Minggu, 08 Februari 2015

Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia atau yang biasa disingkat dengan manajemen SDM merupakan suatu rangkaian proses yang menangani masalah masalah yang ada dalam lingkup pegawai, karyawan, manajer, buruh hingga manaer serta tenaga kerja yang lain agar bisa menunjang kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Umumnya, unit atau bagian yang menangani sumber daya manusia ialah departemen sumber daya manusia (human resource department/HRD).

Manajemen sumber daya manusia termasuk didalamnya desain sistem perencanaan, penyusunan atas karyawan, pengembangan para karyawan, pengelolaan karir pegawai, evaluasi kinerja para pegawai, kompensasi tehadap karyawan serta hubungan ketenaga-kerjaan yang baik. manajemen sumber daya manusia meliputi keputusan keputusan serta praktek manajemen yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap sumber daya manusianya

manajemen sumber daya manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia
Beberapa ahli memberikan pendapatnya mengenai pengertian manajemen sumber daya manusia. berikut akan saya berikan pengertian manajemen sumber daya manusia diantaranya:

AF Stoner
AF Stoner menyatakan manajemen sumber daya manusia merupakan prosedur yang terus berkelanjutan yang memiliki tujuan untuk orang yang tepat dalam suatu perusahaan guna ditempatkan dalam posisi atau jabatan yang tepat ketika perusahaan membutuhkannya.
Melayu S.P. Hasibuan, menyatakan
Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni tentang mengatur hubungan serta peran tenaga kerja supaya efisien dan efektif dalam membantu mewujudkan tercapainya tujuan perusahaan. karyawan serta masyarakat
Henry Simamora
Manajemen Sumber Daya manusia merupakan suatu upaya pendaya-gunaan, pengembanan, pemberian nilai, pemberian ballasan jasa serta pengelolahan terhadap individu ataupun kelompok kerja dalam perusahaan. 
Achmad S Rucky
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bentuk penerapan secara efektif dan tepat didalam proses akuisisi, pendaya-gunaan, pengembangan, serta pemeliharaan personel yang dimiliki oleh perusahaan dengan efektif guna memperoleh tingkat pendaya-gunaan sumber daya manusia secara maksimal oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
Mutiara S Panggabean
Manajemen sumber daya manusia meliputi atas proses perencanaan, pengorganisaisan, pimpinan serta pengendalian segala aktivitas yang masih berkaitan dengan analisa pekerjaan, evaluasi atas pekerjaan, pengadaan, pengembangan, promosi, kompensasi serta pemutusan hbungan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dari Pengertian Manajemen sumber daya manusia yang diungkapkan oleh M.S. Panggabean diatas, kegiatan dalam bidang sumber daya manusia bisa dilihat dari dua sisi, dari sudut pandang pekerjaan serta dari sudut pandang pekerja.

Dari sudut pandang pekerjaan melitputi analisa dan evaluasi atas pekerjaan, dan dari sudut pandang pekerja terdiri dari aktivitas aktivitas pengadaan tenaga kerja, penilaian atas prestasi kerja, pelatihan serta pengambangan pekerja, kompensasi, promosi dan pemutusan hbubungan kerja

Kita bisa lihat bersama, secara sederhana dari pengertian pengertian yang dilontarkan diatas, manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses dalam perencanaan untuk mengatur sumber daya manusia yang dimiliki supaya bisa dipergunakan dan dimanfaatkan secara baik sehingga memberikan kualitas dan nilai tambah bagi perusahaan.

Fenomena fenomena terus terjadi seiring waktu mengenai sumber daya manusia, dalam perkembangannya manajemen sumber daya manusia bukanlah hanya sekedar sumber daya yang dimiliki perusahaan semata, tapi melainkan lebih merupakan modal ataupun aset yang sangat bernilai yang bisa dilipatgandakan, bisa dikembangkan dan terlebih bisa dijadikan sebagai instrumen investasi atau aset yang berharga dalam suatu perusahaan. bayangkan, tentu perusahaan akan jingkrak keriangan apabila memiliki pekerja sekelas mark zuckerberg bukan? atau sepintar habibie? ini akan menjadikan perusahaan tersebut akan memiliki nilai lebih.

Namun, sangat disayangkan apabila karyawan yang memiliki sumber daya yang baik tapi karena pihak perusahaan tidak meng"upgrade"nya, tidak memberikan bimbingan lebih lanjut maka potensi potensi yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan bahkan bisa menghambat perusahaan itu sendiri.

Sudah selayaknya karyawan karyawan yang dimiliki dilatih dengan mumpuni agar kemampuan para pekerja bisa berkembang, dengan karyawan yang berkembang, optimasi nilai perusahaan serta tujuan yang diinginkan hanya tinggal menunggu waktu saja

Pelatihan perlu dilakukan dengan mengadakan pelatihan oleh perusahaan untuk pengembangan karyawan, dan evaluasi atas pekerjaan bisa membantu para pekerja untuk bisa lebih meningkatkan kinerja karyawan. tapi perlu diingat, Konsep yang utama dari manajemen sumber daya manusia, bahwa karyawan adalah manusia, bukan mesin ataupun alat, sehingga bisa diketahui bagaimana caranya mengatur hubungan serta peran sumber daya manusia yang ada.

Model Manajemen Sumber Daya Manusia


Ada beberapa model yang bisa kita pelajari dalam permasalahan permasalahan yang ada pada manajemen sumber daya manusia, sekaligus bagaimana cara pemecahan masalahnya. kita tahu, perusahaan skala kecil tidak bisa menerapkan apa yang menjadi model dalam perusahan besar, pun juga sebaliknya, semua model harus menyesuaikan dengan karakter, skala dan situasi kondisi serta tujuannya perusahaan.

Ini dia beberapa model manajemen sumber daya manusia:

Model Klerikal
Fungsi dari departemen sumber daya manusia ialah mendapatkan serta memelihara laporan, semua data, besarta catatan dan melaksanakan tugas secara rutin. fungsinya menangani kerjtas kerja yang diperlukan, memenuhi peraturan dan juga menjalankan semua tugas kepegawaian yang rutin
Model Hukum
Operasi dari sumber daya manusia mendapatkan kekuatannya dari tingkat keahlian dibidang hukum. beberapa aspek penting dalam bidang hukum seperti hubungan perburuhan, negosiasi kontrak, pengawasan serta kepatuhan adalah fungsi utama yang ditimbulkan oleh adanya hubungan yg sering bertentangan karyawan dan manajer perusahaan.
Model Finansial
Model ini semakin berkembang dari waktu ke waktu, karena banyak manajer yang makin sadar besarnya pengaruh dari sumber daya manusia yang meliputi biaya kompsnsasi tidak langsung semisal beban asuransi kesehatan, pensiun, biaya asuransi jiwa, ataupun liburan dan lainnya. peran manajer sumber daya manusia makin meninggi sejalan dengan semakin kompleksnya bidang ini.
Model Manajerial
Dalam model ini meliuti dua versi, yang pertama adalah manajer SDM memahani rangka acuan kerja manajemen lini yang hanya berorientasi atas tingkat produktifitas, dan yang kedua, manajer ini menjalankan beberapa fungsi dari sumber daya manusia. Departemen SDM melatih manajer lini dlaam keahlian yang dibutuhkan guna menanganii semua fungsi kunci dari sumber daya manusia semisal evaluasi kierja, pengangakatan dan pengembangann. karena umumnya, karyawan lebih suka berinteraksi secara langsung dengan manajer mereka sendiri dibanding dengan para pegawa staff.jadi beberapa departemen SDM bisa menunjuk manajer lini berperan menjadi pelatih dan fasilitator.
Model Humanistis
Ide utama dari model humanistis ialah departemen SDM dibentuk guna mengambankan serta membantu perkembangan value dari potensi SDM diperusahaan. spesialis SDM harus bisa memahami individu pegawai dan membantu untuk memaksimalkan peningkatan karir. model humanisits ini menggambarkan tumbuhnya perhatian perusahaan kepada pelatihan serta pengembangan karyawan.
Model Ilmu Perilaku
Dalam model ilmu perilaku berasumsi bahwa ilmu perilaku semisal psikologi dan perilaku perusahaan adalah dasar kegiatan sumber daya manusia. prinsipnya adalah sebuah pendekatan ilmu pengetahuan kepada perilaku manusia bisa diterapkan kepada semua permasalhan sumber daya manusia yang berdasarkan pada prinsip ilmu pengetahuan, meliputi evaluasi, tehnik umpan balik, desain tujuan dan program pelatihan dan manajemen karir.

Apabila anda memiliki pertanyaan, silahkan berkomentar pada kolom dibawah. Demikian sekilas mengenai makalah manajemen sumber daya manusia


Strategi Pemasaran, 5 Unsur Ini Harus Diketahui

Strategi Pemasaran


Strategi Pemasaran - Sudah membaca basic tentang Manajemen Pemasaran ? ini adalah tulisan lanjutan, Materi kali ini sebenarnya untuk pemula, untuk yang sudah mahir sudah barang tentu diluar kepala. baiklah kita langsung saja.

Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran
Berikut 5 unsur dari Strategi Pemasaran


[1]  Penentuan Pasar


Makna dari "pasar" sangatlah luas sehingga pengusaha dalam hal ini bagian manajemen pemasaran harus memutuskan, memilih secara tepat dibagian tertentu, pasar mana yang nantinya akan dilayani, ini harus dilakukan supaya pemasarannya fokus. segmentasi pemasaran ! dalam sebuah strategi pemasaran hal ini adalah awal dari semua upaya, dan sangat perlu mendapatkan perhatian serius. segmentasi pemasaran adalah upaya pengklasifikasian atau pengelompokan pasar untuk memudahkan bagaimana nantinya pasar akan diperlakukan, karena sudah barang tentu modal akan terbatas, sebisa mungkin dana yang ada digunakan seefektif mungkin, akan tak efektif jika melakukan pendekatan ke semua masyarakat secara menyeluruh bersamaan, sumber daya tenaga dan biaya yang sangat besar tentunya, juga kehilangan waktu yang bisa lumayan lama, walaupun sudah ditunjang oleh media online, karena belum tentu semua market yang ada menggunakan layanan online sebagai perilakunya. segmentasi pasar ini adalah awal dari strategi pemasaran supaya produk atau jasa nantinya bener benar di seting sedemikian rupa dengan keinginan pasar.

Pasar yang tersegmen dengan tepat didalam permulaan usaha akan membuat dana pada awal usaha menjadi efektif, ini tentu sangat bermanfaat bagi pengusaha atau manajemen pemasaran yang mempunyai modal yang minimalis, dengan segmentasi yang tak meleset, tertarget sesuai dengan yang dituju, akan sangat menguntungkan para pelaku usaha utamanya untuk perputaran modal dari angka penjualan yang tinggi, semisal ada respon yang cepat dari pasar, dari promosi yang singkat tak berlama lama pun akan menelurkan penjualan yang tinggi, mungkin karena faktor pendekatan promosi iklan yang tepat target sasaran, yang memang memerlukan produk tersebut. 

Kita bisa bayangkan, bagaimana seandainya jika Manajemen Pemasaran mobil BMW meensponsori kegiatan lomba paduan suara antar SD, tentu sedikit -jika tak mau diaktakan tak ada- hasilnya, strategi pemasaran tim marketing akan lebih efektif apabila target pasarnya disesuaikan, katakanlah tim marketing BMW menjadi sponsor dalam event touring car, atau lomba golf. ini akan menjadi jauh lebih baik,

[2] Perencanan Produk


Sebelum membangun sebuah produk yang siap dikeluarkan dipasaran, manajemen pemasaran hendaknya perlu membuat perencanaan produk yang telah disesuaikan dengan target pasarnya, semisal penentuan besaran volume produk, iklan, juga tokoh yang ada dalam iklan. coba diperhatikan, mengapa deterjen banyak berukuran mini volumenya, tidak hanya berukuran besar? atau lihat mengapa shampo Clear menggunakan model pria muda rupawan? mengapa tidak menggunakan artis veteran yang masih tenar? mengapa botol saos menggunakan yang sederhana namun kuat?

Semua pertanyaan diatas tentu sudah melalui Perencanaan, hal hal detail lainnya perlu direncanakan, bahkan jika anda tahu, Mie Sedap yang akan bersaing dengan mie tenar sebelumnya macam Indomie dan Sarimi melakukan riset pasar sekurangnya 2 tahun lamanya sebelum produk tersebut dilepas kepasaran dan menghabiskan biaya yang tak sedikit. dan kita bisa lihat bersama, dalam rentang waktu yang tak terlalu lama, Mie Sedap berhasil merangsek mengganggu dominasi Mie Mie sebelumnya. Terlihat jelas bahwa strategi pemasaran tak selalu tentang produk yang sudah siap dilepas kepasaran, tetapi bisa juga dalam proses perencanaan.

[3] Manajemen Harga


Manajemen harga merupakan suatu upaya strategis, paling strategis didalam memulai persaingan, bisa diawali dengan perhitungan yang sangat matang secara internal perusahaan lalu dibandingkan denga para pesaing. manajemen harga ini dimulai dengan cara yang sederhana, harga saat promosi, harga eceran, harga reseller atau agen dan lain lain. belakangan ini, pengembangan strategi pemasaran dalam manajemen harga bisa begitu luas, karena "pasar" saat ini juga turut andil dalam penentuan harga, menjadi masukan dipasar, utamanya saat pasar merespon secara rendah produk tertentu dengan tingkat kreatifitas harga yang keliru, respon pasar atas rumussan harga dari para pesain.

Bisa kita lihat contoh nyata, Wing Food selalu menarik dalam menentukan harga yang berbasis segmen pasar, contohnya Beli 3 Mie Sedap gratis 1 Mie, Beli 3 bungkus Kopi gratis 1 bungkus. coba perhatikan, ini bisa menguntungkan 2 belah pihak, si pembeli juga penjual, apabila yang dibeli hanya 1 bungkus saja, maka bonus akan menjadi milik penjual, yang dapat dijadikan uang ketika dijual lagi.

[4] Distribusi


Distribusi adalah bagian strategi pemasaran yang karena faktor efisien dan efektivitas bisa membuat energi terkuras. ada tiga pihak yang akan terpuaskan, Produsen, Agen atau reseller dan Konsumen. Distribusi merupakan layanan yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua pihak yang ada karena menggunakan jalur rantai merantai.

Kita bisa melihat keunggulan dari produk buku Gramedia, Gramedia merupakan pemasaran yang juga distributor buku, selain produsen buku juga, sekaligus pemilik toko buku diberbagai kota, ini inline serta integratif.

[5] Komunikasi dan Promosi


Lini komunikasi sepatutnya disusun dengan benar karena lini ini akan jadi awal dari pertemuan atau awal dari hubungan berupa informasi-informasi. komunikasi meliputi penerepan pendekatan pmasaran, sistem publlikasi promosi penjaualan, hubngan dengan relasi, penjaualan langsung, pembentukan media yang mendukung. kominikasi yang tepat menyebabkan persepsi yang baik ke dalam pasar. coba tengok iklan keju yang ada ditelevisi, disana digambarkan hanya dengan selembar keju, seorang anak bisa bertambah pintar dan cerdas, sekarang coba anda bayangkan, apakah benar seorang anak akan semakin cerdas hanya dari mengkonsumsi selembar keju? Nah, itulah strategi pemasaran, semuanya harus kreatif dan komunikatif

Semoa artikel tentang Strategi Pemasaran ini bisa menambah wawasan dan memberikan manfaat bagi para pembaca dan jangan lupa baca juga : Pengertian Manajemen


Manajemen Pemasaran, Ini Pengertiannya Menurut Ahli

Manajemen Pemasaran - Sebelum kita melangkah memberikan statement tentang pengertian Manajemen Pemasaran, alangkah baiknya terlebih dahulu kita telaah apa itu pemasaran sebagai basicnya. Marketing management  atau kita mengucapkannya sebagai manajemen pemasaran merupakan hal mutlak yang harus dipelajari dalam berbisnis, berbagai tantangan yang dihadapai para pebisnis khususnya para produsen barang dan jasa makin berat. berbagai upaya dalam hal marketing harus dijalani sehingga tidak makin tenggelam dalam persaingan karena makin banyaknya kompetitor dari waktu kewaktu. persaingan dari kompetitor yang makin ketat membuat aktivitas peningkatan skala produksi tak lagi dipandang sebagaii masalah utama jika dibandingkan dengan aktivitas pemasaran barang atau jasa yang dihasilkan. bisa dikatakan, keberhasilan dalam pemasaran adalah kunci kesuksesan dari suatu entitas bisnis atau perusahaan.

manajemen pemasaran
manajemen pemasaran
Aktivitas pemasaran mempunyai nilai yang positive baik ditelaah dari sisi produsen ataupun dari sudut pandang konsumen. dari pihak konsumen katakanlah kegiatan pemasaran produk dipandang sebagai aktivitas yang bisa menawarkan berbagai alternative pemuas suatu kebutuhan, sehingga nilai dari kepuasan itu sendiri meningkat. dari sudut pandang produsen barang atau jasa, kegiatan pemasaran adalh aktivitas untuk meningkatkan pelayanan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan para customer. jadi, pemasaran semestinya bukanlah sekedar berkaitan dengan hanya kepentingan seorang produsen saja namun juga kepentingan para konsumen.

Aktivitas pemasaran adalah salah satu aktivitas pokok yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk terus menjaga kelangsungan hidupnya dan berkembang ke skala yang lebih lagi dengan tujuanakhir memperoleh laba. arti kata pemasaran umumnya seringkali disalah-artikan dengan definisi penjualan, perdagangan serta distribusi. padahal istilah itu hanyalah satu bagian dari kegiatan pemasaran secara menyeluruh. proses kegiatan pemasaran dimulai jauh hari sebelum barang atau jasa diproduksi dan tidak selesai (berakhir) dengan hanya penjualan, namun bagaiman seluruh kegiatan tersebut bisa memberikan suatu kepuasan yang diinginkan para konsumen. Banyak definisi mengenai pemasaran yang dikemukakan oleh para pakar dan ahli, berbagai pengertian tentang pemasaran tersebut pada mulanya memfokuskan pada barang atau jasa, lalu pada enitas entias atau lembaga yang dibutuhkan untuk menjalankan proses penjualan dan pada fungsi yang dilaksanakan guna memungkinkan untuk dilakukan transaksi pemasaran.

Pengertian Manajemen Pemasaran 

Baiklah sekarang simak pengertian pemasaran menurut para ahli berikut untuk menambah referensi

American Marketing Association
Pemasaran adalah proses perencanaan dan melaksanakan konsep, promosi, harga serta distribusi beberapa ide, barang atau jasa guna menghasilkan pertukaran yang bisa memuaskan tujiuan individu dan organisassi.
Philip Kotler, menyatakan
Pemasaran merupakan proses sosial dan managerial dimana didalamnya tiap individu dan organisasi memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menghasilkan, menawarkan serta menukarkan produk dan jasa yang memiliki nilai dengan pihak lainnya.
Pengertian Pemasaran diatas berdasarkan pada inti dari konsep pemasaran yang terdiri dari needs (kebutuhan), wants (keinginan), demans (permintaan), produk (barang, jasa dan ide), value, cost, dan kepuasan, relationship dan network, pasar, pertukaran dan transaksi, serta pemasar dan prospek kedepan.

Inti dari konsep pemasaran tersebut beroperasi didalam lingkungan yang berkembang secara terus menerus sebagai akibat sosial dari entitas bisnis, tapi juga dibatasi oleh sumber daya dari perushaaan itu sendiri serta peraturan yang adaa. suatu perubahan lingkungan bagi pemasaran bisa menjadi tantangan baru yang membutuhkan tanggapan dan problem solving (pemecahan masalah) yang baru juga, ataupun sebaliknya bisa berupa peluang untuk pengembangan usaha.

Berhubungan dengan hal tadi, diperlukan suatu keahlian yang bisa membedakan dan menjalankan aktivitas pemasaran dalam suatu pencapaian tujuan perushaan serta dalam penyesuaian diri dengan lingkungan yang berubah. aktivitas pemasaran haruslah dikelola dan dikoordinir dengan langkah yang tepat, maka timbullah istilah MANAJEMEN PEMASARAN

Manajemen Pemasaran adalah proses penganalisaan, perencanaan, pelaksanan serta pengawasan suatu program yang memiliki tujuan untuk menciptakan pertukaran denga pasar yang ditujukan yang berujung pada pencapaian tujuan perusahaan.

Fokus manajemen pemasaran diletakkan pada penaawran perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan dari pasar tersebut serta penentuan harga, mengadakan komunikkasi serta distribusi yang efisien dan efektif untuk memberi-tahu, mendorong juga melayani pasar.

Jadi, Manajemen Pemasaran dapat dirumuskan: suatu proses managemen yang meliputi kegiatan pengananalisa, perencanan, pelaksanaan serta pengawasan aktivitas pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan.


Aktivitas ini memiliki tujuan untuk menciptakan pertukaran yang diharapkan, ntah itu menyangkut barang atau jasa ataupun sesuatu hal yang lain yang bisa memenuhi kebutuhan baik secara psikologis, sosial maupun kebudayaan. proses pertukaran ini bisa ditimbulkan oleh penjual ataupun oleh pembeli yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak. penentuan dalam produk, promosi, harga serta tempat untuk memperoleh tanggapan yang efektiv disesuaikan dengn perilaku konsumen, pun sebaliknya, sikap dan juga perilaku konsumen terpengaruhi dengan sedemikian rupa hingga menjadi sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Demikian sekilas mengenai makalah Manajemen Pemasaran, mungkin artikel ini bermanfaat silahkan di share :)
Baca juga : strategi pemasaran


Sabtu, 07 Februari 2015

Pembahasan MANAJEMEN KEUANGAN Lengkap !

Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Banyak yang beranggapan bahwa manajemen keuangan hanya kegiatan catat mencatat uang secara akuntansi dan menjadi tanggung jawab bagian keuangan saja.

Manajemen keuangan lebih luas dari itu cakupannya !

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas organisasi didalam upaya mendapatkan, mengalokasikan, menggunakan dana organisasi secara efektif dan efisien.

Pengertian ini mengalami berbagai perkembangan, berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, cara menggunakan dana hingga pengelolaan terhadap aset (aktiva) perusahaan.
pengertian manajemen keuangan
manajemen keuangan
Baca juga artikel sebelumnya : Pengertian Manajemen

George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli


Ada beberapa ahli yang  berpendapat tentang manajemen keuangan :

James Van Horne, menyatakan :
"Semua kegiatan yang berhubungan langsung dengan perolehan dana serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh."
Suad Husnan, berpendapat bahwa :
"Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap semua fungsi keuangan"
Bambang Riyanto, mendefinisikan :
"Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif"
Liefman menyatakan:
"Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk mendapatkan aset."
Kita bisa merangkum dan mengartikan sendiri berdasarkan pada definisi manajemen keuangan tersebut.

Manajemen keuangan adalah sebuah proses didalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan yang dimulai dengan cara mendapatkan dan menggunakan.

Penggunaan dana yang diperoleh harus tepat sasaran, efektif dan efisien agar tujuan keuangan yang telah direncanakan bisa terealisasi.

Prinsip Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan tidak hanya berbicara tentang pencatatan akuntansi saja. Lebih dari itu, manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya menjadi urusan orang orang keuangan.

Didalam prakteknya, manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

Untuk itu diperlukan prinsip-prinsip keuangan yang mendasarinya, diantaranya :

Consistency (Prinsip Konsistensi)

Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan penerapannya harus konsisten, tidak berubah-ubah dari periode ke periode.

Namun perlu diingat bahwa sistem dan kebijakan keuangan yang telah diambil bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian keuangan apabila terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi perusahaan

Perubahan tersebut hendaknya diumukan disertai dengan alasan yang jelas dan bisa diterima.

Kebijakan keuangan yang tidak konsisten bisa mengindikasikan bahwa terdapat manipulasi didalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Accountability (Prinsip Akuntabilitas)

Prinsip akuntabilitas adalah sebuah kewajiban hukum maupun moral yang melekat pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam memberikan penjelasan bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yang telah diberikan.

Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yang telah dicapainya.

Prinsip ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yang didapat tersebut dipergunakan.

Transparancy (Prinsip Transparansi)

Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi informasi tentang semua kegiatan yang dilakukan kepada yang berkepentingan.

Termasuk memberi laporan keuangan yang lengkap, wajar, tepat waktu dan akurat yang bisa diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkan.

Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen telah menyembunyikan sesuatu, dan hal seperti ini sangat bisa merusak perusahaan.

Viability (Prinsip Kelangsungan Hidup)

Seluruh pengeluaran operasional maupun yang berada ditingkat yang strategis harus disesuiakan dengan dana yang ada, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan.

Manajemen keuangan wajib menyusun rencana keuangan yang bisa menunjukkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yang diperlukan.

Integrity (Prinsip Integritas)

Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan memberikan informasi keuangan yang lengkap dan tingkat keakuratan yang tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan.

Stewardship (Prinsip Pengelolaan)

Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yang sudah didapat dan menjamin dana yang diperoleh tersebut akan digunakan sebaik mungkin.
Manajemen keuangan harus melakukannya dengan hati hati saat menyusun  rencana strategis, mengidentifikasi resiko keuangan dan menyusun serta membuat sistem pengendalian keuangan yang paling sesuai dengan karakter perusahaan.

Accounting Standards (Prinsip Standar Akuntansi)

Sistem akuntansi keuangan yang digunakan harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku umum.
Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yang dihasilkan manajemen bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan berbicara tentang bagaimana mempergunakan dan menempatkan dana yang ada.

Fungsi yang ada dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi-fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.
Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama :
    1. Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
    2. Penggunaan Dana, suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
    3. Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
      Bisa dilihat, fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan tentang pendanaan, investasi dan manajemen aset.

      Tujuan Manajemen Keuangan



      Ttujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan.

      Saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu.

      Sedangkan harga perusahaan tersebut adalah hasil dari usaha manajemen dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan.

      Jadi, manajemen keuangan bertujuan MEMAKSIMALKAN nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang tidak perlu. kegiatan yang bisa merugikan perusahaan.

      Fungsi Manajemen Keuangan

      Investment Decision (Keputusan Investasi)

      Investasi berarti penanaman modal pada aset riil atau aset finansial (surat berharga).
      Dalam keputusan investasi, manajemen harus memutuskan dana yang ada akan diinvestasikan dalam bentuk apa ?
      Membeli aset lalu kemudian mengelolanya ataukah bermain dengan surat berharga ?
      Keputusan ini sangat strategis yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusahaan pada masa mendatang.

      Financing Decision (Fungsi Pendanaan)

      Fungsi pendanaan ini mempelajari berbagai sumber dana perusahaan yang bisa diperoleh, baik berupa penambahan modal maupun hutang.
      Fungsi ini memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

      Deviden Decision (Keputusan Deviden)

      Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti :
      • Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
      • Tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
      • Stock devidend (dividen saham)
      • Stock split (pemecahan saham)
      • Penarikan saham yang telah beredar

      Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan :
      • Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
      • Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
      • Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
      • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
      • Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
      • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni
      • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
      • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

      Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
      • Pengawasan terhadap biaya
      • Penetapan kebijakan harga
      • Peramalan laba dimasa mendatang
      • Pengukuran biaya untuk modal kerja



      Jumat, 06 Februari 2015

      Contoh Soal Perhitungan Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang

      Perhitungan Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang


      Tulisan ini adalah lanjutan tulisan pada postingan sebelumnya tentang harga pokok penjualan dalam perusahaan dagang.

      Kali ini akan dibahas tentang contoh perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dalam usaha dagang atau yang juga dikenal dengan Cost of Goods Sold (COGS)

      Perhitungan COGS atau HPP usaha dagang ini rumusnya sederhana:

      Harga Pokok Penjualan = Inventory Cost + Biaya Overhead 

      Inventory Cost = Persediaan Awal + Pembelian - Persediaan Akhir

      Pembelian = Pembelian + Ongkos Angkut - Potongan Harga - Pengembalian (return)

      Contoh Kasus Perhitungan COGS 

      UD Ali Sejahtera bergerak dibidang pedagang furniture di salah satu pusat perbelanjaan, pada awal bulan tanggal 01 Maret 2015 mempunyai persediaan furniture senilai 1.000.000.

      Sepanjang bulan Maret 2015 UD Ali Sejahtera membeli persediaan barang dagangannya dari pengrajin furniture sebesar Rp 48.000.000 dengan ongkos kirim yang ditanggung sebesar Rp 1.000.000.

      Pada bulan yang sama, UD Ali Sejahtera mencatat transaksi penjualan sebanyak Rp 65.000.000.

      Pada akhir periode bulan maret, tanggal 31 Maret 2015 terjadi beberapa aktivitas:

      • UD Ali Sejahtera membayar beban listrik sebesar Rp 350.000, 
      • Biaya Air PAM sebesar Rp 50.000, 
      • Membayar uang sewa lapak tenant sebesar Rp 10.000.000, 
      • Membayar gaji pegawai/penjaga toko sebesar Rp 800.000 
      • Membayar biaya ongkos kirim furniture antar ke pelanggan Rp 500.000

        Ketika dilakukan penghitungan fisik furniture, saldo akhir persediaan furniture diketahui hanya tersisa lemari kecil seharga Rp 300.000 saja.

        Permasalahan :
        1. Berapa HPP (COGS) UD Ali Sejahtera pada periode bulan Maret 2015?
        2. Berapa besaran Laba Kotor UD Ali Sejahtera pada bulan Maret 2015?
        Penyelesaian:

        1. Harga Pokok Penjualan (HPP)

        COGS = Inventory Cost + Biaya Overhead

        Inventory Cost = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
        Inventory Cost = Rp 1.000.000 + (Rp 48.000.000 + Rp 1.000.000) - Rp 300.000
        Inventory Cost = Rp 49.700.000

        Biaya Overhead, mari kita pilah terlebih dahulu :
        • Listrik, apakah termasuk biaya overhead ? 
        Tidak termasuk, karena berapapun nominal yang dibayarkan untuk listrik tetap
        • Biaya Air PAM, apakah termasuk overhead ? 
        Tidak termasuk, alasannya sama, berapapun jumlah nominal yang dibayar untuk PDAM tetap
        • Sewa Tenant, apakah termasuk overhead ? 
        Tidak Termasuk, Alasannya juga sama
        • Gaji Penjaga Toko, apakah termasuk overhead ?
        Tidak Termasuk, alasannya sama, gaji penjaga toko berapapun jumlah yang dihasilkan, gajinya tetap sama.
        • Ongkos kirim furniture sampai ketempat pelanggan ?
        Ya, ini termasuk sebesar Rp 500.000
          Total Biaya Overhead dicatat sebesar Rp 500.000

          Jadi Harga Pokok Penjualan bisa kita hitung:

          COGS = Rp 49.700.000 + Rp 500.000
          COGS = Rp 50.200.000

          2. Laba Kotor Bulan Maret 2015

          Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan
          Rp 65.000.000 - 50.200.000
          Rp 14.800.000

          Bagaimana, Tidak sulit bukan?

          Yap, pada umumnya tipe tipe contoh kasus yang sering kali kita temui memang semudah itu. tapi apakah pernah terpikirkan darimana asalnya saldo persediaan akhir senilai Rp 300.000 itu didapat?

          Ini dia kuncinya..!

          Penilaian Persediaan dan Penentuan Harga Pokok Penjualan


          Untuk menilai sebuah persediaan barang mungkin gampang - gampang susah.
          Dimana letak gampangnya ?
          Apabila jenis barang dagang tersebut memiliki sifat yang unik, artinya barang yang satu dengan barang yang lain berbeda baik itu dari harga, ukuran barang, kualitas, harga unitnya, tentu bisa dengan mudah kita memanagenya, apalagi barangnya berjumlah sedikit.

          Kita bisa tinggal pasang hanging tag atau sticker pada tiap tiap barang, spesifikasi dan harga unit ditiap tiap sticker.

          Lalu kemudian pada akhir periode kita bisa lakukan perhitungan fisik (physical count).

          Selesai sudah.. dalam akuntansi, ini biasanya diistilahkan dengan Physical Count Method

          Lalu diamana letak susahnya ?
          Bagaimana apabila barang dagangnya tunggal dan juga tidak unik.

          Karakter barang memiliki bentuk fisik yang sama, warnanya sama, bentuk dan ukurannya pun tak berbeda, kualitas barang relatif sama, yang dijual hanya barang itu saja dari waktu ke waktu,

          Akan tetapi harga beli berbeda, bervariasi. Harga jualnya pun tentu berbeda beda

          Lalu bagaimana cara menghitungnya ?

          Bagaimana cara dalam penentuan inventorynya?

          Bagaimana penentuan inventory costnya ?

          Lho bukannya harga beli sudah diketahui, harusnya bisa ditentukan besaran inventory costnya.  (?)

          Sekedar ilustrasi
          UD Ali Sejahtera pada tanggal 3 Januari memiliki stok lemari kecil sebanyak 5 buah dengan harga kulakan sebesar Rp 400.000 per lemari kecil

          Pada tangal 8 Januari kulakan lagi sebanyak 7 buah dengan harga Rp 450.000 per lemari kecil

          Tanggal 10 Januari, UD Ali Sejahtera berhasil menjual sebanyak 11 lemari

          Lalu yang menjadi pertanyaan, Harus dihitung berapakah HPP nya?

          Rp 400.000  atau Rp 450.000 ?

          OK, Akuntansi mempunyai 3 metode yang bisa dipilih dan diterapkan dalam penentuan Harga Pokok juga sekaligus nilai persediaan barang pada akhir periode:
          • Metode Rata - Rata (Average Method)
          • Metode FIFO (FIFO Method)
          • Metode LIFO (LIFO Method)

          Bagaimana penerapan ketiga metode diatas?

          Eits, yang sabar ya,..agar lebih enak dibaca, akan saya posting satu satu besarta contoh soal dan jawaban penyelesaiannya, di postingan berikutnya, silahkan klik :


          Sejarah Manajemen dan Perkembangan

          Sejarah Manajemen - Beberapa ahli berpendapat awal mula sejarah manajemen tidak mempunyai sejarah pra-modern, dan hanya merupakan pertanda. Beberapa ahli yang lain mengemukakan bahwa sejak dulu telah terdeteksi tindakan tindakan atau aktivitas yang mirip manajemen pada masa pra modern akhir.
          sejarah manajemen
          Sejarah Manajemen
          Piramida Mesir, salah satu contoh adanya aktivitas yang paling tidak terdeteksi sebagai manajemen. Piramida Mesir dibangun oleh ratusan ribu orang dalam rentang waktu 20 tahun lamanya. Bisa dibayangkan jika piramida tersebut dibangun tanpa ilmu manajemen, sulit rasanya untuk terealisasi. Dalam pembangunan piramida tersebut telah dilakukan perencanaan, pengorganisasian para pekerja dan bahan baku, memimpin serta mengarahkan para pekerja, menegakkan pengendalian untuk menjamin semuanya berjalan dengan yang telah direncanakan sebelumnya.


          Sejarah Perkembangan Manajemen


          Ahli Manajemen Daniel Wren, membagi fase fase perkembangan ilmu manajemen kedalam empat tahapan, mulai dari tahap pemikiran awal. era manajemen sains, fase manusia sosial, serta era modern

          Pemikiran Awal Manajemen


          Ilmu Manajemen pada sebelum abad 20 terjadi 2 peristiwa yang cukup penting.

          Peristiwa pertama tahun 1776 saat Adam Smith memunculkan doktrin ekonomi klasic "The Wealth of Nation yang dalam buku yang ia terbitkan mengemukakan tentang keungulan ekonois yang akan didapat oleh organisasi atas pembagian kerja. Pembagian kerja atau division of labor ini oleh Adam Smith yaitu mengenai perincian pekerjaan pekerjaan kepada tugas yang lebih spesifik serta berulang. Dengan meneliti sebuah industri pabrik peniti sebagai penelitian, Adam Smith mengungkapkan bahwa dengan 10 orang menjalankan tugas khusus perusahaan bisa memproduksi sekitar 48 ribu peniti dalam sehari, namun apabila tiap orang bekerja sendiri menyelesaikan pada tiap tiap bagian dari pekerjaan, menghasilkan 10 peniti saja sehari sudah sangat bagus. Adam Smith berkesimpulan bahwa suatu pembagian kerja bisa meningkatkan tingkat produktifitas dengan :
          1. Menghemat waktu
          2. Menigkatkan keterampilan para pekerja
          3. Menciptakan mesin serta penemuan yang lain yang bisa menghemat tenaga kerja
          Peristiwa yang ke-2 adalah terjadinya Revolusi Industri di Britania. Revolusi industri ini ditandai dengan banyaknya penggunaan mesin yang mengantikan peran manusia yang kemudian mengakibatkan perpindahan aktivitas produksi yang awalnya dari rumah kerumah menuju tempat yang khusus untuk produksi yang kita kenal sebagai "pabrik". Akibat kejadian ini membuat para manajer kala itu memerlukan teori yang bisa membantu dalam meramalkan permintaan, kecukupan bahan baku, memberikan tugas tugas untuk bawahan, mengarahkan aktivitas sehari hari dan yang lainnya sehingga menyebabkan ilmu manajemen kemudian mulai dikembangkan oleh ahli.

          Era Manajemen Sains


          Manajemen Sains atau manajemen ilmiah dipopulerkan oleh ahli manajemen Frederick Winslow Taylor yang ditulis dalam bukunya yang berjudul "Principles of Scientific Management" (1911). Taylor memaparkan manajemen sains sebagai penggunaan metode yang ilmiah dalam menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

          Dalam perkembangannya, manajemen juga didukung oleh berbagai pemikiran pemikiran yang baru dari Henry Gantt dan Gilberth. Henry Gantt mengemukakan ide bahwa seorang mandor seharusnya mampu untuk memberikan pendidikan kepada para pekerja atau karyawan untuk lebih bersifat rajin dan kooperatif. Kemudian dia mendesain sebuah grafik untuk berupaya membantu manajememen yang bisa dipergunakan dalam merancang serta mengontrol pekerjaan yang kemudian diberinama Gantt Chart. Sementara itu, Lillian Gilbreth dan Frank yang merupakan pasangan suami istri menciptakan alat yang bisa mencatat gerakan yang dalakukan oleh pekerja serta lama waktu yang mereka habiskan dalam sgerakan tersebut. Alat ini dipergunakan untuk mewujudkan sistem produksi yang efisien yang disebut sebagai "micromotion"

          Era manajemen sains juga diramaikan oleh teori administratif, yaitu teori tentang hal apa yang harus dilakukan oleh manajer serta bagaimana membentuk sebuah praktek manajemen yang baik. Henry Fayol, seorang industriawan yang berasal dari Prancis mengemukakan gagasan tentang Lima fungsi manajemen yang utama. fungsi fungsi manajemen menurut Henry Fayol tersebut antara lain
          1. Merancang
          2. Mengorganisasi
          3. Memerintah
          4. Mengkoordinasikan
          5. Mengendalikan
          sejarah manajemen
          Henry Fayol
          Gagasan fungsi manajemen menurut henry fayol ini kemudian dipergunakan sebaagai kerangka kerja dalam buku ajar ilmu manajemen pada tahun 1950 dan terus berkembang sampai saat ini.

          Pada era ini, Max Weber, seorang ahli sosiologi asal Jerman mengambarkan sebuah tipe ideal bagi organisasi yang disebut dengan birokrasi. bentuk oraganisasi yang bercirikan dengan pembagian kerja, hirarki yang didefinisikan secara jelas, peratran serta kettapan yang sangat rinci, dan sejumlah hubungan impersonal. Namun begitu, Max Weber sadar bahwa birokrasi yang ideal tidaklah ada dalam realita. Max Weber bermaksud menggambarkan tipe organisasi itu dengan menjadikan landasan dalam berteori mengenai bagaimana pekerjaan bisa dijalankan dalam kelompok yang besar. Teori tersebut telah menjadi contoh bagi banyak organisasi besar pada masa sekarang.

          Pada tahun 1940 an, Patrick Blackett menelurkan ilmu tentang riset operasi yang merupakan ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori statistika. Riset operasi ini lebih familiar dikenal dengan 'manajemen sains' dengan mencoba pendekatan ilmiah dalam menyelesaikan masalah yang ada pada manajemen khususnya dibidang operasi danllogistik. Tahun 1946, Peter F Drucker menerbitkan buku mengenai manajemen terapan. "Concept of the Corporation". Buku ini menugaskan penelitian mengenai organisasi.

          Era Manusia Sosial


          Pada akhir era manajemen sains ditandai dengan adanya madzab perilaku dalam pemikiran tentang manajemen. mahzab ini tidak memperoleh pengakuan luas hingga tahun 1930-an. yang menjadi katalis utama atas kelahiran mahzab ini adalah studi penelitian yang dikenal dengan eksperimen Hawthrone. Eksperimen ini dilaksanakan pada tahun 1920 an hingga 1930 an yang bertempat di Pabrik Hawthrone yang dimiliki Western Electric Company. Pada awalnya, kajian ini hanya bertujuan untuk mempelajari pengaruh penerangan lampu terhadap produktifitas kerja. Dan hasil kajiannya mengindikasikan insentif semisal jabatan, lama jam kerja, upah, periode istirahat memiliki pengaruh yang sedikit terhadap output para pekerja dibandingkan tekanan kelompok, rasa aman dan penerimaan kelompok. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa norma sosial atau standar kelompok adalah penentu yang utama perilaku kerja tiap individu

          Ahli lainnya. Mary Parker Follet menerbitkan bukunya yang berjudul "Creative Experience" - 1924 berisikan suatu filosofi bisnis yang lebih mengutamakan integrasi sebagai suatu cara dalam mengurani konflik tanpa dominasi ataupun kompromi. Follet berpendapat bahwa tugas pemimpin adalah menentukan tujuan sasaran organisan serta mengintegrasikannya dengan tujuan kelompok dan tujuan individu, organisasi harus berdasarkan pada etika kelompok daripada individualisme, Jadi dengan demikian para manajer dan karyawan harusnya menjadikan mereka sebagai mitra, bukan sebagai lawan.

          Buku "The Functions of the Executive" yang diterbitkan pada tahun 1938 oleh Chester Barnard menggambarkan teori tentang organisasi dalam upayanya merangsang orang lain untuk memeriksa sifat sistem koperasi. Menelaah perbedaan antara motif pribadi dengan organisasi, Barnard kemudian menjelaskan dikotomi "efektif - efisien". Efektivitas menurut Barnard saling berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi merupakan sejauh mana motif motif para individu bisa terpuaskan. Barnard memandang organisasi formal sebagai suatu sistem yang terpadu yang menjadikan kerjasama, tujuan, dan kominikasi sebagai elemen yang universal, sementara itu pada organisasi yang bersifat informal, kekompakan, komuniasi serta pemeliharaan perasaan harga diri sangat diutamakan. Barnard juga mengembankan teori "penerimaan otoritas" yang berlandaskan pada gagasan ide bahwa atasan hanya mempunyai wewenang jika bawahannya menerima otoritas.

          Era Modern


          Dalam Era modern manajemen ditandai dengan munculnya konsep manajemen kwalitas total pada abad ke 20 yang kenalkan oleh ahli manajemen W. Edwards Deming dan Joseph Juran

          Deming yang di Jepang dianggap sebagai Bapak Kontrol Kwalitas mengemukakan bahwa mayoritas permasalahan dalam hal kualitas bukanlah berasal dari kesalan para pekerja, tetapi pada sistemnya. Dia menekankan akan pentingnya peningkatan kualitas dengan menyusun teori lima langkah reaksi berantai. Apabila kualitas bisa ditingkatkan maka:
          1. Berkurangnya biaya karena biaya untuk perbaikan berkurang, kesalahan yang sedikit, minim terjadi penundaan serta pemanfaatan yang jauh lebih baik atas waktu serta material
          2. Produktifitas meningkat
          3. Pangsa pasar yang meningkat dikarenakan peningkatan terhadap kualitas serta penurunan harga
          4. Keuntungan meningkat sehingga bisa perusahaan bisa bertahan
          5. Jumlah pekerjaan bertambah.


          Kamis, 05 Februari 2015

          Harga Pokok Penjualan pada Perusahaan Dagang

          Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang - Setelah sebelumnya saya membahas tentang basic mengenai Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold) atau yang biasa di singkat HPP atau COGS. Sekarang saya akan membahas mengenai Harga Pokok Penjualan untuk Perusahaan Dagang. kali ini bahasan akan mengenai alur COGS, jurnalnya, perhitungan dan juga pelaporan HPP-nya.

          Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

          Pada postingan sebelumnya, untuk perusahaan dagang, ntah itu berbentuk wholesaler ataupun retailer, penghitungan harga poko penjualan-nya lebih mudah, juga lebih sederhana dibanding perhitungan harga pokok penjualan pada perusahaan manufakture (industri), tetapi meskipun begitu, dalam usaha dagang mempunyai karakteristik yang khas:
          • Dalam perusahaan dagang tidak menggunakan mesin untuk produksi, maka dari itu tidak akan muncul penyusutan atas mesin. tapi mungkin akan ada beban penyusutan atas peralatan, contohnya peralatan packing.
          • Tidak ada Direct Labour Cost ( Tenaga Kerja Langsung),  sekalipun ada tenaga kerja yang terlibet secara langsung membawa barang dagang menjadi barang siap jual, biayanya susah untuk di-alokasi-kan sebagai upah/biaya direct labour cost (tenaga kerja langsung). maka dari itu, upah seperti ini umumnya dibebankan menjadi bagian biaya overhead yaitu ongkos packing
          • Cost dalam perusahaan memiliki siklus yang lebih pendek
          • Untuk usaha dagang yang menjual barang dagang yang relatif sama dalam jenis barang, ukuran serta kualitas akan jadi masalah tersendiri. maka dari itu dibutuhkan penerapan metode tertentu untuk bisa menilai barang persediaan, hal ini tentu akan berpengaruh secara langsung terhadap pembebanan biaya persediaannya atau inventori cost'nya

          Struktur dari Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang


          COGS atau harga pokok penjualan perusahaan dagang terdiri atas dua kelompok, Inventory (persediaan barang) dan Overhead.

          Persediaan Barang [inventory]


          Inventory merupakan persediaan barang dagang yang didapat/diperoleh dari sisa persediaan barang pada periode yang lalu. Didalam akuntansi biasa kita sebut opening balance (saldo persediaan awal) ditambahkan dengan pembelian barang dagang pada periode berjalan, dikurangi saldo akhir (sisa persediaan). Nah, itulah Inventori Cost yang harus dibebankan menjadi Harga Pokok Penjualan

          Apabila dibuat strukturnya, akan nampak seperti ini

          A. Opening Balance.

          B. Purchases
          • Purchasse
          • Freigth In
          • Discont
          • Return.
          C. Sales.

          D. Clossing Balance.

          Overhead


          Elemen Harga Pokok Penjualan [COGS] perusahaan dagang berikutnya ialah overhead. overhead merupakan cost yang memiliki pengaruh secara tidak langsung atas HPP. beberapa overhead berikut yang umumnya muncul dalam usaha dagang:
          • Packing.
          • Warehousing
          • Frieght Out
          Total akumulasi dari semua elemen biaya diatas adalah Harga Pokok Penjualan [COGS] dari usaha dagang.

          Siklus serta Alur Transaksi dan Jurnal


          Diatas telah disebutkan bahwa elemen pembentuk harga pokok penjualan usaha dagang terdiri atas inventori dan juga biaya overhead (overhad cost)

          Alur serta siklus dari transaksi Inventory Cost :

          Tiap-tiap prosess akuntansi yang berkaitan dengan Neraca slalu diawali dari: Opening Balance (saldo awal), kemudian dilanjutkan Current Activitiies (traksaksi debet-transaksi kredit) yang pada ujungnya bermuara ke Neraca lagi berupa Closing Balance (saldo akhir).

          Pun sama halnya dengan inventori yang juga merupakan bagian dari sebuah Neraca. maka alurnya juga berawal dari opening balance (saldo awal) inventory. selanjutnya apabila ada aktivitas pembelian barang dagang, maka saldonya juga akan bertambah. dicatat dengan jurnal:

          Debit | Persediaan (menambah persediaan di neraca)
          Kredit | kas / utang dagang (mengurangi saldo kas di neraca)

          Dan apabila ada transaksi penjualan barang dagang, maka saldo persediaan akan berkurang. Nah ketika terjadi transaksi penjualan barang dagang inilah Inventoroy Cost kita akui, dengan menjurnal:

          Debit | HPP (cogs) (menambah saldo HPP di lap. L/R)
          Kredit | Persediaan (mengurangi persediaan di neraca)

          Notes:
          HPP atau COGS merupakan biaya yang akan menjadi salah satu faktor pengurang laba, kita ketahui bersama laba adalah elemen Neraca. persediaan yang berkurang pada aktiva diseimbang-kan oleh laba pada pasiva yang juga berkurang sehingga laporan Neraca selalu dalam keadaan balance.

          Dan karena ini adalah juga sebuah transaksi penjualan, maka di waktu yang sama penjualan harus diakui, dicatat dengan jurnal:

          Debit | Kas / Piutang (Menambah Kas/Piutang di Neraca)
          Kredit | Penjualan (Menambah Saldo Penjualan di Laporan Laba Rugi)


          Notes:
          Penjualan adalah pendapatan yang merupakan salah satu faktor yang menambahkan Laba. laba merupakan elemen dari Neraca. kas atau piutang yang berkurang didalam aktiva akan diseimbang-kan oleh laba pada sisi pasiva yang bertambah.
          Apabila bisa digambarkan dalam suatu skema, maka transaksi COGS atau harga pokok penjualan memiliki alur seperti ini:

          harga pokok penjualan usaha dagang
          harga pokok penjualan usaha dagang

          Ok, untuk sepertinya sudah terlalu panjang postingannya, next kita akan bahas tentang Perhitungan Harga Pokok Penjualan untuk Usaha Dagang, namun tidak kali ini, ini sudah terlalu panjang, agar enak dibaca, saya akan tulis pada tulisan berikutnya :
          Contoh Soal Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang