekerja dari pemikiran, perencanaan lalu memutuskan, maka dari itu manajemen puncak juga sering disebut Otak organisasi atau Administrator
  • Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan
  • Manajemen puncak mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang maksimal. Manajemen puncak merupakan otoritas tertinggi pada sebuah organisasi, bertanggungjawab secara langsung kepada pemilik perusahaan (Pemegang Saham), Pemerintah maupun ke Masyarakat umum.
  • Manajemen puncak memerlukan keterampilan konseptual yang lebih dibandingkan keterampilan secara teknis

2. Manajemen Tingkat Menengah | Middle Level of Management


Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah dari hierarki pada sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen Tingkat Menengah bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen puncak.

Manajemen tingkat menengah bisa meliputi beberapa tingkatan, membawahi dan mengarahkan aktivitas aktivitas manajer dibawahnya. Manajemen pada tingkat ini memiliki tanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh tingkatan manajemen yang lebih rendah dan bahkan terkadang terhadap beberapa karyawan operasionalnya. 

Manajemen pada tingkat menengah ini umumnya terdiri atas Kepala Departemen atau HOD, Manajer Cabang, Junior Executive. Kepala Departemen semisal Manajer Keuangan, Purchasing Manager dan yang lain lain. Manajer Cabang contohnya kepala cabang perusahaan atau unit lokal. Junior Eksekutif contohnya adalah Asisten Manajer Pembelian, Asisten Manajer Keuangan dan yang lainnya. Manajemen Tingkat Menengah ini dipilih oleh Manajemen Puncak

Tugas dan peran manajemen tingkat menengah beberapa diantaranya seperti berikut ini:
  • Menjalankan perintah, kebijakan, rencana yang telah disusun oleh manajemen puncak
  • Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak
  • Mengkoordinasikan seluruh aktivitas dari semua departemen yang ada
  • Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan manajemen tingkat yang lebih rendah posisinya
  • Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1 hingga 5 tahun
  • Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena manajemen tingkat menengah ini merupakan perantara manajemen puncak dengan manajemen yang lebih rendah.
  • Bertanggung jawab secara langsung kepada Dewan Direksi dan CEO perusahaan
  • Membutuhkan keterampilan yang lebih manajerial serta teknis dan kurang membutuhkan keterampilan yang sifatnya konseptual

3. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)


Manajemen Lini Pertama atau Low Level Management adalah tingkatan manajemen yang paling rendah dalam sebuah organisasi yang memimpin serta melakukan pengawasan terhadap tenaga tenaga operasional pada sebuah perusahaan atau organisasi serta tidak membawahi manajer yang lain.

Manajeemn Lini Pertama ini umumnya terdiri atas mandor dan pengawas yang dipilih oleh manajemen level menengah. Mereka biasanya juga disebut dengan tingkat Supervisor atau pengawas. bahkan mereka pula dikenal sebagai manajemen operasional yang terlibat secara langsung dalam proses produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen yang lebih tinggi.

Manajemen tingkat yang paling bawah ini melaksanakan beberapa aktivitas seperti berikut ini:
  • Mengarahkan karyawan atau pekerja
  • Mengembangkan moral kepada para karyawan
  • Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan para pekerja
  • Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan atau pekerja, selain itu manajemen tingkat pertama ini memberi informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan ataupun hal lainnya dari para karyawan atau pekerja
  • Manajemen tingkat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengendalikan dan mengarahkan pekerja
  • Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak menyusun rencana jangka panjang
  • Mempunyai kewenangan yang terbatasi namun tanggung jawab yang penting untuk mendapatkan pekerjaan yang dijalankan dari pekerja. Manajemen lini pertama ini dengan teratur harus memberi laporan dan bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen level menengah
  • Manajemen lini pertama ini juga membutuhkan keterampilan yang bersifat lebih teknikal dan kemampuan dalam berkomunikasi.

Keahlian Manajemen


Manajemen dalam tingkatan atau level manapun harus mempunyai kemampuan untuk berhasil, juga termasuk kemampuan bekerja bersama sama didalam sebuah tim, kemampuan menyusun perencanaan dan pelaksanaan rencana jangka panjang, berani menghadapi dan mengambil resiko serta keahlian interpersonal.

Umumnya, secara mendasar keahlian manajemen bisa dikelompokkan menjadi tiga, seperti berikut:

1. Keahlian Teknis | Technical Skill

Keahlian teknis adalah kemampuan manajemen untuk mempergunakan prosedur, teknik serta pengetahuan pada bidang khusus. Keahlian teknis ini sangat diperlukan oleh seorang manajer di lini pertama atau manajer yang berada pada tingkatan terendah karena manajer dilini ini seringkali terlibat secara langsung dengan para pekerja yang menjalankan atau mengoperasikan mesin, salesman atau bahkan programer yang memerlukan pengarahan untuk menyelesaikan tugas tugas mereka yang kompleks

2. Keahlian Interpersonal | Interpersonal Skill

Keahlian interpersonal maksudnya adalah keahlian untuk bekerja secara bersama sama, memahami serta memotivasi orang lain secara individu atau didalam kelompok. Semisal kemampuan dalam berkomunikasi, memimpin, memberikan motivasi kerja kepada para karyawan untuk menyelesaikan tugas tugas yang ada. Selain itu mereka harus rajin berinteraksi dengan para atasan ataupun orang lain yang berada diluar wilayah kerja mereka

3. Keahlian Konseptual | Conseptual Skill

Keahlian konseptual merupakan kemampuan dalam mengkoordinir dan mengintegrasikan seluruh kepentingan kepentingan serta kegiatan organisasi. Keahlian ini sangat penting untuk manajemen puncak. Kemampuan skill seorang manajer dalam usahanya untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi tergantung kepada kemampuannya dalam memahami peran kerja departemen yang lain semisal keuangan, personalia, produksi, marketing dan yang lainnya


Keahlian Tambahan

Masih ada keahlian keahlian manajemen yang lain selain keahlian teknis, keahian interpersonal serta keahlian konseptual yaitu 4 keahlian tambahan yang mestinya dimiliki oleh seorang manajer yang handal, 4 keahlian tersebut sebagai berikut:

1. Keahlian Diagnosis

Seorang manajer harusnya mampu untuk menganalisa sebuah masalah yang ada pada organisasi serta mengembangkan solusinya. Jika manajer tidak mampun untuk mengdiagnosis sebuah masalah, maka bisa saja manajer tersebut bukanlah manajer yang berprestasi yang bisa diandalkan untuk naik ke jenjang level yang lebih tinggi

2. Keahlian Komunikasi

Manajer harus bisa menyalurkan sebuah ide dan menginformasi kepada yang lain. Bukan hanya itu seorang manajer juga bisa menerima sebuah ide dan informasi dari orang lain secara baik sehingga nantinya manajer bisa mengkoordinasikan pekerjaan pada rekan rekan kerja satu timnya. Tanpa ilmu kemampuan komunikasi yang bagus, manajer akan kesulitan dalam menghidupkan kerja sama tim.

3. Keahlian Manajemen Waktu

Manajemen waktu wajib dikuasai oleh seorang manajer yang handal, manajemen harus mampu memprioritaskan pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lainnya. membagi pekerjaan dan bekerja secara efektif dan efisien sehingga pekerjaan bisa dengan cepat terselesaikan

4. Keahlian Pengambilan Keputusan

manajemen harus sanggup mengambil sebuah keputusan, setelah mendiagnosa dan menganalisa sebuah permasalahan, seorang manajer yang handal harus mampu mengambil sebuah keputusan yang cepat, tepat, efektif untuk menyelesaikan masalah yang ada dan mampu mengambangkan menjadi peluang yang amat berharga


Kamis, 12 Februari 2015

Tujuan Manajemen

tujuan manajemen
Tujuan manajemen

Tujuan Manajemen - Manajemen adalah sebuah ilmu didalam melaksanakan kegiatan organisasi atau perusahaan. kegiatan kegiatan perusahaan bisa berupa pengorganisasian yang didalamnya mencakup tindakan perencanaan, menyusun, mengusahakan dan pengawasan yang meliputi seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Semisal jika organisasi berupa perusahaan, maka tujuannya sudah jelas, yaitu mencari laba sebanyak mungkin untuk kemakmuran pemilik

Tujuan Manajemen

Tujuan Manajemen sebaiknya ditetapkan secara realistis, rasional, logis serta ideal yang berdasarkan kepada fakta data, potensi serta kemampuan yang dimiliki dan juga tidak saling bertentangan dengan nilai sosial, moral, agama maupun peraturan pemerintah yang ada supaya tujuan perusahaan yang ditetapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan cukup visible untuk bisa dicapai yang menguntungkan semua pihak yang ada.

Tujuan manajemen menurut GR Terry adalah tujuan yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan yang melukiskan ruang atau skope yang jelas dan memberi arah kepada seorang manajer. Definisi tersebut meliputi 4 hal pokok yaitu :
  1. Tujuan
  2. Skope
  3. Kepastian
  4. Arah
Tujuan manajemen haruslah mencakup ke 4 hal tersebut berikut dengan perencancanaan tentang  kebijakan, strategi, prosedur, metode, sistem, aturan, intruksi dan yang lainya yang bisa dijalankan dalam mencapai tujuan tersebut.

Pada dasarnya, yang perlu diketahui adalah bahwa setiap tujuan adalah merupakan rencana. Tujuan tujuan organisasi atau perusahaan bisa terlihat dari Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) tiap tiap organisasi. Tujua manajemen bisa ditinjau dari berbagai sudut, semisal berdasarkan tipe, prioritas, jangka waktu, sifat, hierarki, bidan ataupun menurut jiwanya.

Tujuan Manajemen berdasarkan tipe tujuan bisa terdiri atas :
  1. Profit objectives, tujuan manajemen untuk memperoleh laba untuk pemiliknya
  2. Service objective, tujuan manajemen memberi pelayanan yang bagus untuk konsumen, maksudnya bisa meninggikan nilai barang atau jasa yang ditawarkan atau dijual kepada konsumen
  3. Social objectives, tujuan manajemen untuk lebih mementingkan nilai yang bisa diciptakan oleh organisasi untuk kesejahteraan masyarakat
  4. Personal objectives, tujuan manajemen lebih menghendaki karyawan atau pekerja secara individual memperoleh kepuasan dalam hal pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan.

Tujuan Manajemen berdasarkan prioritas bisa dibagi atas :
  1. Sasaran primer
  2. Sasaran sekunder
  3. Sasaran individual
  4. Sasaran sosial
Tujuan manajemen berdasarkan jangka waktu dapat dibagi atas :
  1. Tujuan jangka panjang
  2. Tujuan jangka menengah
  3. Tujuan jangka pendek
Tujuan manajemen menurut bidangnya bisa kita lihat sebagai berikut :
  1. Top level objective, tujuan secara umum, menyeluruh yang berkaitan dengan berbagai bidang sekaligus
  2. Finance objective, tujuan manajemen yang berkaitan dengan modal
  3. Production objective, tujuan manajemen yang berkaitan dengan produksi
  4. Marketing objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang pemasaran
  5. Office objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang ketatausahaan
Tujuan manajemen dilihat dari motifnya, terbagi atas :
  1. Public objective, tujuan manaujemen yang wajib diraih karena ada peraturan perudang-undangan yang berlaku
  2. Organizational objectives, tujuan yang yang harus direalisasikan dikarenakan ada ketentuan organisasi yang telah tercantim pada statuta, ADART yang bersifat zakelijk dan impersonal yang artinya tidak boleh berdasarkan pada pertimbangan selera pribadi didalam upaya cara pencapaiannya
  3. Personal objective, tujuan individu atau tujuan pribadi yang walaupun mungkin masih berkaitan dengan organisasi yang didalam upaya pencapaiannya sangat terpengaruh oleh pandangan atau selera pribadi


Teori Teori Manajemen | Kelebihan dan Kekurangannya

teori manajemen
Teori Manajemen

Teori Manajemen

Teori Manajemen berkembang dengan sangat cepat terutama dengan adanya berbagai studi yang dilakukan oleh banyak perguruan tinggi yang kemudian menghadirkan berbagai teori manajemen dari beberapa aliran. Umumnya, beberapa menyebutkan teori teori manajemen bisa diklompokkan kedalam 6 aliran teori manajemen.

1. Teori Manajemen Aliran Klasik


Teori Manajemen yang memiliki aliran klasik ini menyatakan bahwa manajemen sesuai dengan fungsi fungsi yang terdapat pada manajemen. Teori manajemen klasik tak lepas dari birokrasi yang berdasarkan pada dasar hierarki. Oleh karenanya pada aliran klasik ini terdapat pembagian kerja, struktur organisasi, hierarki proses fungsional serta pengawasan.

Kemampuan dan perhatian manajemen diarahkankepada penerapan fungsi manajemen tersebut. Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik ini pertama kali muncul dikarenakan adanya revolusi industri pada abad 18 yang terjadi di Inggris. Kala itu parah ahli memberi perhatian lebih kepada masalah masalah yang muncul dalam bidang manajemen dikalangan industri, usahawan maupun masyarakat. Teori Manajemen Klasik ini memiliki beberapa kelebihan dan sekaligus beberapa kelemahan.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Klasik

  1. Memberi format atau bentuk organisasi
  2. Memberi kontribusi tentang konsep organisasi yang berupa birokrasi yang berdasarkan hierarki. Dan sampai pada masa kekinian, hal tersebut juga masih dipergunakan secara luas di organisasi organisasi yang sudah modern.
  3. Memberi pondasi dasar pada organisasi, bentuknya berupa proses fungsional, pembagian kerja, struktural serta pengawasan
  4. Pembagian tugas yang sudah jelas berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh tiap tiap anggota, maka dari itu tidak diperlukan lagi waktu untuk memahami dan menguasai keterampilan baru
  5. Adanya spesialisasi kewenangan dan pekerjaan, maka kegiatan kegiatan pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan

Kekurangan Teori Manajemen Aliran Klasik

  1. Teori Manajemen Aliran Klasik kurang maksimal untuk dapat diterapkan pada kondisi yang kompleksitasnya sangat tinggi seperti akhir akhir ini
  2. Kurangnya aspek sosial terutama yang menyangkut kebutuhan kebutuhan terkait pekerja sebagai manusia. Teori ini tidak melihat adanya ketegangan ketegangan yang muncul akibat kebutuhan pekerja yang tidak bisa dipenuhi. Manajer hanya fokus untuk memperhatikan segi fisik dan materi.
  3. Motivasi hanya mengarah pada ekonomi semata, sering kali terjadi pemutusan tenaga kerja hanya untuk memperoleh tingkat produktifitas yang diinginkan
  4. Adanya keterbatasan dan sempitnya fokus terhadap efisiensi dari perspektif penting yang lain. Perspektif yang menganggap remeh peran serta individu indiviu yang ada dalam organisasi

2. Teori Manajemen Aliran Perilaku


Teori Manajemen Aliran Perilaku atau yang juga diistilahkan dengan aliran hubungan manusia memusatkan segala kajian kepada aspek manusia serta perlunya memahami karakter manusia. Aliran Perilaku ini mempergunakan disiplin ilmu sosiologi dan psikologi dalam penerapannya.

Teori manajemen aliran perilaku ini menyadari betapa pentingnya hubungan antar personal dalam organisasi. Hawthrone mengemukakan bahwa insentif tidak lebih berpengaruh dari kondisi sosial yang sedang dialami pekerja sama seperti halnya tekanan dari kelompok, atau penerimaan rasa yang aman.

Aliran Perilaku ini muncul dikarenakan pada pendekatan aliran klasik, efisiensi dalam produksi dan keserasian kerja tidak bisa diperoleh. Manajer masih banyak menghadapi berbagai kesulitan karena umumnya pekerja tidak selalu bisa mengikuti pola pola perilaku rasional. Oleh karenanya dilakukan upaya untuk membantu manajer dalam mengatasi masalah yang timbul karena perilaku pekerja

Aliran perilaku menganggap organisasi pada dasarnya adalah orang. teori manajemen aliran klasik dianggap tidak lengkap karena efisiensi produk dan keharmonisan dengan pekerja tidak bisa tercapai. Didalam organisasi, manusia tidak bisa dengan mudah untuk diramalkan tingkah lakunya, Maka teori ini menghubungkan permasalahan tersebut dengan  sisi psikologis dan sosiologis.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Perilaku

  1. Dapat meningkatkan hubungan antar personal dan kesedaran yang penuh bahwa setiap organisasi dapat berjalan dan bisa meraih tujuannya dengan dukungan penuh dari masing masing individu dalam kelompok, tidak hanya peran dari seorang manajer semata
  2. Teori aliran perilaku memberi pemahaman manajemen tidak hanya untuk hal hal teknis semata, tetapi juga harus mengetahui aspek manusia sebagai individu dalam organisasi, maka seorang manajer atau pimpinan sangat penting untuk menguasai manajemen manusia

Kekurangan Teori Manajemen Aliran Perilaku

  1. Apabila moralitas yang ada pada organisasi luntur, bisa jadi hubungan antar personal menjadii tak efektif lagi. Kompleksnya perilaku individu manusia yang ada pada organisasi terkadan sering menyulitkan manajer untuk mengambil sebuah tindakan

3. Teori Aliran Manajemen Ilmiah


Pada teori manajemen ini mempergunakan ilmu statistik dan matematika dalam mengembangkan teori teorinya. Aliran manajemen ilmiah menyatakan masalah masalah manajemen bisa dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif. Dalam pengelolaan aktivitas manajemen dan kepemimpinan dilakukan dengan mempergunakan dasar dasar yang berpedoman pada teori keilmuan.

Beberapa ciri ciri teori manajemen aliran manajemen ilmiah bisa dilihat sebagai berikut:
  • Mempergunakan prinsip dan cara kerja keilmuan sebagai percobaan dan penyelidikan yang juga ilmiah
  • Adanya rasionalisasi, maksudnya bekerja sesuai dengan perhitungan maupun pemikiran yang teliti dan juga cermat sehingga bisa tida menggunakan trial and error
  • Adanya standarisasi, maksudnya bekerja berdasarkan pada ukuran tertentu, baik dalam hal waktu, cara kerja ataupun hasil produksi yang diinginkan
  • Produktivitas yang meningkat sebagai hasil dari kerja yang efektif dan juga efisien
  • Hasil ataupun cara kerjanya bisa memenuhi tuntutan kebutuhan yang semakin meningkat
Dalam teori Aliran Manajemen Ilmiah ini juga diusahakan optimasi yang melalui pendekatan ilmiah agar menghasilkan hasil semaksimal mungkin dengan cara yang paling efisien. Didalam aliran ini terdapat koreksi terhadap aktivitas yang tidak efisien, kurang terstrukture atau bahkan tidak dibutuhkan. Aliran ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan.

Kelebihan Aliran Manajemen Ilmiah

  1. Dapat diterapkan dengan baik di jaman sekarang
  2. Keputusan bisa dijalankan dengan memperhatikan hal hal yang sifatnya ilmiah serta rasional sehingga bisa menghindari aktivitas yang membuang sumber daya yang dimiliki dengan sia sia karena trial and error
  3. Mampu menciptakan produk ataupun menyelesaikan pekerjaan secara lebih baik dan cepat

Kekurangan Aliran Manajemen Ilmiah

  1. Konflik internal bisa terjadi karena adanya persaingan antar personal individu dalam organisasi
  2. Aspek sosial para pekerja kurang diperhatikan

4. Teori Manajemen Aliran Analisis Sistem


Aliran Analisis Sistem ini fokus terhadap pemikiran pada permasalahan yang berkaitan dengan bidang lain dialam pengembangan teorinya. Semisal subbagian kepegawaian menyatakan keberhasilan didalam memotivasi pekerja bisa meningkatkan keuntungan organisasi.memotivasi pekerja akan berhubungan dengan kesejahteraan, jam kerja, penggajian, jaminan dihari tua serta faktor lainnya

Analisis Sistem merupakan penguraian atas suatu sistem informasi yang lengkap kedalam bagian bagian komponen yang bermaksud untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi masalah, kesempatan, hambatan serta kebutuhan yang nantinya bisa diusulkan adanya perbaikan. Pada teori manajemen ini mengemukakan suatu proses dalam mengumpulkan serta mengintepretasikan kenyataan yang ada, mendiagnosa segala persoalan serta mempergunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.

5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil


Aliran ini pertama kali dikenalkan oleh Peter Drucker disekitar tahun 1950an, Aliram manajemen ini fokus pada pemikiran hasil hasil yang diperoleh, bukan kepada interaksi atas aktivitas karyawan. Teori manajemen berdasarkan hasil memiliki tujuan untuk meraih hasil yang optimal berdasarkan pada perjanjian yang terukur dan jelas dibuat dimuka. Manajemen menetapkan prioritas dan tujuan menentukan dan membuat sumber daya yang diperlukan tersedia. 

Didalam Aliran berdasarka hasil, terdiri atas langkah langkah seperti berikut
  1. Penetapan target - tujuan manajemen jangka panjang
  2. Menerjemahkan tujuan organisasi dengan tujuan divisi serta individu
  3. Hasil perjanjian orientasinya mengenai tujuan
  4. Implementasi, dan pelaporan manajemen
  5. Penilaian periodik, kontrol dan penyesuaian

6. Teori Aliran Manajemen Mutu


Teori aliran manajemen mutu fokus terhadap pemikiran atas usaha usaha dalam meraih kepuasan konsumen. Jadi Fokus utama manajemen mutu adalah PELANGGAN sebagai pihak yang bisa menyebutkan apakah produk yang dihasilkan bermutu atau tidak bermutu. Manajemen mutu merupakan aspek dari semua fungsi manajemen yang melaksanakan kebijakan mutu dan juga merupakan  filsafat budaya organisasi yang lebih menekankan kepada usaha menciptakan mutu yang konsisten melalui tiap tiap aspek didalam kegiatan perusahaan.

Manajemen mutu sangat membutuhkan figur kepemimpinan yang bisa memotivasi karyawan supaya bisa memberikan usaha dan kontribusi yang maksimal kepada organisasi. Hal ini bisa dijalakan dengan memahami dan menjiwai bahwa mutu produk yang dihasilkan bukan hanya tanggung jawab pimpinan semata, melainkan tanggung jawab semua anggota yang ada didalam organisasi. Standard mutu yang diinginkan membutuhkan kesepakatan serta partisipasi penuh dari semua anggota organisasi, sedangkan manajemen mutu tanggung jawabnya terdapat pada puncak pimpinan


Rabu, 11 Februari 2015

Ini Penjelasan Lengkap MANAJEMEN STRATEGI

Pengertian Manajemen Strategi

Manajemen strategi atau manajemen strategik adalah keterampilan (seni), teknik, dan ilmu dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasii serta mengawasi berbagai keputusan-keputusan fungsional sebuah organisasi (perusahaan bisnis ataupun non bisnis) yang selalu terpengaruhi oleh lingkungan eksternal dan internal dengan kondisi yang selalu berubah sehingga bisa memberi kemampuan pada perusahaan dalam pencapaian sasaran atau tujuan yang sudah ditetapkan.
manajemen strategi
Manajemen Strategi

Baca juga artikel sebelumnya : Pengertian Manajemen

Proses Manajemen Strategi


Berdasarkan dari Definisi Manajemen Strategi diatas, proses dalam Manajemen Strategi meliputi beberapa tahapan: Pengamatan Lingkungan, Perumusan Strategi, Impelmentasi Strategi, Evaluasi Strategi

Perumusan Manajemen Strategik


Perumusan manajemen strategi perusahaan bisa meliputi pengembangan misi usaha, mengidentifikasikan sebuah peluang dan ancaman dari eksternal, mengukur serta menetapkan kelemahan maupun kekuatan internal perusahaan, menetapkan sasaran jangka panjang, menimbang alternatif lain, dan memilih strategi khusus yang akan diterapkan pada kasus kasus tertentu

Cakupan perumusan strategi meliputi obyek baru yang akan dikerjakan, obyek usaha yang akan ditingggalkan, mengalokasikan sumber daya baik itu financial ataupun non finansial, memutuskan apakah dibutuhkan sebuah pengembangan aktivitas ataukah diversifikasi produk, memutuskan pasar domestik atau internasional, dibutuhkan merger atau akuisis apa tidak, menghindar dari akuisisi perusahaan oleh perusahaan pesaing. karena tidak ada perusahaan yang memiliki sumber daya yang tak terbatas, maka sebuah strategi harus berani untuk memutuskan suatu strategi alternatif yang bisa memberikan dampak yang positif yang terbaik supaya memberi keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Sebuah strategi harusnya memberi keunggulan komparatif dan pada akhirnya bisa memberikan keunggulan yang kompetitif dalam jangka panjang, hal itu haruslah menjadi penting bagi manajemen strategi.

Mengimplementasi Strategi


Sering disebut juga tahapan dari aktivitas manajemen strategi. Dalam tahap mengimplementasikan strategi ini perusahaan menetapkan tujuan atau sasaran perusahaan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi para karyawan dan mengalokasikan sumber daya agar strategi yang telah disusun bisa dijalankan. Implementasi strategi ini meliputi budaya yang mendukungg pengembangan perusahaan, menyiapkan anggaran, memanfaatkan system informasi, memotivasi sumber daya manusia supaya mau menjalankan dan bekerja sebaik mungkin. Implementasi strategi membutuhkan disiplin dan kinerja yang tinggi serta imbalan jasa yang mencukupi.

Mengevaluasi dan Pengawasan Strategi


Evaluasi dan Pengawasan strategi adalah tahap akhir didalam proses manajemen strategi. seluruh strategi adalah subyek moditifikasi di masa mendatang, sebab berbagai faktor baik eksternal maupun internal akan terus mengalami sebuah perubahan.

Evaluasi Strategi meliputi beberapa hal:
  • Mereview faktor faktor ekternal dan internal yang merupakan dasar bagi setiap strategi yang sedang dijalankan
  • Mengukur kinerja yang sudah dijalankan
  • Mengambil sebuah tindakan perbaikan apabila terjadi ketidak sesuaian

Evaluasi strategi ini sangat dibutuhkan bagi perusahaan karena suatu kesuksesan usaha yang diraih saat ini bukan menjadi keberhasilan dimasa mendatang. Bahkan seringkali kesuksesan usaha pada masa sekarang bisa memunculkan persoalan yang baru dan berbeda. Pun demikian bila mengalami kegagalan, maka persoalan yang baru muncul dan harus dihadapi supaya bisa menghidupkan kembali aktivitas bisnis yang telah gagal

Didalam perusahaan besar, proses perumusan (formulasi) strategi, implementasi, pengevaluasian dan pengawsan strategi ada tiga tingkatan hierarki, tingkatan corporate, tingkat divisi serta tingkatan fungsional.

Prinsip Manajemen Strategi


Prinsip Manajemen Strategi Dibagi menjadi:
  • Perencanaan Strategi Merembes (menembus), seluruh manajer diberbagai divisi harus belajar untuk berfikir secara strategis, seluruh tingkat managerial akan terlibat didalam manajemen strategi dengan berbagai cara tertentu. tiap pola dan cara yang akan dipakai berbeda namun masih mengarah pada sasaran yang sama, tujuan yang ditetapkan
  • Perencanaan Komprehensif, maksudnya adalah perencanaan yang berdasarkan pada kebutuhan serta pengembangan bisnis, tidak dibuat dengan asal asalan

Kompenen Proses Manajemen Strategis


Ada beberapa komponen dalam proses manajemen strategi, diantaranya:
  • Misi Organisasi (perusahaan), merupakan gambaran tujuan tentang keberadaan perusahaan. misi ini meliputi type, ruang lingkup serta karakteristik tindakan yang akan dijalankan
  • Tujuan, tujuan merupakan hasil akhir dari sebuah kegiatan. disini akan ditegaskan hal apa ayang akan digapai, kapan waktunya, dan berapa yang harusnya dicpai.
  • Strategi, merupakan suatu keterampilan atau ilmu dalam memenangkan sebuah persaingan. persaingan adalah perebutan konsumen (pangsa pasar) dan konsumen setiap saat akan mengalami perubahan, maka strategi hendaknya dikelola dengan sedemikian rupa supaya tujuan perusahaan bisa tercapai
  • Kebijakan, kebijakan merupakan cara dalam mencapai sasaran perusahaan. kebijakan mencakup garis pedoman, aturan-aturan dan prosedur untuk menyokong usaha pencapaian sasaran atau tujuan yang sudah ditetapkan
  • Profil Perusahaan, menggambarkan kondisi perusahaan baik itu keuangan, sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya fisik lainnya.
  • Lingkungan Eksternal, merupakan seluruh kekuatan yang akan memberikan pengaruh terhadap pilihan strategi serta mendifinisikan kondisi kompetisinya
  • Lingkungan Internal, lingkungan internal mencakup seluruh unsur bisnis yang terdapat pada perusahaan
  • Analisa Strategi dan Pilihan, hal ini ditujukan kepada keputusan dalam investasi untuk masa mendatang
  • Strategi Unggulan, merupakan rencana umum serta komprhensif atas semua aktivitas utama yang ditujukan pada usaha pencapaian sasaran dalam lingkungan yang bersifat dinamis
  • Strategi Fungsional, adalah penjabaran strategi umum yang nantinya dijalankan oleh divisi

Landasan Dasar untuk Manajemen Strategi


Manajer strategi harus bisa menganalisa fungsi utama dari bisnis yang ada dan mengerti cara mempengaruhi suatu proses manajemen strategi dan mengetahui bagaimana cara mengintegrasikan-nya. Manfaat hubungan fungsi bisnis dengan proses manajemen strategi tak bisa diabaikan. Umumnya ada 3 fungsi utama binis:
  • Fungsi Produksi
  • Fungsi Pemasaran
  • Fungsi Keuangan

Selain tiga diatas masih ada fungsi yang lainnya seperti SDM (sumber daya manusia), pengembangan dan riset, serta hubungannya dengan masyarakat. kesemua fungsi memiliki pengaruh langsung yang sangat besar pengaruhnya terhadap Manajemen Strategi



Selasa, 10 Februari 2015

Ini 4 Fungsi Manajemen dan Pembahasannya

Fungsi Manajemen terdiri atas 4 fungsi yang utama, yaitu :
  1. Planning ( fungsi perencanaan )
  2. Organizing ( fungsi pengorganisasian )
  3. Directing ( pengarahan )
  4. Controlling ( pengendalian )
Untuk memperoleh hasil secara maksimal, para manajer harus mampu menguasai seluruh fungsi manajemen yang ada.
fungsi manajemen
Fungsi Manajemen

Fungsi Fungsi Manajemen

Fungsi fungsi manajemen menurut para ahli yang satu dengan yang lainnya secara umum memiliki banyak kesamaan. Fungsi manajemen menurut Henry Fayol dan GR Terry menyebutkan ada 4 fungsi yang utama dari sebuah manajemen, Perencanaan - Pengorganisasian - Pengarahan - Pengendalian.

1. Planning (Fungsi Perencanaan)


Planning adalah bagaimana perusahaan menetapkan tujuan yang diinginkan dan kemudian menyusun rencana strategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Manajer dalam fungsi perencanaan harus mengkaji dan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum memutuskan karena ini adalah langkah awal yang bisa berpengaruh secara total dalam perusahaan kedepannya.

Fungsi fungsi manajemen yang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang.


# Kegiatan Fungsi Perencanaan


Ada beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan
  • Menetapkan arah tujuan dan target bisnis
  • Menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut
  • Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
  • Menetapkan standar kesuksesan dalam upaya mencapai tujuan

      # Pembagian Perencanaan


      Perencanaan dari sudut pandang jenjang manajemen bisa dibagi kedalam beberapa jenjang:
      • Top Level Planning (Perencanaan Jenjang Atas)
      Perencanaan dalam jenjang ini bersifat strategis.
      Jenjang atas ini memberikan petunjuk umum, rumusan tujuan, pengambilan keputusan serta memberikan pentunjuk pola penyelesaian dan sifatnya menyeluruh.
      Top level planning menekankan tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tangung jawab manajemen puncak.
      • Middle Level Planning (Perencanaan Jenjang Menengah)
      Jenjang perencanaan menengah sifatnya lebih administratif
      Jenjang menengah menyiapkan cara-cara yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan dari sebuah perencanaan dijalankan.
      Tanggung jawab perencanaan middle level berada pada manajemen menengah.
      • Low Level Planning (Perencanaan Jenjang Bawah) 
      Perencanaan jenjang bawa lebih fokus terhadap bagaimana cara menghasilkan.
      Jenjang bawah ini lebih mengarah kepada kegiatan operasional perusahaan
      Manajemen pelaksana adalah pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan jenjang bawa ini 

      # Syarat Fungsi Perencanaan


      Perencanaan yang baik selayaknya memenuhi beberapa syarat syarat berikut:
      • Mempunyai tujuan yang jelas
      • Sederhana, tidak terlalu sulit dalam menjalankannya
      • Memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilakukan
      • Fleksibel, bisa berubah mengikuti perkembangan yang terjadi
      • Mempunyai keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan yang selaras pada tiap-tiap bagian
      • Segala sesuatu yang tersedia bisa dipergunakan secara efektif serta berdaya guna

         # Manfaat Fungsi Perencanaan


        Beberapa manfaat dari adanya fungsi perencanaan, diantaranya :
        • Bisa membuat pelaksanaan tugas jadi tepat dan kegiatan pada tiap-tiap unit akan lebih terorganisir kearah tujuan yang sama
        • Dapat menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi
        • Memudahkan pengawasan
        • Menjadi pedoman dasar di dalam menjalankan kegiatan

          2. Organizing (Fungsi Pengorganisasian)


          Organizing (fungsi perencanaan) adalah pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang dimiliki agar bisa menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

          Fungsi pengorganisasian mengelompokkan semua orang, alat, tugas dan wewenang yang ada dijadikan satu kesatuan yang kemudian digerakkan melaksanakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

          Pengorganisasian bisa memudahkan manajer untuk mengawasi dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang telah dibagi-bagi.
          Tugas apa yang harus dikerjakan ?

          Siapa personil yang akan melakukannya ?

          Bagaimana tugasnya dikelompokkan ?

          Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut ?
          Semua telah ditentukan dalam fungsi organizing manajemen


          # Kegiatan Organizing

          • Mengalokasikan sumber daya, menyusun dan menetapkan tugas-tugas serta menetapkan prosedur yang diperlukan
          • Menetapkan struktur perusahaan yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
          • Merekrut, menyeleksi, dan melakukan pelatihan serta pengembangan tenaga kerja
          • Menempatkan tenaga kerja pada posisi yang pas dan paling tepat.


              # Unsur-unsur Organizing

              • Sekelompok orang yang diarahkan untuk bekerja sama
              • Melakukan kegiatan yang sudah ditetapkan
              • Kegiatan  yang diarahkan untuk mencapai tujuan

                # Manfaat Organizing

                • Pembagian tugas-tugas bisa sesuai dengan kondisi perusahaan
                • Menciptakan spesialisasi saat menjalankan tugas
                • Personil dalam perusahaan mengetahui tugas apa yang akan dijalankan.

                  # Fungsi Organizing

                  • Pendelegasian wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana
                  • Adanya pembagian tugas yang jelas
                  • Mempunyai manajer puncak yang profesional untuk bisa mengkoordinasikan semua kegiatan yang dilakukan

                  3. Directing (Fungsi Pengarahan)


                  Directing alias fungsi pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja dinamis, sehat agar kinerjanya lebih efektif dan efisien.

                  Beberapa kegiatan pada fungsi pengarahan :

                  • Membimbing dan memberi motivasi kepada pekerja supaya bisa bekerja secara efektif dan efisien.
                    • Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
                    • Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

                    4. Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)


                    Fungsi pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila memang dibutuhkan.

                    Kegiatan pada fungsi pengendalian misalnya:
                    • Mengevaluasi keberhasilan dan target dengan cara mengikuti standar indikator yang sudah ditetapkan
                    • Melakukan klarifikasi dan koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan
                    • Memberi alternatif solusi yang mungkin bisa mengatasi masalah yang terjadi.

                      Controlling akan berjalan efektif dengan memperhatikan hal hal berikut :
                      • Routing (jalur), manajer menetapkan cara atau jalur supaya bisa dengan mudah mengetahui letak dimana suatu kesalahan sering terjadi.
                      • Scheduling (penetapan waktu), Manajer menetapkan kapan semestinya pengawasan harus dijalankan. 
                      Kadang-kadang, pengawasan yang terjadwal mungkin tidak efisien dalam menemukan suatu kesalahan, dan sebaliknya, sesuatu yang dijalankan secara mendadak malah lebih berguna.
                      • Dispatching (perintah pelaksanaan), adalah pengawasan yang berupa suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan. Tujuannya supaya suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu. 
                      Perintah bisa membuat sebuah pekerjaan bisa terhindar dari kondisi yang terkatung katung, dan pada ujungnya apabila terjadi kesalahan, bisa dengan mudah diidentifikasi siapa yang melakukan kesalahan
                        • Follow Up (tindak lanjut), Manajer mencarikan solusi apabila terdapat kesalahan yang ditemukan.
                        Tindak lanjut bisa dengan memberikan peringatan terhadap pihak yang sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan dan memberikan petunjuk supaya kesalahan yang sama tidak akan terulang kembali

                        Bentuk pengawasan yang baik adalah pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan dan sifat atau karakter dari perusahaan.

                        Sebuah pengawasan yang baik dilakukan dengan tidak menelan banyak biaya dan bisa menjamin adanya kegiatan perbaikan.

                        Untuk itu, perusahaan perlu menyiapkan langkah tata pola dan rencana perusahaan sebelum pengawasan dilaksanakan.


                        Ini 14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

                        Prinsip Manajemen adalah dasar serta nilai yang menjadi intisari dari sebuah keberhasilan manajemen. Prinsip manajemen bisa juga merupakan dasar ataupun kaidah yang merupakan kebenaran secara fundamental yang dijadikan acuan pedoman didalam melaksanakan tugas memimpin sebuah usaha kerjasama untuk meraih suatu keseimbangan setinggi tingginya didalam upaya pencapaian tujuan manajemen.

                        Henry Fayol, seorang asal Perancis menyatakan prinsip-prinsip manajemen seharusnya bersifat lentur, maksudnya perlu untuk dipertimbangkan sesuai dengan situasi maupun kondisi yang khusus dan berubah ubah. 14 prinsip prinsip manajemen menurut Henry Fayol terdiri atas :

                        prinsip prinsip manajemen
                        Prinsip Manajemen

                        Prinsip Manajemen

                        1. Division of Work | Pembagian Kerja


                        Division of Work atau Spesialisasi pekerjaan kepada individu individu dalam lingkaran manajemen untuk membangun sebuah pengalaman dan terus mengasah keahliannya sehingga pada akhirnya individu individu tersebut bisa menjadi lebih produktif dan menguntungkan. Terlebih lagi dengan kemampuan manusia yang memiliki banyak keterbatasan mengenai pengetahuan, kebutuhan waktu, dan perhatian sehingga keterbatasan keterbatasan ini bisa dijalankan oleh individu individu yang memiliki kemampuan untuk itu

                        2. Authority and Responsibility | Wewenang dan Tanggung Jawab


                        Wewenang dan pertanggung jawaban, kedua prinsip manajemen ini adalah kunci didalam melaksanakan roda usaha kerja sama. Bukan tanpa sebab, karena tanpa prinsip ini para manajer tidak akan bisa mengadakan suatu hubungan ke atas ataupun kebawah. Harus ada suatu kekuasan dalam memberi perintah dan sesuatu kekuatan yang bisa membuat manajer ditaati. Pertanggungjawaban akan timbul oleh adanya kekuasaan tersebut. Keduanya harus dalam kondisi yang seimbang dan tidak ada kekuasaan tanpa tanggungjawab, dan begitupun sebaliknya. Tanggung jawab terbesar ada pada manajer puncak. Kegagalan adalah terletak pada pucuk pimpinan, bukan pada karyawan yang berada dibawah karena pihak yang memiliki wewenang terbesar adalah para puncak manajer. Maka dari itu, jika seorang pucuk pimpinan tidak memiliki keahlian dan sifat kepemimpinan, maka wewenang yang ada bisa menjadi boomerang yang merugikan

                        3. Discipline | Disiplin


                        Discipline atau disiplin sangat berhubungan dengan wewenang. Jika wewenang tidak bisa berjalan dengan semestinya, maka bisa jadi disiplin akan hilang. Maka, pemegang wewenang setidaknya harus bisa menanamkan rasa disiplin terhadap diri sendiri sehinggan nantinya memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sesuai dengan wewenang yang dimiliki. Disiplin mencakup : kesungguhan hati, kerajinan, ketaatan, kesiapan, persetujuan, kebiasaan, tata krama antara organisasi tersebut dengan warganya

                        4. Unity of Command | Kesatuan Perintah


                        Kesatuan perintah adalah sebuah prinsip dimana perintah yang diterima bawahan tidak diperbolehkan untuk diberikan oleh lebih dari seorang petugas yang ada di atasnya. Dalam melaksanakan pekerjaan, para karyawan harusnya memperhatikan prinsip prinsip kesatuan perintah supaya pekerjaan bisa dilaksanakan secara baik. Tiap karyawan harus mengetahui kepada siapa dia harus bertanggungjawab yang sesuai dengan kewenangan yang didapatnya. Perintah yang diterima dari manajer yang lain kepada karyawan yang sama bisa mengakibatkan rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja. Untuk itu, pekerja harus memiliki hanya satu atasan tanpa ada perintah dari yang lain yang bisa jadi sangat bertentangan

                        5. Unity of Direction | Kesatuan Pengarahan


                        Kesatuan Pengarahan merupakan prinsip manajemen yang mengatakan setiap golongan pekerjaan yang memiliki tujuan yang sama, harus memiliki satu rencana dan dipimpin oleh satu manajer saja. Bisa dibedakan, dengan "unity of command" yang berhugunban dengan jalannya fungsi personalia sedangkan unity of direction berhubungan dengan struktur

                        Didalam melakukan tugas dan tanggung jawab, pekerja perlu diarahkan pada sasarannya. Kesatuan pengarahan ini sangat berhubungan erat dengan pembagian kerja. Prinsip kesatuan pengarahan juga bergantung pada kesatuan perintah.

                        6. Subordination of Individual Interest to General Interest | Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum


                        Prinsip manajemen yang ini menyatakan bahwa tiap karyawan harus mengabdi kepentingan pribadi kepada kepentingan perusahaan atau organisasi. Prinsip ini seperti berupa syarat yang penting supaya aktivitas berjalan dengan baik dan lancar. Prinsip ini terjadi jika karyawan mempunyai kesadaran bahwa kepentingan pribadinya sebenarnya bergantung pada keberhasilan atau tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip manajemen ini bisa terwujud jika karyawan merasa senang dan nyaman dalam bekerja. Dalam prinsip ini intinya kepentingan kelompok harus bisa mengatasi kepentingan individu, Jika subordinasi ini mengalami gangguan, maka disini diperlukan manajemen untuk mendamaikan

                        7. Remunerasi | Penggajian Pegawai


                        Prinsip manajemen ini menurut Henry Fayol adalah pembayaran upah serta cara pembayaran yang adil serta memberi kepuasan yang maksimal untuk pegawan dan majikan. Dengan menggunakan sistem upah atau gaji yang memuaskan nantinya bisa merangsang pegawan untuk bisa bekerja lebih rajin lagi.

                        8. Centralization | Pemusatan


                        Pemusatan adalah prinsip manajemen yang menyatakan seluruh organisasi harus bisa berpusat, harus memiliki pusat. Prinsip ini harus bisa menunjukkan hingga batas mana kewenangan itu dipusatkan ataupun dibagi pada suatu organisasi. Pemusatan kewenangan bisa menimbulkan pemusatan tanggung jawan pada sebuah aktivitas. Tanggung jawab yang terakhir dan terbesar berada pada orang yang memegang kewenangan tertinggi atau pucuk pimpinan manajer. Prinsip pemusatan bukan berarti ada kekuasaan untuk mempergunakan kewenangan, tapi untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan dan tanggung jawab. Prinsip manajemen pemusatan ini juga tidak bisa menghilangkan asal pelimpahan kewenangan.

                        9. Chain of Command | Rangkaian Perintah | Hierarki


                        Rangkaian Perintah merupakan prinsip manajemen yang mengharuskan perintah dari atas kebawah harus selalu mengambil jarak yang terdekat. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Garis otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh.

                        10. Order | Ketertiban


                        Prinsip manajemen ini bisa jadi adalah syarat yang utama karena pada umumnya tidak ada orang yang dapat bekerja pada keadaan kejang atau kacau. Ketertiban pada suatu pekerjaan bisa terwujud jika semua karyawan memiliki disiplin dan ketertiban yang tinggi.

                        11. Equity | Keadilan


                        Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sesuatu yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer didalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan.

                        Menurut Atmosudirdjo, Keadilan merupakan realisasi dari sesuatu yang telah tetap. Kewajaran membutuhkan banyak pikiran sehat, pengalaman dan kebaikan hati. Umumnya, karyawan menuntuk diperlakukan dengan wajar, mendapat apa yang telah menjadi haknya. Prinsip ini mutlak diperlukan karena menuntut manajemen untuk memperlakukan bawahan dengan baik.

                        12. Stability of Tenur of Personel | Stabilitas Masa jabatan dalam Kepegawaian


                        Perputaran karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi, untuk itulah prinsip ini dijalankan. Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Butuh waktu untuk seorang pekerja agar bisa menyesuaikan diri terhadap jabatan atau fungsinya yang baru serta untuk menunaikan tugas dengan baik

                        13. Inisiative | Prakarsa


                        Inisiatif merupakan prinsip manajemen yang menyatakan seseorang kepala harus pintar dalam memberikan inisiatif. Inisiatif muncul dari dalam diri seorang yang mempergunakan daya pikir. Inisiatif memunculkan kehendak untuk mewujudkann sesuatu yang bernilai guna bagi penyelesaian pekerjaan dengan cara yang sebaik baiknya. Pada Prakarsa ini terhimpun perasaan, kehendak, pikiran, keahlian serta pengalaman seseorang yang nantinya akan di realisasi. Setiap prakarsa atau inisiatif yang datang hendaknya harus dihargai setinggi tingginya bila inisiatif tersebut memberikan nilai manfaat yang luar biasa bagi organisasi sehingga karyawan yang memberi inisiatif tersebut dan juga manajemen akan mendapatkan kepuasan serta materi yang setimpal.

                        14. Esprit de Corps | Semangat Kesatuan


                        Esprit de Corps atau kesetiaan kelompok merupakan prinsip manajemen dimana setiap pegawai harus mempunyai rasa kesatuan senasib sepenangungan yang bisa menciptakan semangat kerja sama yang lebih baik. Semangat kesatuan ini bisa muncul jika tiap tiap karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain dan pekerja lain sangat diperlukan oleh dirinya. Manajer yang mempunyai jiwa kepemimpinan akan bisa memunculkan semangat kesatuan ini. Sebaliknya, jika manajer tidak memiliki kepampuan, bisa berakibat perpecahan.

                        Begitulah 14 Prinsip Prinsip manajemen menurut Henry Fayol, seorang industrialis asal prancis. semoga tulisan prinsip prinsip manajemen ini memerikan manfaat untuk pembaca.


                        Konsep Manajemen dan Penjelasannya

                        konsep manajemen
                        Konsep Manajemen

                        Konsep Manajemen

                        Konsep Manajemen - manajemen bersifat universat, tidak ada satu kesepakatan tentang batasan, banyak definisi yang bisa dijadikan dasar sesuai dengan tujuan masing masing. Namun beberapa ahli berpandangan sama mengenai Konsep Manajemen. Sejara garis besar, banyak yang setuju bahwa konsep manajemen bisa dilihat dari 4 sudut pandang. Apa saja yang menjadi konsep dasar manajemen ?

                        Manajemen Sebagai Suatu Ilmu


                        Manajemen sebagai suatu science atau ilmu pengetahuan yang berupaya secara sistematis dalam memahami dan mempelajari bagaimana masing masing manusia bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan membuat sistem ini bisa memberikan manfaat untuk kemanusiaan.

                        Lebih lanjut Luther Gullich seorang ahli manajemen mengemukakan bahwa manajemen merupakan suatu bidang pengarahan yang berupaya untuk bisa memahami bagaimana dan mengapa orang bekerja secara bersama sama untuk mencapai sebuah tujuan. Manajemen sebagai sebuah ilmu pengetahuan telah lama dipelajari dan telah menjadi sebuah teori. Gejala gejala dalam manajemen telah diteliti menggunakan metode metode penelitian ilmiah yang bisa dirumuskan dalam prinsip prinsip yang diwadahi dalam sebuah teori. Manajemen sebagai ilmu digunakan untuk menjelaskan dan menerangkan berbagai fenomema fenomena yang ada sehingga bisa memberi arahan kepada manajer terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan

                        Manajemen Sebagai Seni


                        Manajemen sebagai seni merupakan sebuah upaya nyata untuk mendatangkan hasil maupun manfaat yang maksimal dengan usaha yang seminimal mungkin yang bisa dilakukan. Pun dengan pencapaian kesejahteraan serta kebahagiaan yang maksimal bagi para pimpinan organisasi maupun bawahan dan memberikan bentuk pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, pasar, ataupun pihak yang dibutuhkan

                        Henry M Boettinger mengemukakan manajemen merupakan sebuah seni dalam suatu pengambilan keputusan, yang artinya manajemen adalah suatu kemampuan, keterampilan atau kemahiran dalam menerapkan prinsip prinsip dan teknik dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki secara bernilai guna dalam rangka merealisasikan tujuan tujuan yang diinginkan. Konsep manajemen sebagai seni memandang perlunya kerja sama dengan pihak lain, bagaimaan mengatur dan memerintahkan orang lain supaya bisa bekerja sama dengan baik dan menguntungkan, karena pada dasarnya manusia umumnya adalah "managing" atau mengatur. dan mengatur manusia ada seninya tersendiri agar memperoleh hasil yang maksimal.

                        Manajemen sebagai Profesi


                        Manajemen sebagai sebuah profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang dijalankan orang orang yang mempunyai keahlian serta keterampilan sebagai kader, manajer atau pimpinan didalam sebuah organiasi tertentu. manajemen diartikan sebuah profesi dikarenakan manajemen memerlukan keahlian, keterampilan, kemahiran dan skill tertentu untuk menjalankan aktivitas dalam merealiasikan tujuan yang diinginkan. Dalam manajemen, semua pekerjaan dijalankan dengan cara yang sangat efektif dan juga efisien sehingga bisa memaksimalkan segala yang ada. Untuk menjalankannya perlu sebuah kemampuan yang ahli, dan skill ini bisa merupakan suatu profesi tersendiri bagi seorang ahli.

                        Para ahli profesional mendapatkan status dengan cara mencapai sebuah standar prestasi kerja dan bukan berdasaran kepada faktor diluar itu seperti suku, keturunan, agama serta kriteria kriteria yang tidak bersangkutan lainnya.

                        Manajemen sebagai Proses


                        Dalam upayanya mencapai tujuan, manajemen mempergunakan berbagai aktivitas yang tidak bisa dipisahkan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain. Prinsip manajemen sebagai proses lebih mengarah kepada proses dalam mengelola serta mengatur pelaksanaan sebuah pekerjaan ataupun serangkaian kegiatan yang tujuannya untuk merealisasikan tujuan. Proses manajemen sendiri terdiri atas beberapa tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengendalian yang juga merupakan fungsi dari manajemen itu sendiri


                        Senin, 09 Februari 2015

                        Unsur Unsur Manajemen

                        Unsur Unsur Manajemen - Dalam upayanya manajemen dalam mencapai sasaran atau tujuan yang sudah ditentukan, seorang manajer memerlukan beberapa sarana yang digunakan sebagai alat (tools) yang akan digunakan untuk mencapai sasarannya tersebut. sarana sarana ini biasa disebut sebagai Unsur-unsur manajemen. Unsur unsur manajemen beberapa ahli telah menyebutkan sebanyak 6 unsur manajemen. 6 unsur manajemen tersebut adalah :

                        1 . Man (manusia) 4 . Machines (mesin)
                        2 . Money (uang) 5 . Methods (metode)
                        3 . Materials (bahan) 6 . Market (pasar)

                        Tiap tiap unsur manajemen tersebut mempunyai peranan yang penting bagi sebuah manajemen. mari kita lihat penjelasannya

                        Man | Manusia

                        unsur unsur manajemen
                        Unsur Unsur Manajemen
                        Man atau manusia ataupun juga sering diistilahkan dengan sumber daya manusia dalam dunia manajemen merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan. Manusia yang merancang tujuan, menetapkan tujuan dan manusia jugalah yang nantinya akan menjalankan proses dalam mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut. Sudah jelas, tanpa adanya manusia maka tidak akan pernah ada proses kerja karena manusia pada dasarnya adalah mahluk kerja.

                        Berbagai macam aktivitas yang bisa dilalkukan dalam upaya memcapai tujuan bisa dilihat mulai dari aktivitas proses, perencanaan, pengorganisasisan, pngarahan hingga pengendalian serta semua kegiatan kegiatan detail lainnya yang diperlukan untuk dijalankan. kesemuanya membutuhkan sumber daya manusia

                        Money | Uang

                        unsur manajemen
                        Unsur Manajemen

                        Money atau uang sudah tak perlu dijelaskan panjang lagi, sudah jelas uang sangat dibutuhkan manajemen dalam mengusahakan pencapaian tujuan. Uang menjadi penting, lalu kemudian diperlukan ilmu untuk mengatur pengelolaan keuangan agar semua aktivitas menjadi lancar

                        Materials | Bahan

                        unsur manajemen
                        Unsur unsur manajemen
                        Material atau bahan menjadi salah satu unsur manajemen yang juga penting. Umumnya, perusahaan tidak menghasilkan bahan baku atau bahan mentah sendiri melainkan mendapatkannya dari pihak lain. Perusahaan membeli dari perusahaan vendor penyedia bahan yang diperlukan, manajer perusahaan biasanya akan berusaha untuk mendapatkan bahan baku dengan harga yang seminimal mungkin untuk bisa memaksimalkan laba, dengan menggunakan pengangkutan yang aman dan juga minim biaya dan kemudian bahan tersebut nantinya akan diproses dengan efisien untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

                        Machine | Mesin

                        unsur unsur manajemen
                        Unsur unsur manajemen
                        Unsur manajemen yang berupa manusia, walaupun sangat berperan penting, namun kini fungsinya telah terbantu dan terkurangi akibat adanya mesin. Mesin kini telah menjadi sebagai pembantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan pekerjaan. Perkembangan kemajuan teknologi kini telah menyebabkan penggunaan mesin yang makin dominan baik untuk produksi, pengangkutan maupun yang lainnya.

                        Methode | Metode

                        unsur unsur manajemen
                        unsur unsur manajemen
                        Metode kerja dalam manajemen sangatlah diperlukan supaya mekanisme kerja yang ada berjalan secara efektif dan efisien. Metode kerja yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan masing masing organisasi, ntah itu yang berhubungan dengan produksi ataupun administrasi tidak terjadi dengan begitu saja dengan sendirinya melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama

                        Dalam dunia manajemen dihadapkan dengan berbagai macam alternatif metode dalam cara menjalankan pekerjaan. Beberapa metode mungkin tepat bagi satu industri namun tak begitu memuaskan bila diterapkan di tempat lain. Metode yang tepat untuk kondisi suatu organisasi akan memudahkan manajemen untuk mencapai sasaran

                        Markets | Pasar

                        unsur manajemen
                        Unsur Manajemen
                        Proses produksi merupakan proses yang cukup penting, namun apabila barang atau jasa hasil produksi tidak bisa terserap dengan baik oleh pasar, atau tidak laku, maka proses produksi tersebut bisa berhenti dan tidak akan mendapatkan hasil maksimal.

                        Pasar merupakan unsur manajemen yang sifatnya sangat strategis, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan dominasi hasil produksi bisa jadi merupakan satu faktor yang menentukan dalam perusahaan. Pasar merupakan sumber utama sebuah perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Permasalahan lain adalah bagaimana cara mempertahankan pasar yang telah dikuasai dari ranah kompetitor, berbicara riset, strategi pemasaran, kualitas, kuantitas, harga yang sesuai dengan selera dan daya beli pelanggan merupakan hal yang perlu di dalami dalam masalah ini

                        Unsur-unsur manajemen tersebut merupakan hal mutlak dalam manajemen untuk menentukan arah perusahaan sebagai dasar menjalankan aktivitas yang bertujuan sesuai dengan apa yang diinginkan


                        Minggu, 08 Februari 2015

                        Manajemen Sumber Daya Manusia

                        Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia


                        Manajemen Sumber Daya Manusia atau yang biasa disingkat dengan manajemen SDM merupakan suatu rangkaian proses yang menangani masalah masalah yang ada dalam lingkup pegawai, karyawan, manajer, buruh hingga manaer serta tenaga kerja yang lain agar bisa menunjang kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Umumnya, unit atau bagian yang menangani sumber daya manusia ialah departemen sumber daya manusia (human resource department/HRD).

                        Manajemen sumber daya manusia termasuk didalamnya desain sistem perencanaan, penyusunan atas karyawan, pengembangan para karyawan, pengelolaan karir pegawai, evaluasi kinerja para pegawai, kompensasi tehadap karyawan serta hubungan ketenaga-kerjaan yang baik. manajemen sumber daya manusia meliputi keputusan keputusan serta praktek manajemen yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap sumber daya manusianya

                        manajemen sumber daya manusia
                        Manajemen Sumber Daya Manusia
                        Beberapa ahli memberikan pendapatnya mengenai pengertian manajemen sumber daya manusia. berikut akan saya berikan pengertian manajemen sumber daya manusia diantaranya:

                        AF Stoner
                        AF Stoner menyatakan manajemen sumber daya manusia merupakan prosedur yang terus berkelanjutan yang memiliki tujuan untuk orang yang tepat dalam suatu perusahaan guna ditempatkan dalam posisi atau jabatan yang tepat ketika perusahaan membutuhkannya.
                        Melayu S.P. Hasibuan, menyatakan
                        Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni tentang mengatur hubungan serta peran tenaga kerja supaya efisien dan efektif dalam membantu mewujudkan tercapainya tujuan perusahaan. karyawan serta masyarakat
                        Henry Simamora
                        Manajemen Sumber Daya manusia merupakan suatu upaya pendaya-gunaan, pengembanan, pemberian nilai, pemberian ballasan jasa serta pengelolahan terhadap individu ataupun kelompok kerja dalam perusahaan. 
                        Achmad S Rucky
                        Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bentuk penerapan secara efektif dan tepat didalam proses akuisisi, pendaya-gunaan, pengembangan, serta pemeliharaan personel yang dimiliki oleh perusahaan dengan efektif guna memperoleh tingkat pendaya-gunaan sumber daya manusia secara maksimal oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
                        Mutiara S Panggabean
                        Manajemen sumber daya manusia meliputi atas proses perencanaan, pengorganisaisan, pimpinan serta pengendalian segala aktivitas yang masih berkaitan dengan analisa pekerjaan, evaluasi atas pekerjaan, pengadaan, pengembangan, promosi, kompensasi serta pemutusan hbungan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
                        Dari Pengertian Manajemen sumber daya manusia yang diungkapkan oleh M.S. Panggabean diatas, kegiatan dalam bidang sumber daya manusia bisa dilihat dari dua sisi, dari sudut pandang pekerjaan serta dari sudut pandang pekerja.

                        Dari sudut pandang pekerjaan melitputi analisa dan evaluasi atas pekerjaan, dan dari sudut pandang pekerja terdiri dari aktivitas aktivitas pengadaan tenaga kerja, penilaian atas prestasi kerja, pelatihan serta pengambangan pekerja, kompensasi, promosi dan pemutusan hbubungan kerja

                        Kita bisa lihat bersama, secara sederhana dari pengertian pengertian yang dilontarkan diatas, manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses dalam perencanaan untuk mengatur sumber daya manusia yang dimiliki supaya bisa dipergunakan dan dimanfaatkan secara baik sehingga memberikan kualitas dan nilai tambah bagi perusahaan.

                        Fenomena fenomena terus terjadi seiring waktu mengenai sumber daya manusia, dalam perkembangannya manajemen sumber daya manusia bukanlah hanya sekedar sumber daya yang dimiliki perusahaan semata, tapi melainkan lebih merupakan modal ataupun aset yang sangat bernilai yang bisa dilipatgandakan, bisa dikembangkan dan terlebih bisa dijadikan sebagai instrumen investasi atau aset yang berharga dalam suatu perusahaan. bayangkan, tentu perusahaan akan jingkrak keriangan apabila memiliki pekerja sekelas mark zuckerberg bukan? atau sepintar habibie? ini akan menjadikan perusahaan tersebut akan memiliki nilai lebih.

                        Namun, sangat disayangkan apabila karyawan yang memiliki sumber daya yang baik tapi karena pihak perusahaan tidak meng"upgrade"nya, tidak memberikan bimbingan lebih lanjut maka potensi potensi yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan bahkan bisa menghambat perusahaan itu sendiri.

                        Sudah selayaknya karyawan karyawan yang dimiliki dilatih dengan mumpuni agar kemampuan para pekerja bisa berkembang, dengan karyawan yang berkembang, optimasi nilai perusahaan serta tujuan yang diinginkan hanya tinggal menunggu waktu saja

                        Pelatihan perlu dilakukan dengan mengadakan pelatihan oleh perusahaan untuk pengembangan karyawan, dan evaluasi atas pekerjaan bisa membantu para pekerja untuk bisa lebih meningkatkan kinerja karyawan. tapi perlu diingat, Konsep yang utama dari manajemen sumber daya manusia, bahwa karyawan adalah manusia, bukan mesin ataupun alat, sehingga bisa diketahui bagaimana caranya mengatur hubungan serta peran sumber daya manusia yang ada.

                        Model Manajemen Sumber Daya Manusia


                        Ada beberapa model yang bisa kita pelajari dalam permasalahan permasalahan yang ada pada manajemen sumber daya manusia, sekaligus bagaimana cara pemecahan masalahnya. kita tahu, perusahaan skala kecil tidak bisa menerapkan apa yang menjadi model dalam perusahan besar, pun juga sebaliknya, semua model harus menyesuaikan dengan karakter, skala dan situasi kondisi serta tujuannya perusahaan.

                        Ini dia beberapa model manajemen sumber daya manusia:

                        Model Klerikal
                        Fungsi dari departemen sumber daya manusia ialah mendapatkan serta memelihara laporan, semua data, besarta catatan dan melaksanakan tugas secara rutin. fungsinya menangani kerjtas kerja yang diperlukan, memenuhi peraturan dan juga menjalankan semua tugas kepegawaian yang rutin
                        Model Hukum
                        Operasi dari sumber daya manusia mendapatkan kekuatannya dari tingkat keahlian dibidang hukum. beberapa aspek penting dalam bidang hukum seperti hubungan perburuhan, negosiasi kontrak, pengawasan serta kepatuhan adalah fungsi utama yang ditimbulkan oleh adanya hubungan yg sering bertentangan karyawan dan manajer perusahaan.
                        Model Finansial
                        Model ini semakin berkembang dari waktu ke waktu, karena banyak manajer yang makin sadar besarnya pengaruh dari sumber daya manusia yang meliputi biaya kompsnsasi tidak langsung semisal beban asuransi kesehatan, pensiun, biaya asuransi jiwa, ataupun liburan dan lainnya. peran manajer sumber daya manusia makin meninggi sejalan dengan semakin kompleksnya bidang ini.
                        Model Manajerial
                        Dalam model ini meliuti dua versi, yang pertama adalah manajer SDM memahani rangka acuan kerja manajemen lini yang hanya berorientasi atas tingkat produktifitas, dan yang kedua, manajer ini menjalankan beberapa fungsi dari sumber daya manusia. Departemen SDM melatih manajer lini dlaam keahlian yang dibutuhkan guna menanganii semua fungsi kunci dari sumber daya manusia semisal evaluasi kierja, pengangakatan dan pengembangann. karena umumnya, karyawan lebih suka berinteraksi secara langsung dengan manajer mereka sendiri dibanding dengan para pegawa staff.jadi beberapa departemen SDM bisa menunjuk manajer lini berperan menjadi pelatih dan fasilitator.
                        Model Humanistis
                        Ide utama dari model humanistis ialah departemen SDM dibentuk guna mengambankan serta membantu perkembangan value dari potensi SDM diperusahaan. spesialis SDM harus bisa memahami individu pegawai dan membantu untuk memaksimalkan peningkatan karir. model humanisits ini menggambarkan tumbuhnya perhatian perusahaan kepada pelatihan serta pengembangan karyawan.
                        Model Ilmu Perilaku
                        Dalam model ilmu perilaku berasumsi bahwa ilmu perilaku semisal psikologi dan perilaku perusahaan adalah dasar kegiatan sumber daya manusia. prinsipnya adalah sebuah pendekatan ilmu pengetahuan kepada perilaku manusia bisa diterapkan kepada semua permasalhan sumber daya manusia yang berdasarkan pada prinsip ilmu pengetahuan, meliputi evaluasi, tehnik umpan balik, desain tujuan dan program pelatihan dan manajemen karir.

                        Apabila anda memiliki pertanyaan, silahkan berkomentar pada kolom dibawah. Demikian sekilas mengenai makalah manajemen sumber daya manusia


                        Manajemen Pemasaran, Ini Pengertiannya Menurut Ahli

                        Manajemen Pemasaran - Sebelum kita melangkah memberikan statement tentang pengertian Manajemen Pemasaran, alangkah baiknya terlebih dahulu kita telaah apa itu pemasaran sebagai basicnya. Marketing management  atau kita mengucapkannya sebagai manajemen pemasaran merupakan hal mutlak yang harus dipelajari dalam berbisnis, berbagai tantangan yang dihadapai para pebisnis khususnya para produsen barang dan jasa makin berat. berbagai upaya dalam hal marketing harus dijalani sehingga tidak makin tenggelam dalam persaingan karena makin banyaknya kompetitor dari waktu kewaktu. persaingan dari kompetitor yang makin ketat membuat aktivitas peningkatan skala produksi tak lagi dipandang sebagaii masalah utama jika dibandingkan dengan aktivitas pemasaran barang atau jasa yang dihasilkan. bisa dikatakan, keberhasilan dalam pemasaran adalah kunci kesuksesan dari suatu entitas bisnis atau perusahaan.

                        manajemen pemasaran
                        manajemen pemasaran
                        Aktivitas pemasaran mempunyai nilai yang positive baik ditelaah dari sisi produsen ataupun dari sudut pandang konsumen. dari pihak konsumen katakanlah kegiatan pemasaran produk dipandang sebagai aktivitas yang bisa menawarkan berbagai alternative pemuas suatu kebutuhan, sehingga nilai dari kepuasan itu sendiri meningkat. dari sudut pandang produsen barang atau jasa, kegiatan pemasaran adalh aktivitas untuk meningkatkan pelayanan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan para customer. jadi, pemasaran semestinya bukanlah sekedar berkaitan dengan hanya kepentingan seorang produsen saja namun juga kepentingan para konsumen.

                        Aktivitas pemasaran adalah salah satu aktivitas pokok yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk terus menjaga kelangsungan hidupnya dan berkembang ke skala yang lebih lagi dengan tujuanakhir memperoleh laba. arti kata pemasaran umumnya seringkali disalah-artikan dengan definisi penjualan, perdagangan serta distribusi. padahal istilah itu hanyalah satu bagian dari kegiatan pemasaran secara menyeluruh. proses kegiatan pemasaran dimulai jauh hari sebelum barang atau jasa diproduksi dan tidak selesai (berakhir) dengan hanya penjualan, namun bagaiman seluruh kegiatan tersebut bisa memberikan suatu kepuasan yang diinginkan para konsumen. Banyak definisi mengenai pemasaran yang dikemukakan oleh para pakar dan ahli, berbagai pengertian tentang pemasaran tersebut pada mulanya memfokuskan pada barang atau jasa, lalu pada enitas entias atau lembaga yang dibutuhkan untuk menjalankan proses penjualan dan pada fungsi yang dilaksanakan guna memungkinkan untuk dilakukan transaksi pemasaran.

                        Pengertian Manajemen Pemasaran 

                        Baiklah sekarang simak pengertian pemasaran menurut para ahli berikut untuk menambah referensi

                        American Marketing Association
                        Pemasaran adalah proses perencanaan dan melaksanakan konsep, promosi, harga serta distribusi beberapa ide, barang atau jasa guna menghasilkan pertukaran yang bisa memuaskan tujiuan individu dan organisassi.
                        Philip Kotler, menyatakan
                        Pemasaran merupakan proses sosial dan managerial dimana didalamnya tiap individu dan organisasi memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menghasilkan, menawarkan serta menukarkan produk dan jasa yang memiliki nilai dengan pihak lainnya.
                        Pengertian Pemasaran diatas berdasarkan pada inti dari konsep pemasaran yang terdiri dari needs (kebutuhan), wants (keinginan), demans (permintaan), produk (barang, jasa dan ide), value, cost, dan kepuasan, relationship dan network, pasar, pertukaran dan transaksi, serta pemasar dan prospek kedepan.

                        Inti dari konsep pemasaran tersebut beroperasi didalam lingkungan yang berkembang secara terus menerus sebagai akibat sosial dari entitas bisnis, tapi juga dibatasi oleh sumber daya dari perushaaan itu sendiri serta peraturan yang adaa. suatu perubahan lingkungan bagi pemasaran bisa menjadi tantangan baru yang membutuhkan tanggapan dan problem solving (pemecahan masalah) yang baru juga, ataupun sebaliknya bisa berupa peluang untuk pengembangan usaha.

                        Berhubungan dengan hal tadi, diperlukan suatu keahlian yang bisa membedakan dan menjalankan aktivitas pemasaran dalam suatu pencapaian tujuan perushaan serta dalam penyesuaian diri dengan lingkungan yang berubah. aktivitas pemasaran haruslah dikelola dan dikoordinir dengan langkah yang tepat, maka timbullah istilah MANAJEMEN PEMASARAN

                        Manajemen Pemasaran adalah proses penganalisaan, perencanaan, pelaksanan serta pengawasan suatu program yang memiliki tujuan untuk menciptakan pertukaran denga pasar yang ditujukan yang berujung pada pencapaian tujuan perusahaan.

                        Fokus manajemen pemasaran diletakkan pada penaawran perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan dari pasar tersebut serta penentuan harga, mengadakan komunikkasi serta distribusi yang efisien dan efektif untuk memberi-tahu, mendorong juga melayani pasar.

                        Jadi, Manajemen Pemasaran dapat dirumuskan: suatu proses managemen yang meliputi kegiatan pengananalisa, perencanan, pelaksanaan serta pengawasan aktivitas pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan.


                        Aktivitas ini memiliki tujuan untuk menciptakan pertukaran yang diharapkan, ntah itu menyangkut barang atau jasa ataupun sesuatu hal yang lain yang bisa memenuhi kebutuhan baik secara psikologis, sosial maupun kebudayaan. proses pertukaran ini bisa ditimbulkan oleh penjual ataupun oleh pembeli yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak. penentuan dalam produk, promosi, harga serta tempat untuk memperoleh tanggapan yang efektiv disesuaikan dengn perilaku konsumen, pun sebaliknya, sikap dan juga perilaku konsumen terpengaruhi dengan sedemikian rupa hingga menjadi sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

                        Demikian sekilas mengenai makalah Manajemen Pemasaran, mungkin artikel ini bermanfaat silahkan di share :)
                        Baca juga : strategi pemasaran


                        Sabtu, 07 Februari 2015

                        Pembahasan MANAJEMEN KEUANGAN Lengkap !

                        Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Banyak yang beranggapan bahwa manajemen keuangan hanya kegiatan catat mencatat uang secara akuntansi dan menjadi tanggung jawab bagian keuangan saja.

                        Manajemen keuangan lebih luas dari itu cakupannya !

                        Pengertian Manajemen Keuangan

                        Pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas organisasi didalam upaya mendapatkan, mengalokasikan, menggunakan dana organisasi secara efektif dan efisien.

                        Pengertian ini mengalami berbagai perkembangan, berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, cara menggunakan dana hingga pengelolaan terhadap aset (aktiva) perusahaan.
                        pengertian manajemen keuangan
                        manajemen keuangan
                        Baca juga artikel sebelumnya : Pengertian Manajemen

                        George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

                        Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli


                        Ada beberapa ahli yang  berpendapat tentang manajemen keuangan :

                        James Van Horne, menyatakan :
                        "Semua kegiatan yang berhubungan langsung dengan perolehan dana serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh."
                        Suad Husnan, berpendapat bahwa :
                        "Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap semua fungsi keuangan"
                        Bambang Riyanto, mendefinisikan :
                        "Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif"
                        Liefman menyatakan:
                        "Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk mendapatkan aset."
                        Kita bisa merangkum dan mengartikan sendiri berdasarkan pada definisi manajemen keuangan tersebut.

                        Manajemen keuangan adalah sebuah proses didalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan yang dimulai dengan cara mendapatkan dan menggunakan.

                        Penggunaan dana yang diperoleh harus tepat sasaran, efektif dan efisien agar tujuan keuangan yang telah direncanakan bisa terealisasi.

                        Prinsip Manajemen Keuangan


                        Manajemen keuangan tidak hanya berbicara tentang pencatatan akuntansi saja. Lebih dari itu, manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya menjadi urusan orang orang keuangan.

                        Didalam prakteknya, manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

                        Untuk itu diperlukan prinsip-prinsip keuangan yang mendasarinya, diantaranya :

                        Consistency (Prinsip Konsistensi)

                        Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan penerapannya harus konsisten, tidak berubah-ubah dari periode ke periode.

                        Namun perlu diingat bahwa sistem dan kebijakan keuangan yang telah diambil bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian keuangan apabila terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi perusahaan

                        Perubahan tersebut hendaknya diumukan disertai dengan alasan yang jelas dan bisa diterima.

                        Kebijakan keuangan yang tidak konsisten bisa mengindikasikan bahwa terdapat manipulasi didalam pengelolaan keuangan perusahaan.

                        Accountability (Prinsip Akuntabilitas)

                        Prinsip akuntabilitas adalah sebuah kewajiban hukum maupun moral yang melekat pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam memberikan penjelasan bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yang telah diberikan.

                        Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yang telah dicapainya.

                        Prinsip ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yang didapat tersebut dipergunakan.

                        Transparancy (Prinsip Transparansi)

                        Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi informasi tentang semua kegiatan yang dilakukan kepada yang berkepentingan.

                        Termasuk memberi laporan keuangan yang lengkap, wajar, tepat waktu dan akurat yang bisa diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkan.

                        Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen telah menyembunyikan sesuatu, dan hal seperti ini sangat bisa merusak perusahaan.

                        Viability (Prinsip Kelangsungan Hidup)

                        Seluruh pengeluaran operasional maupun yang berada ditingkat yang strategis harus disesuiakan dengan dana yang ada, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

                        Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan.

                        Manajemen keuangan wajib menyusun rencana keuangan yang bisa menunjukkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yang diperlukan.

                        Integrity (Prinsip Integritas)

                        Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
                        Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan memberikan informasi keuangan yang lengkap dan tingkat keakuratan yang tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan.

                        Stewardship (Prinsip Pengelolaan)

                        Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yang sudah didapat dan menjamin dana yang diperoleh tersebut akan digunakan sebaik mungkin.
                        Manajemen keuangan harus melakukannya dengan hati hati saat menyusun  rencana strategis, mengidentifikasi resiko keuangan dan menyusun serta membuat sistem pengendalian keuangan yang paling sesuai dengan karakter perusahaan.

                        Accounting Standards (Prinsip Standar Akuntansi)

                        Sistem akuntansi keuangan yang digunakan harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku umum.
                        Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yang dihasilkan manajemen bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

                        Konsep Manajemen Keuangan


                        Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan berbicara tentang bagaimana mempergunakan dan menempatkan dana yang ada.

                        Fungsi yang ada dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi-fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.
                        Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama :
                          1. Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
                          2. Penggunaan Dana, suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
                          3. Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
                            Bisa dilihat, fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan tentang pendanaan, investasi dan manajemen aset.

                            Tujuan Manajemen Keuangan



                            Ttujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan.

                            Saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu.

                            Sedangkan harga perusahaan tersebut adalah hasil dari usaha manajemen dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan.

                            Jadi, manajemen keuangan bertujuan MEMAKSIMALKAN nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang tidak perlu. kegiatan yang bisa merugikan perusahaan.

                            Fungsi Manajemen Keuangan

                            Investment Decision (Keputusan Investasi)

                            Investasi berarti penanaman modal pada aset riil atau aset finansial (surat berharga).
                            Dalam keputusan investasi, manajemen harus memutuskan dana yang ada akan diinvestasikan dalam bentuk apa ?
                            Membeli aset lalu kemudian mengelolanya ataukah bermain dengan surat berharga ?
                            Keputusan ini sangat strategis yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusahaan pada masa mendatang.

                            Financing Decision (Fungsi Pendanaan)

                            Fungsi pendanaan ini mempelajari berbagai sumber dana perusahaan yang bisa diperoleh, baik berupa penambahan modal maupun hutang.
                            Fungsi ini memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

                            Deviden Decision (Keputusan Deviden)

                            Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti :
                            • Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
                            • Tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
                            • Stock devidend (dividen saham)
                            • Stock split (pemecahan saham)
                            • Penarikan saham yang telah beredar

                            Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan :
                            • Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
                            • Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
                            • Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
                            • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
                            • Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
                            • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni
                            • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
                            • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

                            Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
                            • Pengawasan terhadap biaya
                            • Penetapan kebijakan harga
                            • Peramalan laba dimasa mendatang
                            • Pengukuran biaya untuk modal kerja